Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peduli. Tampilkan semua postingan

Daftar Kontributor Hermes for Charity Vol.2: EMPAT ELEMEN



Dengan bangga, TheHermes mengumumkan judul dan pengarang yang ikut berpartisipasi dalam e-book Hermes for Charity Vol.2: EMPAT ELEMEN.

Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terwujudnya project amal ini

1. Demi Api Aku Mencintai/ Suryawan Wahyu Prasetyo/ @yuyaone

2. Karnaval/ Jia Effendie/ @JiaEffendie

3. Malam Itu, Saya Tak Membawa Api/ Faizal Reza/ @frezask

4. Buta/ Dinni Rahmi dan Reza Hamdi/ @dinnirahmi dan @rezaterpuji

5. Gadis Api/ Ksatria Cahaya/ @ksatriacahaya

6. Fluida dalam Kandang/ Jodhi P. Giriarso/ @Mistchegeo

7. Hujan dan Kedai Kopi/ Siska Ayu Soraya/ @seeska

8. Negeri Salju Abu-abu/ Rana Wijaya Soemadi/ @9lights

9. Elegi Buat Seruni/ Zeventina Octaviani/ @zeventina

10. Laila : Perempuan Berkekasihkan Ombak/ Asyharul Fityan Siregar/ @oijaw

11. Majimu/ Maria Sekundanti/ @danti25

12. Si Air Mungil/ Andi Pandu/ @iampandu

13. Partitur Musim/ Rendra Jakadilaga/ @therendra

14. Selamat Pagi Jakarta!/ Galuh Parantri/ @galoeh11

15. Tiket/ Astrid Dewi Zulkarnain/ @tantehijau

16. Membingkai Kenangan/ Luckty Giyan Sukarno/ @lucktygs

17. Semuanya Hilang Dengan Hal-hal Seperti Ini/ Farida Susanty/ @faridasusanty

18. Pesan/ Danang Saparudin/ @dansapar

19. Air Mata/ Ariev Rahman/ @arievrahman

20. Jika Cinta Jangan Mati/ Eliana Candra/ @ilaiana

21. Shunya/ PutraPerdana Kusuma/ @putrafara

22. Cinta Sepasang Batu dari Masa Lalu/ Sitty Asiah/ @sittyasiah

23. Rindu/ Artasya Sudirman/ @myARTasya

24. Sebuah Kotak dan Masa Lalu/ Pia Zakiyah/ @piazakiyah

25. Tanah Airku/ Sam Darma Putra/ @samdputra

26. Jiwa Ezra/ Chicko Handoyo Soe/ @gembrit

27. Phoenix Api dan Keabadian/ Alexander Thian/ @aMrazing

28. Senyawa/ Rahne Putri/ @rahneputri

29. Kumpulan Fiksi Mini / Dedi Rahyudi/ @dedirahyudi

30. Ilustrasi Cover Empat Elemen/ Lala Bohang/ @lalabohang

taken from The Hermes
0

Empat Elemen: Hermes for Charity Vol. II



Sekali lagi, The Hermes mengeluarkan e book untuk menggalang dana bagi korban bencana alam yang sedang melanda negeri ini. Berikut kutipan dari editor Hermes fot Charity Vol. II.

***

Empedocles, seorang filsuf Sicilia yang hidup di tahun 490-430 sebelum masehi mengatakan, bahwa ada empat elemen pembangun materi, yakni tanah, udara, api, dan air. Salah satu teori paling purba tentang ilmu Fisika. Zeus adalah api, Hera udara, Aidoneus tanah, sedangkan Nestis adalah air. Semua proses alam disebabkan oleh menyatu atau terpisahnya keempat elemen ini. Semua benda merupakan campuran air, tanah, udara, dan api dalam proporsi yang beragam. Perubahan terjadi karena keempat elemen itu saling berpisah atau saling mendekap. Kelahiran, kehidupan, dan kematian, dipengaruhi oleh campur tangan keempat elemen tersebut, saling berkonspirasi untuk mewujudkan keinginan kita, atau malah menjauhkannya.

