Tampilkan postingan dengan label bad time. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bad time. Tampilkan semua postingan
3

Ketika Keberuntungan Dipertanyakan



Saya ingat betapa Bahasa Indonesia menjadi salah satu mata pelajaran yang sulit saya kuasai, karena sampai akhir masa belajar kelas tiga SMA pun saya belum pernah mendapatan nilai sempurna untuk mata pelajaran ini dalam setiap ujian. Pasti hasilnya dibawah pelajaran lain, termasuk matematika dan Bahasa Inggris. Cukup aneh, memang. Padahal saya pakai Bahasa Indonesia hampir setiap hari dan saya cukup menyukai peribahasa yang mengandung idiom-idiom di dalamnya. Cukup untuk menimbulkan multi interpretation apalagi jika peribahasa-peribahasa itu secara tak disadari ternyata pernah kita alami. Pernahkah kamu merasakan salah satu peribahasa terjadi kepadamu?

Saya pernah. Mulai dari kemarin dan belum berakhir sampai sekarang. Selama belum 2 x 24 jam belum wajib lapor satpam, kan? Eh.

Beberapa peribahasa yang kemarin saya share di twitter ternyata direspon juga oleh beberapa teman dan mereka ikut membagi peribahasa yang mereka sedang alami. And here , they are...

  • Untung bagaikan roda pedati,sekali ke bawah sekali ke atas = Keberuntungan atau nasib manusia tiada tetap, kadang di bawah dan kadang di atas
  • Luka sudah hilang parut tinggal juga = setiap perselisihan selalu meninggalkan bekas dalam hati orang yang berselisih, walaupun perselisihan itu sudah berakhir
  • Menanti-nanti bagaikan bersuamikan raja = Menantikan bantuan dari orang yang tidak dapat memberikan bantuan
  • Terlalu aru berpelanting, kurang aru berpelanting = Segala sesuatu yang berlebihan atau kurang akan berakibat kurang baik
  • Bagaikan api makan ilalang kering, tiada dapat dipadamkan lagi = Orang yang tidak mampu menolak bahaya yang menimpanya
  • Ditindih yang berat, dililit yang panjang = Kemalangan yang datang tanpa bisa dihindari.
  • Tolak tangan berayun kaki, peluk tubuh mengajar diri = Belajar untuk mengendalikan diri dan meninggalkan kebiasaan bersenang-senang
  • Bagaikan abu di atas tanggul = Orang yang sedang berada pada kedudukan yang sulit dan mudah jatuh
  • Seberat-berat mata memandang, berat juga bahu memikul = Seberat apapun penderitaan orang yang melihat, masih lebih menderita orang yang mengalaminya

Semacam kemalangan ya ternyata peribahasa yang saya alami? Ya.. cukup lah untuk mengernyitkan dahi dan menahan tanggul perasaan yang tak mampu diluapkan. Sampai-sampai saya juga merasa keberuntungan itu tidak ada. Jikalau ada, mungkin dia sedang tidak berpihak. Tapi entah mengapa saya lebih cenderung memilih praduga yang pertama. Ah, dasar manusia. Ketika mengalami kesedihan pasti terkadang suka berpikir berlebihan. Seperti saya sekarang ini.

whispering to my own ear: "It's not your lucky day.. if lucky does exist."

Kebetulan sewaktu saya membaca "buku pintar", saya menemukan beberapa istilah dari bahasa latin yang kemudian saya mix dengan keadaan saya.. Oke, pikiran orang lain bercampur dengan pikiran sendiri.



But if feel the sadness n still want to cry, let it goes. Because your chance to do it Nunc Aut nunquam: now or never --> Sekarang saja atau tidak sama sekali
Stop your crying and think that everything alright. Nec Beneficii Immemor Injuziae: Lupakan kepedihan, jangan lupakan kebaikan ( Kebaikan orang lain, bukan kebaikan diri sendiri )
If you feel so desperate, remember that "Nemo Sine cruce beatus": tak ada kebahagiaan tanpa rintangan.
Semoga Ira furor brevis est benar adanya. : kemarahan itu adalah suatu amukan yang sementara saja
Incidit in Scyllam qui vult vitare Charybdum: dari gerimis ke dalam hujan, dari tepian masuk selokan; sudah jatuh tertimpa tangga pula
In silentio et spe fortitudo mea: dalam keheningan dan harapan akan muncul kekuatan.


