engga apa2.. wahhh tapi ini siapa ya???
2
[REVIEW] A-Team

| Category: | Movies |
| Genre: | Action & Adventure |
Director: Joe Carnahan
Writers: Joe Carnahan & Brian Bloom
Cast : Liam Neeson (Col. John 'Hannibal' Smith), Bradley Cooper (Lt. Templeton 'Faceman' Peck), Jessica Biel (Charisa Sosa), Quinton 'Rampage' Jackson (Cpl. Bosco 'B.A.' Baracus), Sharlto Copley (Murdock), Patrick Wilson (Lynch), Gerald McRaney (General Morrison), Henry Czerny (Director McCready), Yul Vazquez (General Javier Tuco), Brian Bloom (Pike)
Pengenalan anggota team lewat tato di lengan menjadi ciri khas yang sangat dihargai para anggota A-Team. Film diawali dengan aksi penyelamatan salah satu anggotanya di daerah Texas ke Meksiko (CMIIW), diawali oleh Smith, Sang Kapten, yang semula akan dihabiskan dengan para anjing yang lapar, tetapi mampu membebaskan diri dan bertemu anggota lainnya si rambut mohawk, Baracus alias B.A. yang akan menyelamatkan Peck alias Face yang sebentar lagi akan dibakar. Kemampuan mereka datang tepat waktu akhirnya menyelamatkan face dan bertemulah mereka dengan anggota terakhir yang agak gila, Murdock, si penerbang helikopter.
Setelah mereka bertemu dan mencoba untuk mereka membebaskan diri dari kejaran (entah siapa itu saya lupa, hehe) dengan manuver dan taktik kerennya, mereka mengandalkan penerbangan di atas wilayah Amerika. Sehingga pesawat yang mengejar mereka langsung habis dihantam roket peluru yang dilincurkan pesawat tanpa awak. Tujuh tahun kemudian, mereka masih bersama setelah perang Irak dan mereka mendapatkan tugas untuk mendapatkan plat pencetak uang Dollar Amerika yang telah dicuri beserta uang 1 Milyar. Jendral Morrison meminta mereka untuk melancarkan tugas ini tepat waktu dan tepat sasaran secara rahasia, tanpa diketahui agen yang lain. Dengan kata lain, mereka adalah agen khusus dalam misi ini. Suatu hal yang aneh adalah ketika Sosa datang kepada Morrison, dan Morrison pun menjelaskan akan apa yang akan dikerjakan oleh Smith dan timnya.
Aksi berikutnya? Adalah tentang ya.. itu tadi. Penyelamatan dan perebutan kembali plat pencetak uang dan 1 Milyar Dollar Amerika. Setelah melalui usaha yang mantap dan menakjubkan, usaha mereka sia-sia. Morrison terbunuh karena mobilnya meledak ketika akan menghampiri Smith dan kawan-kawan setelah melakukan misi itu. Truk yang A-Team bawa pulang berisi barang yang dimaksud, diledakkan, sehingga uang 1 Milyar Dollar itu berterbangan diudara. Sedangkan setelah itu, Smith dan anggota tim lainnya difitnah, dipenjaralah mereka.
Ehm, takut menyisakan spoiler, sebaiknya tonton sendiri (bagi yang belum nonton). Apakah kematian Morrison ada rahasianya? Dapatkah mereka keluar penjara? Bagaimana nasib plat pencetak uang Dollar yang hilang itu? Apakah mereka bisa membuktikan mereka tak bersalah? Siapakah musuh mereka sebenarnya??