Sementara itu, kekuatan yang menggerakkan perubahan itu adalah cinta dan perselisihan. Filia dan Strife (Neikos). Cinta mengikatkan segala sesuatu, menjaga semua tetap di tempatnya. Sementara perselisihan menjauhkannya. Filia yang mewadahi air tetap tenang di ceruk samudra, dan strife yang menjadikan gelombang besar meloncat tinggi dan jatuh tidak di tempatnya – terdampar di tanah Mentawai. Filia yang menjadikan Merapi tetap tenang dan strife yang membuatnya terbatuk-batuk hingga menyemburkan dahak merah dan menghujani Yogyakarta dengan kelabu.

Setidaknya, itu yang saya pahami tentang tema Hermes for Charity kali ini. Bahwa alam, dan segala isinya, dibentuk oleh air, api, tanah, dan udara. Bahwa kita harus mencintainya, memeliharanya.

Para penulis dalam buku ini berkisah tentang keempat elemen tersebut. Tentang kepedihan yang disebabkan oleh bencana, tentang keharuan yang datang karena ketulusan, tentang harapan-harapan yang menyembul seperti kuncup bunga di antara perdu=perdu yang gersang, tentang … cinta yang berkonspirasi, dan strife yang terus menerus mencoba mencegahnya.

Empat elemen yang kami antarkan, semoga dapat memberikan perubahan. Tidak besar, memang. Tetapi, bukankah semua hal besar berawal dari hal kecil? Takkan ada samudra jika tak ada setetes air yang berkumpul saling mengikatkan senyawa. Kami berharap, empat elemen kami dapat membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di Mentawai dan Merapi.

Selamat menikmati, bersama secangkir kopi dan sepotong biskuit cokelat, atau sesuai selera.

Salam,

Jia Effendie

***

1. Hermes For Charity Vol.2 segera rilis… Pembelian akan dilayani mulai Tanggal 25 November 2010 Cara pembelian :1. Transfer Rp. 15.000,-** ke :

BCA KCP Proklamasi Depok
Nomor rekening. 661 040 947 2
a.n Alvin Agastia Zirtaf


2. Konfirmasikan pembayaran anda via email ke: hermesforcharity@gmail.com dengan format sebagai berikut :

Subject : Order (nama pemesan)
Isi: Nama (spasi) Tanggal & Bulan Transfer (Spasi) Jumlah Transfer (Spasi) Nama Bank (Spasi) No. Rekening (Spasi) Nama Pemilik Rekening

Contoh : Abdul Malik 0910 15000 BCA 123456789 Abdul Malik

Pembelian anda segera diproses dalam waktu selambat-lambatnya 1×24 jam, setelah itu link untuk mendownload produk akan dikirimkan via email.

Dengan cinta,

The Hermes & Friends

***

* Produk yang dijual adalah file digital (.pdf). Gambar yang ditampilkan hanya sebagai ilustrasi. Pembeli akan mendapatkan link untuk mendownload produk yang akan dikirimkan via email.

** Harga yang tercantum adalah harga minimum. Kompilasi ini dirilis untuk penggalangan dana. Harga maksimum bisa ditetapkan sendiri oleh pembeli.

*** Cover adalah sketsa dari Lala Bohang, dan belum final :)

(this post was taken from here )
2

Panda, Memang Terancam

Seorang teman (baca: Tsara Desiana Akmilia) tiba-tiba memberikan National Geographic Vol. 169 No 3 March 1986 yang habis dia baca (atau mungkin hanya buka-buka saja :D). Saya tercengang dan... inilah salah satu main issue yang menarik saya.







Miris, dan sedih :(

Ternyata bukan jaman sekarang aja, tapi dari jaman dulu, salah satu binatang langka ini udah mengalami kesengsaraan hidup.. Gak heran kalau jumlah panda sekarang ini sangat menghawatirkan.

Terdapat lebih dari 300 ekor Panda di suluruh dunia saat ini. Jumlah ini diyakini cukup untuk menjaga kesehatan genetis mereka.
sumber :

Saya gak tega, tapi saya gak bisa ngelakuin apa-apa.
Saya pengen ngelakuin sesuatu, tapi saya gak tahu harus gimana.
Saya mikir, tapi ide gak dateng-dateng.


