Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
2

Mimpi Buruk Itu

Aku bermimpi buruk
Bukan tentang apa yang terjadi pada kamu
Tetapi sebutlah itu "kita"

Di saat kekhawatiranku terus berlanjut ke dalam fiktif bertanda
Malam tadi terasa lebih menyesakkan dada
Terasa lebih nyata...
Terasa aliran emosi yang bukan hanya semata..

Terasa lebih hebat emosi yang bergulir di sana...

Mataku tak terbuka
di saat aku berharap terbangun dari murka
Aku resah,
dan berpaling dari bayangan itu.
Aku hanya takut melihat hal buruk, hal yang lebih buruk..

Tidak seperti mimpi yang lalu
Di mana nafasku memburu,
di mana keringatku bercucur...
Di mana kamu ingin meninggalkanku.
Namun aku terhentak oleh tamparan pukul dua malam
Dan aku bersyukur, itu bukan kenyataan...

Semoga semua ini bukan pertanda apa-apa
Semoga hanya menjadi kekhawatiranku saja
..... yang menjadi bukti betapa aku ingin kamu saja.




0

Seberkas Harap

Saat tergenggamnya jemari ini
Seumpama selimut es krim kemarin sore
Meleleh tak lagi padat
Namun manisnya tetap dirasa
Akankah pudar esok hari?
Kuharap tidak.

Adakah dia dentingan senja di pagi hari
Embun bernyanyi seiring semilir angin
Cahaya berpendar ke segala penjuru
Dan sosoknya tiba, terhembus lagu untuk masa depan...

Dia kah?

Kuharap nyata..


*Oleh senyuman,


2

Bukanlah Perantara

Menikmati tetiupan angin yang berujar lembut sama saja dengan menghela nafas sekejap seiring untaian merdunya rindu. Menenangkan, namun sedikit menyiksa karen candunya yang tak kalah hebat beradu sendu.


Ingin aku, ingin banyak. Banyak sekali yang aku inginkan. Tak ada yang mampu menampungnya selain dari mewujudkannya dalam satu kenyataan yang menyayat kepedihan. Walau terkadang polanya tak teratur, namun aku yakin Dia telah mengatur. Bukan hanya menunggu, tetapi jemput dan terimalah. Suatu sisi yang sempurna untuk menerkam harapan.


Aku tahu kita berbeda, aku tahu kita tak sama. Namun entah mengapa aku menikmati setiap hentakan kecurigaan untuk membangun tingkat kepercayaan.


--Pia Zakiyah
♥
3

Sebuah Monolog di Cabang Peraduan


Sebuah monolog dari seseorang berinisial A (yaitu Arini Nadia) yang sedang menemukan sebuah persimpangan baru dimana dia harus terus melaju. Lalu datanglah satu malaikat sayap kanan, berinisial P (Sebut saja dia Pia Zakiyah :D) yang setia berkomentar terhadap peluh yang bercucur deras yang dikeluarkan A. Dan hadir pula, wanita berinisial L (yaitu Lala Malasari) yang menyaksikan keadaan janggal tersebut dengan memasukkan intermezzo bernada asa hati. Inilah mereka dengan pikirannya yang berguman di saat kelas Foundation of Translating berlangsung..

Hari Rabu, pagi hari.

A : Cinta yang sekarang sudah lama terpendam dan terlalu dalam mungkin akan berbekas jika saya buang.

P : Inilah yang disebut konsekuensi cinta.

L : I used to say his name.

A : Bukannya saya menyerah, tapi saya pasrah.

P : Berikanlah sesuatu berdasarkan alasan terhadap keputusan Tuhan, bukan hanya berdasarkan atas apa yang kita inginkan. Di sanalah terletak titik ikhlas.

A : Teman saya pernah berkata, "Kenapa dia tidak mencintai saya?" Saya tersenyum. Saya juga ingin bertanya seperti itu. Tapi saya sudah tahu jawabannya. Karena dia telah mencintai orang lain.

L : Kelopak mata atas kiri ujung saya kedutan terus.

P : Terkadang konsep panah asmara benar-benar menyakitkan. Sekali tertancap, sakitnya bertahan meskipun sudah tercabut. Ada lubang menganga. Mencoba mencintai yang lain memang bukan hal mudah, tetapi ada aturan pasti, proses perlu dinikmati.

@ariedagienkz "Instan itu tidak selamanya baik, tetapi proses itu tidak ada yang mudah."