Tato yang ada di lengan B.A. cukup lucu, Pitty and Fool. Dari awal film ini saya udah nanya sama temen saya, “Eh ini film apaan sih? Komedi apa Action?” dengan entengnya teman saya menjawab, “Dua-duanya”. Jadilah saya terbahak-bahak tak henti sambil memperhatikan action mereka yang sungguh keren, dan film banget. Tiap ngerjain misi mereka selalu tepat waktu dan dikerubungi keberuntungan. Looks like impossible in the real life. Tapi saya nikmatin banget film ini, padahal saya nonton di ROW PALING DEPAN BIOSKOP. Sungguh sial saya dan teman saya beserta ke-enam temannya yang lain hari itu engga dapet kursi duduk lebih atasan dikit. Temen-temen dari temen saya sampe bisa tiduran di lantai saking pusingnya liat layar. Mendongak dan mendongak. Huruf-huruf subtitlenya gede banget. Tapi saya enjoy banget dan doyan banget humor plus actionnya. Match! Padahal (lagi) saya belum pernah tau sebelumnya kalau ini tuh salah satu hal yang berasal dari jaman dahulu kala sampai salah satu temen saya pernah ngajakin beberapa minggu lalu (masih di bulan Juni) dan dia bilang, “Mau nonton A-Team, nostalgia”, ehm, ada postscript di situ, temen saya yang bilang barusan berumur hampir 6 tahun lebih tua. Jadi saya bener-bener engga ada bayangan tentang film ini. Wow… pas saya browsing, bener aja. Poster tua-nya A-Team banyak nongol. Sayang sekali, film yang berdurasi 117 menit ini baru bisa saya nikmatin di akhir Juni kemaren tanggal 28, dan film ini sudah tayang dari tanggal 11 Juni. Helloooo, kemana saja saya??
Daripada kebanyakan nyebutin kata "padahal lagi", buat saya engga ada kata telat dalam hal apapun. Jadi meskipun udah banyak yang nonton, harus bisa mentoleransi postingan saya ini ya
karena engga semua XXI di Bandung menayangkannya. Penuh twists dan berhasil bikin saya salah nebak mulu. Hati-hati dengan pradugamu

,GGG
[REVIEW] Marmut Merah Jambu

Category: Books
Genre: Nonfiction
Author: Raditya Dika
Saya termasuk orang yang pilih-pilih buku buat dibeli, berpikir matang, menimbang harga dan bukunya tentunya. Cocok, ya langsung ambil. Tapi kebanyakan buku yang saya beli justru berakhir di lemari dan belum tersentuh halaman tengahnya, seperti nasib novel Dan Brown yang terakhir. Untungnya saya engga pernah diomelin orangtua kalau duit jajan habis gara-gara beli buku, mereka pun engga ngomel kalaupun engga dibaca. Ya gimana mau ngomel, orang buku-buku saya semua (diluar buku pelajaran) saya beli pake tabungan sendiri.. hehe. Buku yang paling membekas dipikiran saya yaitu seri terakhir Harry Potter, yang diberikan sebagai kado ulangtahun saya berbarengan dengan release bukunya, ehm, oleh salah seorang orang yang pernah mengisi hati. Selepas putus, menguap pula isi bukunya. Huahahaha….
Tentang cinta. Raditya Dika kali ini mengangkat tema cinta lagi untuk buku ke-limanya. (Engga tau juga sih buku-buku sebelumnya bahas apaan, saya belum beres baca, hihi sorry Raditya Dika). Yang pasti, beberapa tahun lalu, salah satu sahabat saya lari-lari sambil kecipirit dan bilang, “Pi, lo harus baca buku ini. Keren banget deh. Ngakak abis! Tau Raditya Dika kan?” dengan simplenya saya jawab, enggak. Abis itu saya ditendang sahabat saya dan baru tau cerita novel pertamanya itu tahun lalu, pas muncul dibioskop, yes I watched it. Ceritanya tentang cerita manusia dan sepertinya saya juga pernah ngerasain di beberapa posisi yang sama. Sayangnya filmnya engga memuaskan. Ehm.
Back to the topic, saya engga tau ini review macam apa. Bukan novel, jadi saya bingung kalau harus nyeritain sinopsisnya. Tapi buku kayak gini yang saya suka, per-part beda cerita, jadi engga bingung. Overall ceritanya renyah dan “remaja banget”, bisa dibilang juga agak-agak “gue banget” buat pembaca yang pernah ngalamin. Saya yakin sebagian besar dari pembaca buku non-fiksi komedi ini pernah ngerasain beberapa kejadin serupa, yang sayangnya naas untuk diingat. Hehe.
Dika memulai dari pengalamannya yang cerita tentang Jatuh Cinta Diam-diam, dimana dia dan sahabat sebangkunya memendam rasa yang sulit diungkapkan sewaktu SMP, yang jatohnya malah bikin norak. But I’d fun here. Mirip-mirip cerita saya juga (heh! malah #curcol) . Belum lagi pengalaman dia yang jadi detektif di sekolah (pertama dan terakhir kalinya) di Misteri Surat Cinta Ketua OSIS, ngejelasin banget gimana rasanya jatuh cinta bisa terkesan jahat dimata orang, padahal belum tentu dengan posisi kita. Balada Sunatan Edgar pernah saya baca di blognya dia, dan di buku ini mengalami renovasi yang lumayan, tapi bikin cerita si Dikanya sendiri terhimpit, alias dikit.