Semoga panda mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya.

White Sugar
6

Mereka Tidak Malu Lagi : MBA

Sebelumnya, buat yang mikir saya ceramah atau apa, terserah deh. Buat yang engga suka atau tersinggung, lebih baik engga usah dibaca.

Usia muda dan ya, pantes lah kalau dibilang labil, atau hmm---ababil. Pikirannya bisa engga sinkron dan kurang dewasa. Melakukan sesuatu tanpa pikir panjang dan belum tentu berani ngambil resiko. Oh, apakah cerminan anak muda jaman sekarang itu emang harus gitu ya?

SEDIH. SESEK.

OH TIDAK!

PLEASE!

Entah kenapa saya yang ngerasa dunia ini akan baik-baik aja seterusnya selama saya hidup, ternyata tidak. Saya ternyata ketemu juga sama fenomena-fenomena tingkah laku manusia yang cuma saya tahu sebelumnya di sinetron-sinetron atau film-film. Saya kira lingkungan yang orang lain bicarakan ---berbahaya-- itu engga bakalan saya temuin. But then... I finally found it. Sedikit demi sedikit "bahaya" dari lingkungan itu sendiri bisa saya temuin indikasinya. Semula saya mengira hal itu adalah hal yang WAW, tapi saya sekarang sih bener-bener ngira hal itu emang hal yang WAW.

Pergaulan bebas jadi salah satu contohnya. Ya, kalau mama dan ayah saya bawel "kamu kalau kemana-mana hati-hati. orangtua khawatir." atau "Jaga diri, jangan sampai ada apa-apa." atau "Kamu harus bisa jaga kepercayaan orangtua. Dan kami percaya." semua itu engga bisa diremehin. Terkadang sebagai anak muda yang emang lagi beranjak dewasa, kita bisanya cuma bilang "Yaudah tenang aja Mah, Pah." Padahal kita seharusnya bisa nyimpen kepercayaan orangtua kita baik-baik.

Saya kaget banget denger kabar kalau ada gadis yang mau nikah, dan eh---dia hamil. ah? Jadi duluan mana tuh? Ternyata MBA. . God, I can't believe it. I can't believe that I hear that news straight to my ears. Sebelumnya saya pernah denger berita begituan tuh cuma sekenanya aja, kabar angin. dan itu pun bukan di sekitar saya. Ya, saya masih berpikir itu adalah hal-hal yang jarang buat ditemuin di sekitar saya. Tapi tenyata saya baru tahu kalau ternyata hal seperti itu bukan hal yang sulit ditemukan lagi! ckckck. Naas.

Yang bikin herannya, kenapa orang-orang yang melakukan hal seperti itu udah engga punya rasa malu buat diceritakan kepada sekitarnya? Padahal dengan seperti itu secara engga langsung bisa aja memancing tindakan lain dari sekitarnya untuk melakukan hal yang sama. Beruntung kalau misalnya lingkungan tersebut bisa menjaga diri dan tidak ikut terjerumus ke pergaulan bebas itu. tapi kalau ikut terjerumus, lah yo wis ndak tahu lah aku....

Semenjak ada pengakuan dari salah satu yang mengalami hal itu, jadi muncul dan banyak yang ngaku juga. OH GOD, is it the name of life? Saya bener-bener polos. Rasanya udah engga ada lagi kata "aib" atau "rasa malu" terhadap hal-hal yang masih dianggap tabu di negara timur ini. Naas. Kemana rasa malu orang-orang ya? Perilaku dan norma-norma akan hancur kalau tidak ada lagi rasa malu, yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya itu adalah akal dan rasa malu----sesuai dengan apa yang guru saya bilang.

Tapi ya kalau udah terjadi mau gimana lagi, itu salah satu komentarnya. Dan ya, kalau udah tekdung, harusnya mereka berani ngambil resiko buat menjaga kandungannya. Jangan sampai tuh diaborsi. Udah dosa ditambah dosa. Haduh-haduh. "Entar kalau anak ini lahir ga akan gw urus ah, biar sama orang lain aja. Gw belum siap." itu salah satu contoh komentar calon ibu yang masih muda. yang belum menikah. Lah, kalau belum siap jangan dong ngelakuin yang engga-engga dan bahaya. Harusnya kalau udah berani ngelakuin yang kayak gitu, berarti berani juga buat nanggung resikonya kan?