A : Dalam semua proses tentu terdapat berbagai macam rasa. Tentu akan sempurna jika berakhir indah, sesuai yang diinginkan. Tapi sekali lagi, Bukan kita yang menentukan akhir itu.

P : Tetapi kita berperan penting untuk mencerahkan akhir itu, seperti seorang pemain drama yang mana skenarionya bukanlah kita yang menentukan. Tetapi bagaimana kita menyerap pesan-pesan yang perlu disampaikan. Jadi, tetaplah tersenyum.

A : Saya pasti akan terus tersenyum. Senyum sedikit banyak menghapus duka saya. Jika saya tidak pernah tersenyum setelah ini, bisa anda bayangkan betapa dahsyatnya cinta ini menghancurkan saya?

P : Dengan begitulah D'Masiv terinspirasi, dan lahirlah sebuah lagu yang berjudul "Cinta Ini Membunuhku". Jangan biarkan ia mendahului langkahmu meraih bahagia. #apaini

A : Saya sakit karena cinta ini. Cinta kepada dia. Tapi saya tidak pernah menyalahkan cinta, dia atau siapapun. Karena ini memang takdir saya, jalan hidup saya.

P : Kamu tahu apa yang bisa kamu lakukan, jangan sampai mencoba menghindarinya.

A : Jalan hidup saya memang seperti ini. Terkadang lurus, terkadang menanjak dan berliku. Tapi saya yakin ini seperti sebuah pendakian ke sebuah puncak gunung tertinggi. pengorbanan untuk sebuah pemandangan yang indah.

L : I've tried to say goodbye many times. Tried to erase every single thing of him. Tried to think that he's the one to be blamed, although I don't blame him, in fact. But the worst thing is, I never could say no, when he's coming back even for foolish thing.

P : Begitulah para manusia ini berbicara dengan perasaan. Seakan-akan hanya dia yang pernah merasakan hal tersebut. Kamu tidak sendiri. Semua orang pasti memiliki siklusnya masing-masing. Maka, jalani dan nikmatilah sampai masa itu tiba. Hanya waktu yang berbicara. Dan bagaimana kita setia mendengarnya.

Melihat panah, melesat di udara. Untuk mereka yang berani menancapkannya. Karena cinta bukan untuk mereka yang hanya ingin bahagia, tetapi bersedia dengan tanggungan resikonya.



White Sugar dengan sesuatu menyalip pikirannya.
0

Ketukan di Mata Terbuka



Aku menyebrang ke peraduan dalam gelisah dewi malam
Bersama layang-layang acuan yang senantiasa kelam
Hendaknya kuharap ia berpindah perasaan
Memanggil hujan menampik terpaan

Suara-suara itu datang lagi
Menemaniku, sampai pagi
Aku tak tahan dibuat menggertak gigi
Nyaliku sunyi, sepi tak terbagi

Tak sekalipun pintu yang satu ini tertutup
Bahkan setelah ia terkatup
Menyisakan sedikit pikiran yang basah kuyup
Oleh mereka yang terdengar sayup-sayup


Satu harapan dari seorang manusia yang ingin menikmati ketakutan dengan perasaan normal, pandangan yang tegas dan tak menyilaukan. Tolong aku, Tuhan.

White Sugar on demand.

picture was taken from : here
0

Kamu Harus Tahu




Ini bukan puisi bukan narasi.
Aku hanya sedang ingin berkata:

"Yang tak pernah mengetahuinya, hanya kamu.
Terlalu pengecut aku untuk mengakuinya.
Bahagiaku mendengarmu tertawa,
Tapi kenapa kamu harus menyerah?
Ini bukan saatnya, silahkan kamu terpuruk
tapi tolong, sedetik saja.
Terlalu menyakitkan mendengarmu terluka.
Berbahagialah,
Di sana masih banyak yang sedang menantimu
."

Untuk kamu,
Yang kuakui sebagai sahabatku.

* Di selasar ruangan terbuka, di suatu tempat tempatku menyepi. *
0

Dunia Berkata

Hands Below the Earth



Dunia sudah berumur tua ...
Telah banyak memperhatikan tingkah kita
Yang tak peduli dengan keadaan
Yang merajut kesengsaraan ...

Kita selalu mengeluh dengan apa yang kita rasa
Bukannya bersyukur karena apa yang kita dapat ...