Cerita terpendamnya yang aneh ada pada Pertemuan Pertama & Terakhir dengan Ina Mangunkusumo, yang bikin saya nyengir-nyengir sendiri seolah saya bilang, Atau “Ih, iya banget.”“Ih, iya! Gitu tuh gitu!”. Intinya sih lumayan dunia manusia banget. Berlanjut di chapter Panduan Menghadapi Cewek Sehari-hari dan Surat Kepada Menteri Perdagangan, I really enjoyed those parts. Dan tulisannya tentang pembuatan filmnya dulu ada dijelasin di buku ini. Selanjutnya? Adalah tentang pacarnya (saat Dika menulis buku ini, yang saya tahu sekarang mereka putus) dan saya baru tahu siapa Shero setelah membaca beberapa halaman (telat nyadar). Lumayan so sweet, tapi kurang nendang, engga kayak dia nyeritain si Ina Mangunkusumo. Sesi agak boring dimulai di Buku Harian Alfa, walaupun saya ngikik juga sih di sini. 2 BAB hampir terakhir, yaitu Cinta di Atas Sepotong Chatting + Dabel Trabel, lumayan mellow dan agak touching. Kalau saya engga salah inget sih saya engga ketawa di sini, tapi saya mikir. Last Chapter, Marmut Merah Jambu, menjadi penutup yang sounds so romantic and mellow, ngejelasin kenapa dia ngambil Marmut—Merah Jambu pula buat bukunya ini. Total ada 14 chapters (udah plus Pengantar Penulis).
Dua tahun waktu yang cukup lama buat Dika nulis buku ini, belum lagi kepentok pembuatan filmnya dia tahun lalu. Tapi dengan harga IDR 39500, cukup worthed. (FYI, kalau pake Kartu Club Baca Kompas Disc 10% di Gramedia manapun, kalau ke Rumah Buku Bandung disc 30%). Saya menemukan satu ketikan gagal di halaman 193, editor melewatkan yang satu ini, di paragraph ke-6, ada kalimat “……..eneg sama cowok yang ikutan Mirc hanya untuk nyari pacar, padahal… itu gue banget. Di juga bilang jarang ada cowok yang ….” Di di situ mungkin mau ngetik “Dia” ya Bang Dika???
Kalau pengen komen negatif buku ini : Dika terlihat ingin memaksakan beberapa barang dan tempat terkenal masuk di dalamnya, jadinya terkesan pamer dan pamer, mulai dari Blackberry, Itunes, Kucing Elit dan makanannya, serta Starbucks. But that’s proper with his own life. Tapi saya lebih suka komen positif buat buku ini : Berbagi cinta, dan kenangan tentang cinta, mulai dari naksir-naksiran sampai bisa jadian. Hidup banget.
Prinsip saya, kalau beli buku dari duit sendiri itu harus dinikmatin dan sebisa mungkin engga mikir negatif duluan supaya kita engga nyesel, karena nyesel itu menyakitkan. Berhubung mood saya lagi pas, jadi saya bisa masuk sama crunchy-wordsnya Dika. Mungkin bakalan beda komen kalau saya lagi engga mood baca. Bisa jadi kayak Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, Radikus Makankakus dan Babi Ngesot yang enggak pernah kelar saya baca karena saya mikir “garing duluan”. Nikmatin aja, jangan berekspektasi berlebih. Overall, menghibur dan bikin terharu. Salut buat Dika, terus berkarya ya!
"Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian."
"Apa yang salah dari orang yang terlalu dalam sayang sama orang lain?"
"Karena luka hati, terutama saat tidak bisa dijahit, bisa jadi tidak akan pernah kering."
"Nothing takes the flavor out of peanut butter quite like unrequites love---Charlie Brown"
"Bagaimana semesta bisa berkonspirasi hingga dua orang bisa actually ketemu memang mendekati keajaiban"
"Cinta mungkin buta, tapi kadang, untuk bisa melihatnya dengan lebih jelas, kita hanya butuh kacamata yang pas."
,GGG
P.S. : Gambar dari webnya Raditya Dika langsung.