Mungkin tak ada kata yang mampu menggambarkannya: Ketika hati tak mampu berkoordinasi dengan pikiran dan kenyataan, dan ketika segala sesuatu terasa menghantam mukamu secara tiba-tiba. Sesuatu itu datang bersamaan dengan teman-temannya. Seperti hujan deras yang turun secara tiba-tiba tatkala kita sedang berjemur di pinggir pantai, cukup menyiksa bukan? :)

Entah siksaan atau cobaan, yang pasti saat ini saya sedang diberikan "anugerah kenikmatan" sebagai wanita. Mau tak mau harus diterima, karena tamu yang satu ini tak mampu ditolak oleh wanita manapun. Belum lagi hormon yang berpengaruh terhadap segala sesuatu. Saya berani menjamin banyak wanita yang pernah merasakan "sakitnya" saat tamu ini datang.

Meskipun diantara mereka ada beberapa (sebagian sangat kecil) yang beruntung tidak merasakan pengaruhnya.

Oh, sungguh beruntung.

Dan cukup beruntung pula jika kita yang pernah mengalami pengaruh itu dapat dimengerti oleh orang lain yang ada di sekitar kita. "Kalau kami mampu menolak pengaruh itu, dengan senang hati akan kami lakukan dengan penuh senyuman..." sayangnya saya tidak :(

Mata yang sembab, perut yang sakit, melilit dan belum terisi makanan hari ini, badan yang terasa dihantam preman pasar---semua terasa ada lebam diseluruh bagian, dan perasaan yang belum berada sejajar dengan garis horison menjadi pelengkap di hari ini. Sungguh malang. Terasa sebentar lagi akan pingsan, rupanya.


***

Oh ya, saya ingin memberikan perumpamaan.

Kalau ada orang yang tertabrak dan orang yang menabrak hanya berkata "Maaf" : apakah itu cukup? (di luar seberapa parah akibat dia tertabrak)

Mungkin bukan seberapa banyak kata maaf yang diucapkan untuk si korban, tetapi seberapa care orang yang menabrak itu untuk mengetahui keadaan si korban. Bukan begitu bukan? Begitu.... :)

***

P.S. : Jangan mengira-ngira sesuatu sampai kamu sendiri mengetahui sesuatu itu dari sumbernya.



0

Sedikit Perhatian Untuk Diri Sendiri

Kondisi badan yang down to the minimum level bener-bener ngeganggu yang namanya produktivitas sehari-hari. Dari yang bisa kesana-kesini, eh, hari ini harus bisa manfaatin waktu di rumah seharian. hidung meler, dan batuk yang tiada henti sedari minggu sebelumnya menjadi cobaan dan teguran karena tidak memberi perhatian sama diri sendiri. Cukup naas memang, ketika memberikan perhatian kepada orang lain itu cukup mudah dan sangat menyenangkan. Tetapi, di sisi lain, pada nyatanya memberikan perhatian pada diri sendiri itu sering terlupakan dan cukup sulit dilakukan.

Saya akui lagi, memang, selain nasib yang sedikit kurang baik (dalam opini diri sendiri tentunya) dari awal minggu, pola tidur juga sangat menentukan keajaiban kesehatan yang kita dapatkan.