Kayak kita makan yang pedes, berani kepedesan.
Muter-muter Mall, siap cape.

Tapi hidup bukan cuma sekitar kepedesan atau kecapean doang. Ya kan???

Tiap kasus punya beda cerita. Ada yang gara-gara suka sama suka, dipaksa, diperkosa, ataupun kecelakaan beneran. Ya, postingan ini sih mungkin berlaku buat sudut pandang yang suka sama suka ya. Hello, that's your privacy and you don't have to spread your privat news to others, isn't it? Apalagi tanpa ada perasaan bersalah dan malu waktu nyeritainnya. AMPUN.... kecuali ya dikau mau berbagi pengalaman buruk dan membagi pengalaman itu supaya orang lain belajar dari hal yang udah menimpa dikau supaya engga kejadian sama orang lain. Ya, lebih baik gitu lah... Mudah-mudahan kasus yang bikin pernikahan menjadi tak bermakna itu cepat berkurang dan banyak yang tobat.

Tapi ya kita juga engga bisa seenaknya ngejugde mereka yang melakukan hal itu ya? OH NO.. ini bukan masalah judge-men-jugde... tapi ini masalah tentang kita harus lebih berhati-hati lagi dengan pergaulan dan menjaga diri kita. Semoga kita bisa  ngambil hikmahnya dari salah satu problematika di atas. Apa mungkin bakalan beda keadaannya kalau orang terdekat kita yang ngalamin? engga tahulah. Ya mungkin kaget, dan pasti ya sedih. Mudah-mudahan dikasih yang terbaik. Kita ya berdoa aja dikasih terang abis gelap.

Alhamdulillah orangtua ngasih kepercayaannya sama kita, dan semoga kita bisa terus ngejaga kepercayaan orang tua itu sampai waktu yang dihalalkan itu tiba. Dan semoga kita masih ada dilindungan Tuhan yang Maha Kuasa, ya karena tanpa kita sadari---atau kita sadari, setan itu dimana-mana :S

SAVE SEX BEFORE MARRIED and NO DRUGS! MENIKAH before, KAWIN after. AMIN!


,
GGG

2

Earth Quake, Please Bukan Lelucon




Masih heran saya kenapa ada aja orang yang seneng di atas penderitaan orang lain. Ketika ada gempa malah ngakak sana sini, jadiin lelucon. Apa mereka engga tau kalau sebenernya kena gempa itu menyakitkan? Apa harus dikasih contoh? Na'udzubillah... semoga dijauhkan dari musibah dan bencana...


Contohnya ya gempa kemaren, mungkin sebagian orang bercanda atas nama gempa itu biasa aja, daripada stress mikirin gempa, mungkin gitu kali ya, tapi di sisi lain ada orang yang pernah punya pengalaman pahit dan musibah dengan gempa, mana toleransi kita sesama umat manusia?

OKE terserah buat kalian-kalian kalau ada yang mencibir and ngatain saya sok serius and so peduli, nulis hal-hal di atas, but hey, gimana kalau gempa itu melanda kamu dan tiba-tiba semua yang kamu rasa kamu miliki itu hilang? PEDIH coy.

Saya harap kondisi ini akan segera membaik. Mudah-mudahan benturan lempengan di sekitar Jawa Barat dan manapun itu, tidak berkelanjutan. Suddenly I remember my brother, he's on his work in the middle of Java Sea. I hope that He is always in God's protection and blessing. May Allah gives us chance to pray more often than before.

click here for
PENJELASAN GEMPA AKHIR-AKHIR INI

HOPE A BETTER TOMORROW

,
GGG
0

Ramadhan 2009

Sore ini 2 jam lagi menuju buka puasa, eh buka shaum. Tapi saya ngerasa ko rasanya masih lama ya,, hehe. umm, sebenernya saya udah kangen sama dunia tulis menulis. tapi bingung apa yang mau di share. soalnya kadang otak ini kerasa tumpul kalo udah depan keyboard. tapi kalo emang lagi banyak yang pengen di tulis, ya ternyata susah juga nampungnya, malah kewalahan sama jari-jari yang ngetiknya malah asal-asalan.