Perjalanan Tentang Suatu Pilihan
Diskusi dengan bapak tidak pernah membosankan. Diskusi barusan adalah pembicaraan tentang beasiswa, yang saya pengen dapetin di tingkat 2 sampe lulus. Saya baru bergerak nyari beasiswa lagi sekarang gara-gara gossip yang beredar : mahasiswa tingkat 1 belum bisa dapet besis gara-gara belum ada IPnya, nah berhubung bentar lagi IP keluar, mudah-mudahan saya bisa terjun dan ngail besis itu, caplok, langsung dapet. Amin. Pertanyaan selanjutnya, saya engga ngerti ngurus surat-surat pengajuan beasiswa ke rector dan blablablanya, so that must be the first thing that I should do nampaknya. Nah hal yang berikutnya yang saya cemaskan adalah si IPnya itu sendiri. Apa bisa saya bertahan (minimal) atau naik (amin)? Semester 2 ini bener-bener engga bisa ketebak. Mudah-mudahan jangan turun…..Inget besis bikin inget pula pengalaman tahun kemaren, yak. Segala sesuatu tentang masuk kuliah.
Kembali ke satu tahun yang lalu, dimana saya masih pake badge SMA dan seragam putih abu. Masukin formulir-formulir buat PMDK. Saya bukan passionate, tapi saya engga punya banyak keinginan buat kuliah di luar Bandung, sounds so selfish, but yahh… mungkin terlalu cinta sama kota kelahiran saya ini. Kalaupun di Bandung, saya cuma pengen kuliah di 2 Perguruan Tinggi. ITB atau UPI. Bertentangan memang, jauh pula. Entah kenapa saya hanya tertarik mengambil Biologi sebagai hal yang akan dipelajari lebih lanjut, atau Bahasa Inggris. Masuk Jurusan IPA di SMA engga bikin saya jadi cinta Kimia ataupun Fisika. Padahal nilai engga jelek juga. Mungkin eksak memang bukan hal yang pas buat saya… Dengan sayang sekali, Teknik Industri IT Telkom yang saya dapatkan bermodal raport dan sertifikat-sertifikat itu (PMDK) dilepas setelah saya istikharah, padahal saya juga pengen ngambil jurusan itu. Tapi mau apalagi, feeling mengatakan “kamu engga bakal terlalu cocok di sana,” dan ya ada buktinya, salah satu sahabat saya yang ngambil jurusan itu cukup membuktikan kepada saya betapa kurang cocoknya saya kalau jadi mengambil jurusan itu. Lumayan engga terlalu nyesel.
Kesempatan kuliah di luar pun datang, Malaysia. Padahal saat itu lagi panas-panasnya (lagi) hubungannya dengan Indonesia. Semula saya engga kepikiran buat nyoba, soalnya ini kan di luar. Tapi lama-lama saya jadi niat dan berdoa supaya dapet ini kesempatan. Dengan jaminan yang sangat menggiurkan, berarti saya tidak perlu menyusahkan orang tua. Bea study, tempat tinggal, buku, laptop, tiket pesawat, uang saku, semua di tanggung. They said it’s about IDR 150 million per year. Rangkaian seleksi dan karantina pun tiba. Optimis jarang-jarang datang pada diri saya. Dengan ketertarikan pada bio-technology dan food-technology, saya pengen dapet besis ini. Interview dan semua sesi lancar. Padahal biasanya saya engga pede kalau harus konsisten ngomong English. Saya tinggal berdoa dan menunggu pengumuman itu tiba sebulan kemudian. Tapi ada satu hal yang masih mengganjal, mama masih engga ngerestuin saya ngambil besis ini kalau dapet, bahkan buat ikutan seleksinya aja saya engga di restui. Masih inget gimana saya nulis di 2 lembar kertas curhatan saya buat mama tentang alasan saya harus ikut kesempatan ini. Saya kasih ke mama, dan mungkin mama masih engga bisa sejalan satu pikiran sama saya. Alasan mama cukup banyak, namun yang paling membuat sesak adalah “Kamu itu anak cewe, bungsu, dari 2 bersaudara. Kalau ada apa-apa….” So, why Mom?