Gara-gara mau ada ujian satu mata kuliah yang sering ditakuti mahasiswa angkatan 2009, Foundation of English for Specific Purposes, saya jadi total belajar dan engga amau ada yang kurang. Karena katanya 2 lembar folio bisa dihabiskan untuk menuliskan jawaban atas beberapa pertanyaan yang tidak bisa disebut banyak. Oke. Saya mulai belajar dan membaca buku per-bab, menghapal dan membuat rangkuman di catatan kecil. Sambil teringat ada tugas mencari jurnal artikel yang harus di analisis, ah. Pukul 2 pagi baru bisa tidur dan 3 jam kemudian sudah terbangun kembali seraya bersiap ke kampus pada pukul 6 pagi. Bukan kebiasaan saya datang ke kampus pagi hari dan... menjadi orang pertama yang datang ke kelas. :D

Posisi duduk yang sudah nyaman tidak dapat menghentikan kebijakan sang dosen yang mengganti ruang kelas. Ah, saya takut keberuntungan tidak berpihak lagi pada saya. Dan ternyata, hanya saya, satu-satunya mahasiswa dari puluhan yang tidak mendapatkan kertas jawaban ujian. Alhasil, ketika orang lain sudah memulai ujian dengan menuliskan soal-soal yang ditunjukkan di layar in-focus, saya harus turun ke lantai 1 dan naik lagi ke lantai 4 -,-"

Tetapi selanjutnya hari berjalan indah :)

Nah kebodohan saya adalah ketika menghadapi jadwal yang padat dan kurang tidur, saya tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Padahal saya bisa istirahat di siang hari karena 2 mata kuliah lain ditiadakan. Ah, alhasil pusing-pusing menyertai batuk dan kondisi badan mulai terasa kacaunya. Padahal lagi, saya harus evaluasi hasil tapingan terakhir dan Tengah malamnya ada on-air mixing yang ke-dua di Paramuda. Ini berarti saya belum punya waktu untuk istirahat.

*crying*

Saya nikmatin semua kegiatan saya walau memang lelah terasa. Kapan lagi saya bisa memanfaatkan kesempatan yang belum tentu datang lagi dan datang di waktu yang tepat. Meskipun harus kurang tidur dan ah, ya... lelah. Semoga ada waktu yang berharga yang cukup untuk membalas hari-hari penuh ujian.


White Sugar is sick.

2

Bad Luck Better Than No Luck


I start my day with :

"‎.. dan saya TIDAK MENDAPAT jarkom bahwa TUGAS LITERATUR untuk HARI INI TIDAK JADI. and I wasted my time to do it because I worried about it. empat huruf dalam satu kata disamarkan menjadi bintang-bintang. ****!!!"

Kalo kata Mba Kuke sih engga ada yang sia-sia, tapi saya pikir ini sia-sia karena saya udah deg-degan mikirin tugas yang ngebut dikerjain dan masih ada tugas lain yang belum saya kerjain dan tau gitu mending ngerjain yang belum dikerjain dan wajib dikerjakan, daripada ngerjain yang ternyata engga perlu dikerjain yang orang lain pun pada engga ngerjain dan engga musingin buat ngerjain tugas itu....fuahhh.

Pusing sendiri kan saya ngetik dan bacanya. Kerasa sesek aja gitu udah ribet dan waktu untuk istirahat berkurang padahal orang lain pada nyantai. Jujur nih, ngerasa terdiskriminasi ternyata engga enak ya. Yang paling saya keselin itu engga ada satu pun yang nerusin itu jarkom buat sms ngasih tau saya, Padahal kalo saya dapet jarkom suka disebar. Malesin banget. Kalau emang engga ada yang peduli lagi sih okey, saya juga males peduli juga. FIUH. Dan saya baru tau ternyata sang KM ngejarkom saya lewat FACEBOOK. ADUHAY, saya memang online 24 jam ya -,-"


oke, tulisan saya diatas tadi adalah tulisan pagi hari yang disimpan di draft. Kebetulan waktu tadi pagi lagi nunggu dosen yang biasanya engga masuk eh koneksinya oke punya. Padahal biasanya di lantai 4 kelas ujung itu engga nyampe sinyal wi-finya. dan kalopun nyampe suka mati. Aha. semacam lentera di kegelapan. Eh saya udah siap-siap mau keluar kelas, ternyata di 20 menit terakhir mata kuliah pertama itu datanglah sang dosen.

