0

Musibah itu Ada



Masih hangat rasanya berita musibah tabrakan kereta minggu kemarin, bahkan sampai terjadi dua kecelakaan. Rasanya deg-degan banget nunggu pacar yang mau pulang dari Jawa Timur pake kereta. Mama sampai bilang jangan lupa ngingetin terus baca doa supaya terlindung dari macem-macem kejadian yang engga diharapkan. Saat itu, saya cuma bisa berdoa si pacar selamat pulang pergi seutuhnya.

Terkadang, sesuatu hal yang engga pernah kita bayangin sebelumnya, ternyata bisa terjadi pada kita suatu hari nanti. Terkadang, hal-hal yang sering kita bayangin, ternyata benar-benar terjadi. Terkadang, kita memang harus hati-hati terhadap apa yang kita bayangkan.

Saya engga pernah membayangkan, orang yang ada di sekitar saya bakalan ngalamin hal yang kepikiran sebelumnya. Di tahan dalam jangka waktu yang belum jelas. Musibah yang sering saya lihat di televisi, kena tuduh nabrak orang sampai mati.

Pagi tadi bapak saya ngabarin kalau paman saya kena musibah itu dalam perjalanan pulang dari Cianjur ke Bandung. Di daerah Cijambe-Ujungberung, dalam keadaan mengendarai mobil berkecepatan rendah, tiba-tiba ada orang tertabrak mobilnya. Kaca pecah. Dan di situlah kegunaan saksi mata sangat diperlukan.

Ada seorang saksi yang liat kalau ternyata ada satu motor yang ngebut banget dan nabrak korban tersebut. Si korban terlempar ke mobil paman saya. Tapi SUNGGUH BAJINGAN ketika si pengendara motor itu melarikan diri, ya, tragedi tabrak lari. Dan menimpakan efeknya ke Paman saya. Unfortunately korban tidak mampu bertahan hidup. Innalillahi.

Sebelum berangkat ke Cianjur, ada tanda-tanda yang bikin aneh. Mulai dari karburator yang memanas sampe berasap dan di jalan TOL mobilnya mogok. Paman saya yang satu itu engga pernah ngebut-ngebut, orangnya nyantai banget. Apalagi dalam keadaan mobil yang tidak bisa diperkirakan.

Musibah, atau cobaan emang engga bisa diperkirakan. Mudah-mudahan Allah ngasih kekuatan buat keluarga korban dan kekuatan juga buat keluarga Paman khususnya, keluarga saya juga.

Saya selalu berharap Allah melindungi saya dan keluarga saya serta orang-orang sekitar saya terlindungi dari musibah dan cobaan yang berat. Amin.

:)

White Sugar


Picture was taken from
0

Menikmati Proses Belajar



Rasa-rasanya Semester 3 sudah berhasil menguras tenaga dan pikiran serta perasaan saya yang paling dalam (halah). Entah karena kebiasaan waktu satu tahun terkahir ini tugas dan perkuliahan yang lebih nyantai dari kelas lain, jadinya agak shock waktu dapet tugas yang sekaligus berjibun. Tapi ya namanya juga anak kuliah, harus dinikmati. Engga bisa asal ongkang kaki dan berkhayal jadi anak sekolahan lagi. Masa depan udah di depan mata dan siap diraih dengan usaha.

Cukup acak-acakan dan berantakan catatan saya sekarang (eh maksudnya dari dulu juga begitu), niat ngerapihin udah ada, tapi kok kenapa rasanya susah banget ya buat ngelakuinnya. Jadinya, list tugas berceceran dimana-mana. Untuk yang satu ini, jangan dicontoh kwula muda, sangat tidak patut. Ck ck ck.....

Di samping jadwal perkuliahan, aktivitas lain ikut meramaikan suasana hari-hari yang saya lewati #ehm #batuk. Hari ini adalah training ke dua di Paramuda buat jadi announcer. Mudah-mudahan dikasih yang terbaik selama proses 4 bulan ke depan ini. Akankan proses eleminasi selanjutnya berhasil saya lewati? Hanya Tuhan yang tahu, dan saya harus berusaha keras karenanya.

Di evaluasi taping yang kedua ini alhamdulillah ada perbaikan. Suara perut cukup membantu menghilangkan logat "jelek" saya pas ngomong. Setidaknya smiling voice saya lebih maju daripada yang minggu kemarin, yang terasa jutek banget. Ya, saya harus latihan lebih banyak lagi ngegunain beragam emosi waktu lagi ngomong, khususnya emosi bahagia :).