Sangat disayangkan dan sangat bikin sesek, entah terlalu over-confident atau apalah itu. Saya engga dapet, padahal tim interview dari Malay itu udah bikin hati saya optimis. They said, “you are the one that we are looking for this scholarship, and we think that you could be responsible.” Saya masih inget banget kata-katanya, dengan rok kotak-kotak dan kemeja yang saya pakai, di depan saya mereka berkata bahwa mereka menyukai profile saya, dengan aktifnya saya di berbagai kegiatan semenjak elementary school sampai High School saya masih terus aktif. Gimana engga bikin optimis? Berarti pelajaran selanjutnya adalah, jika banyak orang orang memujimu, jangan terlena.

Dari 31 finalis, yang harusnya dapet besis itu ada 5 orang. Tapi keputusan akhirnya hanya ada 4 orang yang dapet. Peraturan awal yang kalau saya tidak salah ingat sih kalau nilai UN tidak mencukupi ya besis itu gagal dan bisa dialihkan ke finalis berikutnya yang punya chance buat dapetin juga. Tetapi di keberangkatan pertama itu cuma 3 orang yang pergi duluan, dan 1 orang terakhir, bakalan pergi beberapa bulan kemudian dikarenakan nilai UNnya tidak mencukupi standar yang mereka harapkan. Sangat naas, karena nilai UN saya alhamdulillah melebihi standar yang mereka minta namun mereka terlalu rugi engga milih saya buat dapetin beasiswa itu.. hehe. Oh inilah pelajaran….. hhiks . But that’s my view about the scholarship committee’s rules yang aneh. On the other hand, saya seneng bisa punya temen-temen baru yang keren, yang pinter-pinter dari beragam kota. Dan saya seneng mereka dapetin scholarship itu. Andai saya bisa bergabung dengan mereka, akan lebih melengkapi kebahagiaan saya.
Mungkin takdir saya emang apa yang mama bilang, mama just want me to be a teacher. But I didn’t think the same way. Sementara itu mama menyarankan saya buat ikutan ujian masuk Universitas Pendidikan Indonesia, saya mengikutinya. Saya ambil Bahasa, karena saya engga kepikiran buat ambil MIPA di sini. Padahal saya optimis bisa tembus apa yang mama pengen di SNMPTN, sekalian saya berjuang buat dapetin bangku Teknik Ke-biologian ITB yang masih pengen saya kejar walaupun kemungkinannya kecil. So, there I got, keterima di English Education. Mama pengen saya ngambil English Education yang udah jelas menerima saya daripada chance SNMPTN yang belum tentu saya dapetin. SNMPTN tiba-tiba menguap begitu saja, karena di peraturan tertulis, kalau udah daftar ulang di UPI, uang sekitar 20jeti lebih dikit itu engga bisa dikembaliin. Shiizzz. Impian saya udah terkubur lagi. Engga mungkin saya buang duit orangtua saya yang engga sedikit itu. Saya belum menjadi orang kaya.
Betapa bencinya saya sama peraturan. Peraturan ternyata bisa dilanggar, dan kalau saat itu saya tahu pelanggaran peraturan itu cukup legal, saya juga mau ngelakuinnya. Ternyata, teman-teman saya yang pada udah resmi menjadi mahasiswa UPI –yang ternyata ikutan SNMPTN dan mereka dapet jurusan yang mereka dapet di SNMPTN, bisa ngambil duit daftar ulang mereka kembali, ya meskipun engga mudah prosesnya dan harus bolak balik ini itu terus berurusan panjang. Tapi apa sih yang engga dilakuin buat hal itu kalau emang kenyataan masuk lewat SNMPTN jauh lebih murah dibanding Ujian Masuk Mandiri yang diadakan per-perguruan tinggi?
“Engga boleh ada kata menyesal,” itu yang sering diucapin Kakak saya. Saya coba tanam kata-kata itu diotak dan hati saya. Dan saya rasa takdir itu engga akan pergi kemana. Then I get my passion back here, to be my proffession. Beragam mata kuliah yang saya ikuti membuat saya jatuh cinta sama jurusan yang satu ini, English Education. Mungkin karena emang pilihan saya dari dulu juga kalau bukan Biologi, ya ini. Saya pengen jadi seperti guru B. Inggris SMA saya, yang keren, berhasil menginspirasi saya dan berhasil bikin saya mau berjuang mendapatkan profesi ini.
Masa depan terbaik mungkin bukan apa yang beriringan dengan nafsu, tetapi apa yang kita jalani. Kalau ngejalaninnya pake hati, saya yakin bisa optimal dan membahagiakan. Saya sudah rasakan sendiri buktinya. Saya bisa cinta sama hal yang semula saya tidak minati. Semoga di sini, awal baik dari masa depan saya yang bisa terukir dengan indah
.