Eh sebenernya sih ada beberapa hal yang bener-bener saya rasa aneh di Bulan Ramadhan tahun ini. saya gatau orang lain ngerasain juga apa enggak, entah saya yang udah berubah? atau orang di lingkungan saya yang emang berubah? atau lingkungannya yang berubah? atau Ramadhan itu sendiri yang berubah? hmm..

Satu. suasana sahur yang bener-bener bedaa banget sama waktu saya kecil dulu. dulu semangat banget sahur, sampe-sampe udah standby dengan mata ngantuk depan piring yang masih kosong. kalo lagi susah bangun nih ya, babeh maksain saya supaya bangun dengan cara di gendong ke kamar mandi dan nyipratin air ke muka saya kalo saya masih males bangun. kalo sekarang kayak gitu ? enggak. kalo saya males bangun ya berarti sahurnya express dan cara ngebanguninnya pun udah ga se-so-sweet jaman dulu. sekarang udah pake teriakan super mamah. hahaha...

Dua. Engga ada yang namanya kuliah subuh. dulu saya rutin banget ikut kuliah subuh sama anak-anak komplek. meskipun mata lelah dan lesu nih ya, tapi abis sahur pasti langsung lari-lari ke mesjid buat sholat subuh abis itu nunggu siapa yang mau ngasih kuliah subuh. jadi buku ceramah yg mesti diisi itu pun cepet penuhnya, soalnya sehari nulis 2 kali ceramah, hha. abis itu maen monopoli (di mesjid), maen pris-prisan (di mesjid), maen ucing-ucingan (di mesjid) gila juga ya dasar anak kecil ga punya pikiran gitu tempat ibadah jadi ajang maen hha.. tapi lama kelamaan makin gede dan ngerasa aneh, udah ga ada kuliah subuh, kalo pun ada paling cuma sholatnya doang trus lanjut permainan yang tadi, di tambah bola bekel (di masjid), maen kartu remi ( di mesjid), maen congklak (di mesjid). dulu waktu lapangan bola yg ada di komplek saya itu masih ada, saya sama anak-anak komplek sering maen kasti disana... tapi sekarang udah berubah jadi bangunan gede dengan nama LAPAS ANAK-ANAK dan WANITA. sedih. padahal dulu pulang-pulang bisa nyampe jam 1 abis dzhur (sholat di mesjid juga), tapi sekarang yang bisa nyampe siang tuh bangun tidurnya (hha kalo libur dan lagi cape kan?).

Tiga. Kegiatannya aneh. dari awal puasa udah kerasa anehnya. ga ada selandap-selundup ke kopsis sekolah buat makan ato sekedar minum (gara-gara lagi ga shaum, maklum cewe. hhe). Engga ada pesantren kilat yang khas banget tiap tahunnya. yang ada cuma kuliah dengan jadwal yang masih labil and libur. dan yang pasti , makin sini makin puyeng sama buka shaum bersama. makin meluas lingkungan kita, maka makin banyak komunitas, dan makin sering buka bareng dan... kalo buka barengnya salah tempat ato salah acara, bisa-bisa bukan manfaat yang ada, tapi mudharat. salah satunya jadi boros, hhe... jadi buka bersama juga kayaknya emang harus di pilah-pilah sesuai waktu yang cocok apa engga, tempat yang mungkin dijangkau dengan cepat dan mudah apa engga, dan harga yang pas di kantong apa engga. hehe.

