0

Say Hi to My New Blog :)

Hello everyone! Long time no see :)

Lama enggak muncul tapi tau-tau mau ngabarin bahwa blog ini entah kapan lagi akan di-update. Hal ini dikarenakan saya memutuskan untuk melanjutkan blogging di blog baru. Mungkin dengan alasan pengen lebih fresh dan engga terlalu terpaku sama postingan di blog lama yang acak-kadutnya luar biasa hehe. 

Biarlah blog lama ini jadi saksi bisu beragam kejadian yang sempat terekam dalam kata-kata. Banyak kenangan waktu pake blog ini (mulai dari jaman SMA gitu), dan rasanya enggak rela mau migrasi gitu aja. Tapi mau gimana agi, meskipun ini blog pertama saya, tetapi ini lah saatnya untuk mencari sesuatu yang baru, yang bisa memicu saya buat lebih senang menulis (mungkin dengan blog baru? entahlah) Doakan saja :)

Yang pasti, alamat blog yang ini tidak lagi menggunakan http://www.piazakiyah.blogspot.com , karena udah dipake buat alamat blog yang baru. Sekarang, blog lama saya yang ini udah berubah jadi http://www.pia-zakiyah.blogspot.com 

Untuk blog yang baru, jika teman-teman berkenan, mampir dan klik tombol follow ya :D bisa langsung aja ke http://www.piazakiyah.blogspot.com aka A Life Admirer Journal.


See you at my new blog.. do not hesitate to visit me :D thank you..
6

My English Teaching to Young Learners



0

Harus Lebih Banyak Lagi Berdoa dan Berusaha

Dalam waktu kurang lebih dua jam setengah, Hari Rabu ini akan berakhir.

Akhirnya.

----

Salah, pikiranku salah. Kukira dengan cepat berlalunya Hari Rabu ini akan membuat pikiranku lebih segar dan lebih jernih. Tapi yang kurasa sekarang malah lebih mumet, puyeng dan kleyengan. Ah.. apa yang aku inginkan masih abstrak. Meskipun sudah tersusun, tetapi belum rapi. Nah, merapikannya ituah yang menjadi pekerjaan tidak mudah. Andai saja ada yang mampu membantu. Meringankan beban tentunya akan membuatku bernafas lebih lega. Andai saja. Sayangnya hanya aku sendiri yang harus menentukan,

By the way...

Hari ini aku bangun dengan tergesa,  bercucur keringat tapi penuh senyuman. Ada murid-murid kelas 5 di SD Cipedes V yang menanti pelajaran Bahasa Inggris bersamaku hari ini. Ada pula dua penguji lainnya untuk seminar proposal yang siap aku hadapi. Dua-duanya penting dan harus dijalankan di hari yang sama. Alhamdulillah... keduanya tidak bentrok. Aku bisa menghadap penguji yang satu sebelum mengajar di SD, dan menghadap penguji satunya lagi setelah mengajar. Semuanya berjalan menyenangkan.

Walaupun menyenangkan, ada beberapa hal yang aku catat di pikiranku hari ini. Ah.. memang tidak ada yang sempurna. Untuk seminar proposal, aku sadar memang aku masih hijau dan perlu masukan sebanyak-banyaknya. Proposal yang aku buat masih banyak kekurangannya. Saran-saran mengenai pemilihan redaksi kata untuk judul, research design, research questions, sample, dan grammatical mistakes sangat berguna sekali untuk rencana penelitianku. Tapi, aku jangan senang dulu. Masih ada revisi yang harus diajukan untuk bisa mendapatkan SK untuk bimbingan skripsi. Ah... Kata yang langsung muncul ketika kepalaku mulai remang-remang hanya satu: SEMANGAT!

Selain masalah proposal, catatanku hari ini mengenai teaching process yang aku jalankan. Aku gugup, aku tau. Apalagi ketika guru Bahasa Inggris SD tersebut masuk di tengah-tengah saat aku mengajar. Aku langsung gelagapan mencari udara. Kata-kata yang sudah aku susun sedemikian rupa langsung menguap. Sambil mencoba menyusun kata-kata kembali saat mengajar, aku harus dealing with the students, yang aku rasa sangat membutuhkan usaha yang keras. Aku mengajar di minggu ke-tiga, dimana murid-murid sudah mulai merasa terlampau akrab dan cenderung susah diatur... Oh My.. tenaga mereka untuk berteriak dan aktif di kelas seperti sulit untuk habis. Sejam mengajar terasa berjam-jam. Keringat mengucur dari pelipis kananku tanpa aku sadari. Yang aku tahu, lesson plan yang aku susun harus bisa dilaksanakan karena sudah aku pikirkan matang-matang. Tapi pada akhirnya, "lesson plan is just a plan..." seperti kata dosenku, semua terserah padaku sebagai guru. Namun aku pikir, karena aku sudah berani mengambil tantangan ini, aku tidak mau menyia-nyiakan rencana yang telah aku susun. Alhamdulillah kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan.

Tapi sekali lagi, aku tidak boleh lupa dengan catatanku. Masih ada kekurangan dimana seorang murid meminta aku untuk mengajarkan mereka bernyanyi. Bukannya aku tidak mau, tetapi aku takut akan berpengaruh pada waktu T_T. Selain itu, aku mengalami kesulitan saat menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran jika ingin memasukkan lagu. Banyak lagu-lagu yang berkaitan dengan materi yang aku ajarkan, tapi aku rasa lagu-lagu itu terlalu sulit untuk level yang aku ajarkan. Aku pun mencoba membuat sendiri lagu yang akan aku ajarkan, tetapi aku pasrah, aku tidak mau mempermalukan diriku sendiri. Maka dari itu, saat murid memintaku untuk mengajak mereka bernyanyi, aku menolak. Entah itu baik atau buruk. 