,GGG.
P.S. : Gambar dari sini.
Pembagian Kelas dan Jadwal Mata Kuliah Kelas A Pend. B. Inggris UPI 09
Hari : Senin
Waktu : 07.00 – 08.40
Kode / Mata Kuliah : IG300 / Communicative English Grammar
SKS : 4
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 0484 Prof. Dr. Fuad A.H, M.A. / 2623 Iyen Nurlaelawati S.Pd, M.Pd.
Ruang : 07.4.39 Ruang kuliah 48
Hari : Senin
Waktu : 08.50 – 10.30
Kode / Mata Kuliah : IG310 / Morphosyntax
SKS : 2
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 2472 R. Dian Dia-an M, S.Pd
Ruang : 07.5.16 Ruang kuliah 54
Hari : Senin
Waktu : 15.20 – 17.00
Kode / Mata Kuliah : IG430 / Speaking for Academic Purposes
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 2391 / Riesky, S.Pd, M.Ed
Ruang : 07.4.34 Ruang Kuliah 44
Hari : Selasa
Waktu : 10.40 / 12.20
Kode / Mata Kuliah : IG435 / Writing for Academic Purposes
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 1812 / Drs. Sudarsono, M.I, M.A
Ruang : 07.4.37 Ruang kuliah 46
Hari : Rabu
Waktu : 07.00 – 08.40
Kode / Mata Kuliah : IG105 / Foundation of Literature
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 2143 / R. Della N. Kartika Sari A, S.Pd, M.Ed
Ruang : 07.4.37 Ruang kuliah 46
Hari : Rabu
Waktu : 08.50 – 10.30
Kode / Mata Kuliah : IG110 / Foundation of Translating and Interpreting
SKS : 2
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 0490 / Dr. Hobir Abdullah, M.Pd
Ruang : 07.4.39 Ruang kuliah 48
Hari : Rabu
Waktu : 10.40 – 12.20
Kode / Mata Kuliah : IG420 / Listening for Academic Purposes
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 0691 / Dr. Wachyu Sundayana, M.A / Ferry Anthoni, S.Pd
Ruang : Lab
Hari : Kamis
Waktu : 07.00 - 08.40
Kode / Mata Kuliah : IG115 / Foundation of ESP
SKS : 2
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 1812 / Drs. Sudarsono, M.I, M.A
Ruang : 07.4.34 Ruang kuliah 44
Hari : Kamis
Waktu : 08.50 – 10.30
Kode / Mata Kuliah : IG300 / Communicative English Grammar
SKS : 4
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 0484 Prof. Dr. Fuad A.H, M.A. / 2623 Iyen Nurlaelawati S.Pd, M.Pd.
Ruang : 07.4.39 Ruang kuliah 48
Hari : Kamis
Waktu : 10.40 – 12.20
Kode / Mata Kuliah : IG425 / Reading for Academic Purposes
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 2623 / Iyen Nurlaelawati, S.Pd, M.Pd