Empat. Ngabuburit? udah ga seasik dulu. paling-paling sekarang dihabisin dengan hape ato komputer. padahal dulu biasanya suasana komplek tuh rame sama anak kecil yang siap-siap mau ke mesjid buat sekolah TPA, atau sekedar maen di jalan yang engga ke pake, ato jalan-jalan sore buat nyari makanan pas ntar taraweh. hehe

Lima. Berbuka. kebetulan tahun ini dan beberapa tahun belakangan emang udah mulai kerasa beda, biasanya dulu pas buka tuh udah pada ngumpul semua anggota keluarga. sambil nunggu adzan dan pas kedengeran adzan langsung hebo baca doa buka. tapi sekarang, udah ga bisa sering bareng-bareng. dan emang kebetulan sekarang saya jadi punya 2 tempat tinggal. di rumah dan di kontrakan. jadi udah ga se-formal dulu kalo mau buka. dulu makan abis buka bisa ampe kekenyangan banget. sekarang malah dikit. kadang lupa makan juga sampe-sampe sakit perut.

Enam. Tarawihnya. Dulu masih sibuk sama Buku catetan amal, tadarus and ceramah. pasti rajin banget bawanya. engga lupa bawa tasnya tuh malah tas sekolah, dan isinya penuh dengan makanan. pas orang lain sholat tarawih, sering banget dulu rakaat yang ke 5-8 suka bolos alias ga ikut sholat. tapi malah makan makanan yang dibawa dari rumah. dan mamah suka bawel kalo saya kayak gini. makanya saya gamau sholat tarawih deket mama. soalnya harus tamat terus sholatnya padahal imamnya lamaaa banget bacanya. hehehe. mesjid penuh banget. 2 shaft yang penuh sama anak kecil. kadang pas sholat suka iseng narikin mukena ato nyenggol-nyenggol badan temen yang lain. haaaa. tapi itu dulu berlakunya sampe SMP kelas 2an. udah kelas 3 and ampe SMA mulai serius sholat sampe tamat and gabawa makanan lagi selain buku ceramah, hha. tapi sekarang udah ga ada. sholat udah bareng kok sama mamah, hha. dan ga pernah di omelin lagi. Tapi jadi sering bolong-bolong. banyak banget tarawih yang bolong tahunini . :(

Tujuh. Baju Lebaran. tahun ini engga ada yang namanya baju lebaran. kebetulan masih ada baju yang baru-baru dan belum dipake lebih dari 2 atau 3 kali. dan uang buat beli baju lebaran lebih milih di simpen di rekening buat jaga-jaga entar. aduhh padahal kalo pengen mah pengen sih. tapi mau gimana lagi. harus belajar ngehemat ya? hhiks. Tiap tahun pasti wajib beli baju baru buat lebaran, apalagi waktu masih kecil, bajunya harus ada temanya. sekalian juga harus matching sama sendal ato sepatunya. lama kelamaan paling baju baru n sepatu baru yang biasa aja ga usah banyak-banyak. yang penting bisa dipake di dua hari lebaran itu. maklum, kampung mamah sama babeh sama-sama di cianjur tapi beda tempat. aga jauhlah. mungkin kayak dari sini ke jatinangor kali ya. jadi hari pertama pasti di rumah Umi (mamahnya mamah) sambil nunggu warga kampung jero yang dateng ke rumah umi, mobile keliling kampung dan keliling sodara dari apih and umi dan nyekar juga ke kuburan-kuburan yang ada di kampung2 berbeda.. hari kedua baru ke rumah ema (mamah dari babeh), dan sama. nyekar and keliling sodara juga. tapi makin tahun karena jadwal kedatangan para keluarga yang beda, jadi udah ga bisa dilakuin bareng-bareng lagi. aga-aga misah. yah itulah pentingnya baju lebaran yang banyak. hehe.

Delapan. Mudik. biasanya tiap tahun persiapan mudik udah dilakuin dari seminggu sebelumnya. walaupun mudiknya kebilang deket -di cianjur-, tapi sekarang malah nyantai banget dan belum tau kapan berangkat kesana. hmm.

Tapi ada yang ga beda tiap tahun. Awal Ramadhan pasti mesjid penuuuuuuuuuuuuuuuh banget! sampe sholat aja jadi susah kalo mau berjamaah di mesjid. Lama-lama makin berkurang orang yang berjamaah dan kalo minggu terakhir Ramadhan pasti udah sepi. paling cuma ada 1 atau 2 shaff. hmm. ngenes juga. udah pada mudik kali ya?
Back to Top