0

The Blue December



Bulan ini bakalan penuh dengan hujan. Mungkin hanya perkiraan. tapi pia pikir hujan itu akan benar-benar datang. Entah hujan yg benar-benar turun dari langit atau hanya sekedar hujan yang turun dari air mata. Hmmm... sulit untuk diucapkan. tapi meskipun hujan yang terjadi gara-gara kondensasi itu lebih banyak, namun sesungguhnya lebih sulit mengatasi hujan kecil yang turun dari pelupuk mata kita....

hari ini.. hari pertama di bulan Desember. Hujan udah dateng ajah tanpa diundang. menang sama sih seperti hari-hari sebelumnya. tapi entah mengapa terasa berbeda. dan entah pula karena apa. hanya karena tidak mau memikirkan suatu masalah, diri ini menjadi sangat kaku untuk terbuka.

Sulit memang untuk menyakinkan hati. terkadang lebih mudah bagi diri ini untuk meyakinkan orang lain dengan kata-kata ajaib dari mulut ini daripada meyakinkan hati ini dengan pikiran dan perasaan yang dimiliki. bukan karenan beratnya hidup, tapi mungkin karena nalaran hati siapa yang tau.

sungguh banyak orang yang berbahagia pada hari ini. tak luput diri ini ikut merasakan sepercik kebahagiaan itu. walau pedih memang merasuk, karena tak bisa bahagia sebahagia mereka. nasib ini sedang berada dibawah roda kincir air, mungkin. terbasahi oleh air dah menunggu kincir ini diputar kembali ke atas dan bisa merasakn sejuknya udara lagih. ohh... inginnya.

tak ada rasa kecewa bisa berada dalam hari ini. tak merasa kecewa bisa ikut serta berhaluan bersama tetesan ini. tapi terkadang pilu memang sulit dicerna ketika melihat orang-orang terdekat kita mendapatkan udara itu. tak usah munafik atau memikirkan kata gengsi, diri ini tak malu untuk mengakui " aku inginkan kesegarn itu juga"

namun mungkin saatnya belum datang. aku harus cukup sabar menghadapi air yg terus membasahai. walaupun begitu, tapi tetesan-tetesan hujan tetap menjadi hal yang paling aku sukai. it seems romantic =). and it felt calm my mind.

[ pia ]
0

malam habis malam

bergerak dia menuju urat nadiku
nada-nada kehausan akan makna
makna rasa sesungguhnya
tak ingin menjadi dia
yang melakukan hal nista
mendera membasuh asa
menarik mencaci nestapa
ahhh.........

sudahkah ini akhir dari segalanya??
tak pernah kurasa nyata begitu semu
berawal dalam tahta , berdesir mengalir perih

berdegup bintang memandang
desahan sepotong nafas terengah memaksa
mecuat menggelembung
ingin meraih kerlipannya yang menusuk jiwa

ragu tetap terjaga
akan besok yang kecil mungkin datangnya
malam habis
malam datang

gelap kini terasa. selalu sepi menerjang arah
akankah besok matahari menjemputku?
membawaku ke hangatnya dia yang bergejolak.
membawa segenap dorongan yang terhentak.

_______Pia Zakiyah______________
waiting the light
0

cinta pada-Mu

ketika hati merasakan cinta,itu adalah suatu kebahagiaan . (Mahabbah) cinta yang tidak ada dasarnya akan sia-sia . Menyukai seseorang adalah fitrah dari Allah . bersyukurlah orang yang telah diberikan itu . namun,kadang dengan perasaan itu kita telah dibutakan . Kita lupa kepada siapa, hati , jiwa ini akan kembali . Dan kepada siapa hati ini patut mencinta .

Hanya kepada Yang Maha Kuasalah sepenuhnya kita berikan.

Dasarilah rasa cinta pada seseorang karena Allah . Cinta kita karena Allah . Benci kita karena Allah . Jangan kita bergantung kepada selain-Nya. Manusia hanya hidup sementara . Tak memiliki apa-apa di dunia . Allah yang Kita butuhkan . Rasa tenang dan rindu kita untuk Allah . tenang ketika memandang kekuasaan-Nya . Rindu saat perjumpaan dengan-Nya .

Ya Allah . .
Maafkan diri ini yang penuh d0sa , hati yang tak terjaga , raga yang tak terpelihara .

Ku ikhlaskan hati ini hanya untuk mencinta-Mu !

*given by my sister's friend*
Back to Top