Ruang : 07.4.37 Ruang kuliah 46
Bdg, 22 Juni 2010
Koordinator Akademik
Kelas A Dik
Kelas 3A1
1. Alfi Hayyi
2. Ani Siti Hanifah
3. Anisa Nuraeni
4. Aquilina Yunita
5. Astari Surya Handini
6. Carrolina Eka Putri
7. Desi Apriliana Dewi
8. Eka Yuliawati
9. Febby Febriani A.
10. Febby Kemala Dewi
11. Firdha Zainu Syarifah
12. Gita Hilmi Prakoso
13. Hikmah Nur Insani
14. Indah Hermiati
15. Inggrid Desinta
16. Intani Pertiwi
17. Irna Megani
18. Linta Hayatunnisa
19. Meylina Haryanti
20. Muhammad Bayu
21. Muhammad Awwaludin
22. Satriadi
23. Nurisda Anasni
24. Permadi Jauhari
25. Praditya Putra
26. Rd. RR. Arum
27. Retna Oktafiani
28. Rini Anggun Pertiwi
29. Riza Purnama
30. Rizki Maulana Sahab
31. Septi Sesiorina
32. Tesalonika Mayangta
33. Rina Anggita Ayu
34. Zainur Ridha
Kelas 3A2
1. Amy Kustina
2. Anken Nurkania
3. Asep Surahman
4. Bertha Resivia
5. Bethari Rostihani
6. Danis
7. Dani M. A
8. Dimas Pujianto
9. Dimas Yulianto
10. Dini Mustakima
11. Dorkas Saroy
12. Evi Mardiani
13. Fitria Lathufirdaus
14. Harry Ramadhan Putra
15. Hindun Mustika
16. Ichsan Mukti Wibowo
17. Insan Munggaran
18. Khanif Riyanto
19. Lutfia Putri Nurani
20. Malasari
21. Melani
22. Nadia Arini
23. Nella Faidatun
24. Nida Mujahidah
25. Nuryan N. Koswara
26. Nurfadhillah Tri
27. Pia Zakiyah
28. Raihani Ferdilla
29. Rainal Wempi Pasaka
30. Rini Nora L. G.
31. Risma Rahmawati
32. Siti Nurhadiani
33. Tsara Desiana Akmilia
N. B. : Dikarenakan saya nulis manual dari Pengumuman di Jurusan, jadi sisa Pengumuman Pembagian Kelas yang tidak ada di sini bisa dilihat di Jurusan langsung :D . Kalo di web belum tau.
Waktu : 07.00 – 08.40
Kode / Mata Kuliah : IG300 / Communicative English Grammar
SKS : 4
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 0484 Prof. Dr. Fuad A.H, M.A. / 2623 Iyen Nurlaelawati S.Pd, M.Pd.
Ruang : 07.4.39 Ruang kuliah 48
Hari : Senin
Waktu : 08.50 – 10.30
Kode / Mata Kuliah : IG310 / Morphosyntax
SKS : 2
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 2472 R. Dian Dia-an M, S.Pd
Ruang : 07.5.16 Ruang kuliah 54
Hari : Senin
Waktu : 15.20 – 17.00
Kode / Mata Kuliah : IG430 / Speaking for Academic Purposes
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 2391 / Riesky, S.Pd, M.Ed
Ruang : 07.4.34 Ruang Kuliah 44
Hari : Selasa
Waktu : 10.40 / 12.20
Kode / Mata Kuliah : IG435 / Writing for Academic Purposes
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 1812 / Drs. Sudarsono, M.I, M.A
Ruang : 07.4.37 Ruang kuliah 46
Hari : Rabu
Waktu : 07.00 – 08.40
Kode / Mata Kuliah : IG105 / Foundation of Literature
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 2143 / R. Della N. Kartika Sari A, S.Pd, M.Ed
Ruang : 07.4.37 Ruang kuliah 46
Hari : Rabu
Waktu : 08.50 – 10.30
Kode / Mata Kuliah : IG110 / Foundation of Translating and Interpreting
SKS : 2
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 0490 / Dr. Hobir Abdullah, M.Pd
Ruang : 07.4.39 Ruang kuliah 48
Hari : Rabu
Waktu : 10.40 – 12.20
Kode / Mata Kuliah : IG420 / Listening for Academic Purposes
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 0691 / Dr. Wachyu Sundayana, M.A / Ferry Anthoni, S.Pd
Ruang : Lab
Hari : Kamis
Waktu : 07.00 - 08.40
Kode / Mata Kuliah : IG115 / Foundation of ESP
SKS : 2
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 1812 / Drs. Sudarsono, M.I, M.A
Ruang : 07.4.34 Ruang kuliah 44
Hari : Kamis
Waktu : 08.50 – 10.30
Kode / Mata Kuliah : IG300 / Communicative English Grammar
SKS : 4
Kelas : 3A
Kode / Dosen : 0484 Prof. Dr. Fuad A.H, M.A. / 2623 Iyen Nurlaelawati S.Pd, M.Pd.
Ruang : 07.4.39 Ruang kuliah 48
Hari : Kamis
Waktu : 10.40 – 12.20
Kode / Mata Kuliah : IG425 / Reading for Academic Purposes
SKS : 2
Kelas : 3A2
Kode / Dosen : 2623 / Iyen Nurlaelawati, S.Pd, M.Pd
Ruang : 07.4.37 Ruang kuliah 46
PENGUMUMAN UNTUK ANGKATAN 2009 SEMESTER 3
- Untuk kontrak kredit semester ganjil 2010-2011 dilakukan pemecahan dan penggabungan kelas baru untuk mahasiswa angkatan 2009 baik prodi Pendidikan maupun Bahasa dan Sastra Inggris.