Dalam proses taping saya harus lebih ngegunain self-perception saya, supaya lebih natural, komentar sang mentor. Mungkin karena terus kepikiran teknik ngomong yang bener jadinya pikirannya terlalu fokus ke situ daripada merhatiin intonasi dan speed yang terlalu flat. Ya, ga boleh gitu ya Pia. Harus lebih tulus, menggunakan hati dan pikiran.

Ada istilah baru yang bakalan jadi makanan sehari-hari. Bridging, punchline, ice breaking. Buat saya yang pure bukan anak radio, sedikit kaget dan deg-degan waktu mau nyobain istilah-istilah itu. Tapi tanpa proses, gimana mau berhasil? So, belajar dan harus ngebiasain nampaknya menjadi suatu hal yang dibutuhkan.

Semoga setiap minggunya ada kemajuan dari evaluasi training ini buat saya khususnya, Amin.

:)

Red Guava
0

Pesan Dari Burung Hantu

Menyeramkan, sepertinya jauh dari deskripsi untuk yang satu ini. Imut-imut, lucu dan memberi pesan moral yang kuat lebih mencerminkannya. Legend of the Guardians: The Owls of Ga'Hoole (2010) menjadi kemasan yang menarik buat tontonan di saat jadwal memadat. *aih*



Kehidupan burung hantu ternyata menarik juga, mulai dari peperangan dan bagaimana mereka bertingkah. Di film ini, perilaku mereka ditampilkan engga jauh dari manusia. Ada yang jahat dan ada yang baik. Ada pembalasan untuk sesuatu hal yang dianggap menyakitkan dan menyenangkan. Ada timbal balik dari semua usaha yang dilakuin.

Saya jadi makin berimajinasi, gimana kalo mereka bener-bener bertingkah kayak manusia.

skip.

Jadi, dari acara nonton bareng anak-anak Kompas tadi itu ada quotes yang menarik buat saya, salah satunya :

Bukan berarti kamu tak melihat, hal itu tak nyata.


*kalo engga salah sih gitu, maklum, liat subtitle waktu itu :D

salah duanya :

Dreams are who we are.


Mulai saat ini, saya mencoba engga bakalan ragu buat bermimpi tentang apa yang saya ingin dapatkan suatu hari nanti.

By The Way, sahabat saya Vinda Dwi Oktavianda lagi ulang tahun hari ini. Pengen banget ngucapin, tapi pengennya langsung. Mudah-mudahan secepetnya bisa ketemu langsung.

HAPPY BIRTHDAY VINDA :*

:)

Red Guava
0

Untuk Kamu yang Belum Dikenali

Ada satu krisis dimana saya tidak tahu apakah kamu yang sedang bersama saya saat ini, hanya menjadikan pelarian semata atau tidak. Satu komentar jika itu benar terjadi, saya telah mengambil sebuah kesalahan. Bisa jadi saya akan membuat kamu benar-benar membuatmu berlari dari perasaanmu yang sebenarnya atau bisa saja saya membalas sesuai apa yang kamu lakukan pada saya, sakit hati. Bisa setara ataupun berlebih. 

Masa lalu hanya masa lalu. Saya juga memiliki hal itu, tapi kalau kamu terus menengok ke belakang, kapan kamu bisa maju dan mengejar harapan?

Saya sekarang mungkin benar-benar berada dalam satu dunia hampa yang tidak jelas keberadaannya.


White Sugar has double unclearly things.
0

Kamu Harus Tahu




Ini bukan puisi bukan narasi.
Aku hanya sedang ingin berkata:

"Yang tak pernah mengetahuinya, hanya kamu.
Terlalu pengecut aku untuk mengakuinya.
Bahagiaku mendengarmu tertawa,
Tapi kenapa kamu harus menyerah?
Ini bukan saatnya, silahkan kamu terpuruk
tapi tolong, sedetik saja.
Terlalu menyakitkan mendengarmu terluka.
Berbahagialah,
Di sana masih banyak yang sedang menantimu
."

Untuk kamu,
Yang kuakui sebagai sahabatku.

* Di selasar ruangan terbuka, di suatu tempat tempatku menyepi. *
Back to Top