Suasana kelas begitu hiruk pikuk tadi pagi. Semua anak ingin aktif di kelas, dan itu bagus. Di akhir pembelajaran aku meminta komentar dari guru kelas tersebut. Beliau sangat senang dengan pembelajaran yang aku ajarkan karena murid-murid sangat antusias dan kegiatan yang aku ajarkan pun beragam. Alhamdulillah. Meskipun sang guru tidak memberi kritikan, aku harus mengkritik diriku sendiri. Terlebih ketika ada kegiatan dadakan dimana aku meminta bantuan siswa yang telah beres mengerjakan tugas yang aku berikan untuk membantuku menempelkan gambar-gambar di papan tulis. Kata temanku itu terlihat crowded, dan aku pun menyadari. Tapi saat itu sudah aku pastikan murid lainnya sedang sibuk mengerjakan tugas yang aku berikan. Hua..........Semoga hasilnya baik-baik saja.  

Overall, apa yang aku lalui hari ini pasti membekas di pikiranku. Ada dua hal yang menjadi pengalaman pertama bagiku, dimana dua-duanya memberikan pengalaman yang berbeda. 



2

Di Luar Perkiraan

Hari ini dag-dig-dug luar biasa. Hari ini bertemu dengan satu penguji untuk seminar proposalku. Serius, luar biasa deg-degan tak tertahankan. Aku tak tahu harus berbuat apa. Mulai dari membaca proposalku berkali-kali, berlatih menjawab beragam pertanyaan yang mungkin muncul, dan juga tak hentinya memikirkan bagaimana jadinya besok. Ah.. besok. Aku sangat mengkhawatirkan besok, mengajar demi tugas akhir mata kuliah English Teaching to Young Learners dan juga bertemu dua penguji lain untuk seminar proposalku.

Tapi hari ini aku merasa lebih lega dan tenang.

Semula yang aku bayangkan adalah keadaan tegang dan membuatku grogi saat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari penguji, tapi ternyata tidak. Semuanya berbanding terbalik. Ternyata seminar proposal tidak seseram yang aku bayangkan. Aku terlalu heboh berimajinasi. Malah pengujiannya aku rasa cenderung lebih ke memberikan rekomendasi untuk rencana penelitian yang aku ajukan. Dan itu menyenangkan :D

Tetapi tadi ada hal konyol yang aku alami. Aku sudah heboh saja khawatir proposalku ditolak karena dosen penguji tidak memberikan proposal yang sudah ia komentari kepadaku, sementara yang mahasiswa lain yang diuji diberi. Kutunggu, kutunggu dan pada akhirnya datanglah suatu kenyataan.. ternyata proposalku di ACC oleh dosen tersebut dan tadi ia lupa memberikan kembali proposal yang sudah ia komentari kepadaku. Hah.. lepas sudah rasa penasaranku. Tinggal persiapan untuk esok hari.. Harus lebih banyak tersenyum dan berdoa.

Sekarang sepertinya aku  bisa beristirahat sejenak untuk menonton tv series kesukaanku. The Vampire Diaries & Glee S04E06 sudah melambaikan tangan.


P.S. Salah satu teman bilang kalau hari ini aku jadi kalem dan nampak tidak seperti Pia yang biasanya. Wah? Padahal aku luar biasa gelagapan dan gugup =))


0

Percakapan Ini

Lagi mumet-mumetnya ngerjain tugas, eh jam 13:38 hape berbunyi nyaring. Guess who?? Namamu muncul di layar handphone-ku. Tidak lain tidak bukan senyuman mulai tersungging di wajahku. Sedetik bengong kemudian ku dengar suaramu di kejauhan. Ya.. kamu memang jauh, kan (--,). Seketika pusing yang diakibatkan tugas pun menghilang! Hebat!

Ini semacam kejutan yang sangat menggembirakan, karena sebelumnya kamu bilang mungkin sekitar semingguan baru bisa ada sinyal. Eh ternyata kurang dari seminggu kamu sudah ada kabar. Ya.. meskipun cukup menjengkelkan juga sih. Kerjaan sudah kamu selesaikan (Walaupun kurang memuaskan? :p), tapi kamu masih belum bisa langsung pulang padahal kamu ingin cepat pulang. Masih perlu beres-beres di sana, katamu. Ah... Aku minta kamu berenang saja ke tepian tapi kamu menolak karena tidak bisa berenang. Oke, aku terima alasan itu :) lalu kamu mendapat ide yang jauh lebih pintar---nebeng kapal lain yang lewat yang lebih cepat lajunya, hish... tapi tidak kamu lakukan (yaiyalah ya...) yasudah, aku bisa pilih yang mana? Tidak lain tidak bukan aku hanya bisa menunggumu pulang, lalu bertemu. *yiay!*

Lalu...

Banyak hal yang kita bicarakan dan salah satunya adalah hal yang bisa membuat aku--dan--kamu sejenak bernafas-berhenti-bernafas-tertahan. Ah, menyangkut masa depan kita. Dan kamu menanyakan hal yang belum pernah aku ketahui seperti apa rasanya. Maapin yee.. belum bisa jawab :D

Jadi... hal itu ternyata membuatku berpikir. Kita bukan siapa-siapa, anggap saja kita seperti dua orang yang belum ada keterikatan. Maka, pengikat itulah yang kamu bicarakan. Lalu aku deg-degan *heyyyyya...* Gimana gak deg-degan. Semacam kaget aja gitu tadi malem hal itu terlintas di pikiran, posting sesuatu yang berkaitan, eh siang ini kamu bicarakan. Apakah semesta mulai bernyanyi?

Tapi, percakapan ini cukup membuat kita canggung ya. *langsung keingetan film The Proposal*




Back to Top