- Pembagian kelas mengikuti kelas sebagai berikut :
- Untuk Mahasiswa yang awalnya tergabung pada kelas A1, B1 dan C1 bergabung menjadi kelas A (Untuk Mata Kuliah Konten) dan A1 & A2 (Untuk Language Skills : Reading, Listening, Speaking dan Writing). Daftar mahasiswa yang tergabung dalam kelas 3A1 dan 3A2 telah ditentukan oleh jurusan dan dapat dilihat dibawah pengumuman ini.
- Untuk Mahasiswa yang awalnya tergabung pada kelas A2, B2 dan C2 bergabung menjadi kelas B (Untuk Mata Kuliah Konten) dan B1 & B2 (Untuk Language Skills : Reading, Listening, Speaking dan Writing). Daftar mahasiswa yang tergabung dalam kelas 3B1 dan 3B2 telah ditentukan oleh jurusan dan dapat dilihat dibawah pengumuman ini.
- Silakan lakukan kontrak kredit sesuai dengan mata kuliah, kelas dan dosen yang telah ditentukan tersebut jangan sampai salah.
- Demi kenyamanan kuliah dan jumlah mahasiswa yang proposional di kelas, mahasiswa TIDAK DIPERKENANKAN untuk pindah kelas atau mengontrak mata kuliah yang tidak sesuai dengan kelas yang telah ditentukan. Dosen berhak untuk menolak anda di kelas yang tidak sesuai dengan daftar yang telah ditentukan.
- Pembagian kelas ini dibuat atas pertimbangan keseimbangan jumlah mahasiswa dan jenis kelamin.
- Untuk mahasiswa yang merasa belum tercatat dalam daftar pembagian kelas dan untuk pertanyaan lebih lanjut silakan menghubungi Pak Riesky di jurusan untuk lebih jelasnya.
Bdg, 22 Juni 2010
Koordinator Akademik
Kelas A Dik
Kelas 3A1
1. Alfi Hayyi
2. Ani Siti Hanifah
3. Anisa Nuraeni
4. Aquilina Yunita
5. Astari Surya Handini
6. Carrolina Eka Putri
7. Desi Apriliana Dewi
8. Eka Yuliawati
9. Febby Febriani A.
10. Febby Kemala Dewi
11. Firdha Zainu Syarifah
12. Gita Hilmi Prakoso
13. Hikmah Nur Insani
14. Indah Hermiati
15. Inggrid Desinta
16. Intani Pertiwi
17. Irna Megani
18. Linta Hayatunnisa
19. Meylina Haryanti
20. Muhammad Bayu
21. Muhammad Awwaludin
22. Satriadi
23. Nurisda Anasni
24. Permadi Jauhari
25. Praditya Putra
26. Rd. RR. Arum
27. Retna Oktafiani
28. Rini Anggun Pertiwi
29. Riza Purnama
30. Rizki Maulana Sahab
31. Septi Sesiorina
32. Tesalonika Mayangta
33. Rina Anggita Ayu
34. Zainur Ridha
Kelas 3A2
1. Amy Kustina
2. Anken Nurkania
3. Asep Surahman
4. Bertha Resivia
5. Bethari Rostihani
6. Danis
7. Dani M. A
8. Dimas Pujianto
9. Dimas Yulianto
10. Dini Mustakima
11. Dorkas Saroy
12. Evi Mardiani
13. Fitria Lathufirdaus
14. Harry Ramadhan Putra
15. Hindun Mustika
16. Ichsan Mukti Wibowo
17. Insan Munggaran
18. Khanif Riyanto
19. Lutfia Putri Nurani
20. Malasari
21. Melani
22. Nadia Arini
23. Nella Faidatun
24. Nida Mujahidah
25. Nuryan N. Koswara
26. Nurfadhillah Tri
27. Pia Zakiyah
28. Raihani Ferdilla
29. Rainal Wempi Pasaka
30. Rini Nora L. G.
31. Risma Rahmawati
32. Siti Nurhadiani
33. Tsara Desiana Akmilia
N. B. : Dikarenakan saya nulis manual dari Pengumuman di Jurusan, jadi sisa Pengumuman Pembagian Kelas yang tidak ada di sini bisa dilihat di Jurusan langsung :D . Kalo di web belum tau.
Langganan:
Postingan (Atom)
written by