Oke, berhubung saya udah duduk manis ya berjalanlah perkuliahan yang singkat itu. Lumayan bisa ada di row depan tapi sambil online. Meskipun engga depan-depan banget sih, tapi duduk di row kedua yang jaraknya cukup lebar itu bisa dibilang duduk di depan juga kan (sedikit maksa) ehe.
Tadi pagi kayaknya banyak banget yang pengen dikeluarin lewat tulisan, mumpung emosi masih dalam tahap "panas". Tapi sekarang emosinya udah oke dan menunjuk ke warna biru (dalam arti saya berarti cup tenang). Sudah lah ya (ngomong dalam hati).

Ceritanya, dalam postingan meracau yang kacau ini saya masih bertanya-tanya kenapa kok rasanya dari awal minggu ini dunia perkuliahan saya dirundung bad-luck mulu. Ah, saya percaya sama law of attraction kok. tapi waktu saya suggest diri saya buat tetep mikir positif tetep aja bad-luck itu tetep dateng. Padahal biasanya saya selalu beruntung. Engga pernah telat, dan engga pernah skip kelas. Semacam mahasiswa rajin belajar yang enggan buat bolos #jangandiabaikan. Tapi dari hari senin kemaren itu paginya jelek mulu dan berdampak ke kegiatan selanjutnya dan selanjutnya. Apalagi sisa-sisa kenakalan saya dalam menyaring makanan yang masuk ke dalam tubuh ini berdampak batuk yang belum beres juga, padahal saya udah minum obat (yang tentunya sering lupa juga diminumnya).


Hal terburuk dari ke-bad-luck-an itu yang saya rasakin adalah: merepotkan pacar. Saya sering banget ngerepotin dia, ah selalu. Tapi yang terhebat: dia bisa tetep sabar dan tenang, selalu ngasih saya support. Pengen banget deh punya sifat tenang kayak gitu. Cape juga punya sifat heboh mulu dan susah buat calm down. fiuh. Mungkin di luar bisa keliatan calm down, padahal itu lagi nahan emosi yang takut membludak. Tapi kalau udah buka mulut dan ngeluarin keta-kata, engga yakin deh intonasinya bakal bagus.
Kadang saya pengen kayak orang lain yang bisa tenang dan nyantai banget, dan bahkan bolos tanpa rasa bersalah. Begitu pula nyantai dengan tugas dan engga perlu banyak khawatir tentang tugas itu bakalan dinilai atau engga. Ah. pengen nyobain. But how? Eh, curhatan kacau saya hari ini dicukupkan sekian kayaknya. Barusan pacar nelpon udah nyampe kampus. Yap, mau dianterin taping ke Paramuda. Asik asik.

*peluk cium tak terbatas*

RED GUAVA


0

A Contradiction



I'm just being so stupid to sacrifice my sleeping time for the things that should be not. Even that I've got grades that I want (Oke,,, to be honest thanks for those marks), but then i think it's not really an equal. Don't know why. I have tried to make a perfect assignments (and I tried every single formula for that--or lets call it as too much too think it would be hard). Maybe it's just because he didn't check it clearly. Just simply "Scroll down..scroll down.." and yeah. I thought it in lebay way, in order to satisfy the Mister with his own perfectionist marking. YOU ARE REALLY UNPREDICTABLE. AND IT IS A BIG CHALLENGE FOR ME. WISH THERE'S NONE LIKE YOU IN THE NEXT SEMESTER. I'M SO DARED.

Red Guava is Mad.
0

Ketukan di Mata Terbuka



Aku menyebrang ke peraduan dalam gelisah dewi malam
Bersama layang-layang acuan yang senantiasa kelam
Hendaknya kuharap ia berpindah perasaan
Memanggil hujan menampik terpaan

Suara-suara itu datang lagi
Menemaniku, sampai pagi
Aku tak tahan dibuat menggertak gigi
Nyaliku sunyi, sepi tak terbagi

Tak sekalipun pintu yang satu ini tertutup
Bahkan setelah ia terkatup
Menyisakan sedikit pikiran yang basah kuyup
Oleh mereka yang terdengar sayup-sayup


Satu harapan dari seorang manusia yang ingin menikmati ketakutan dengan perasaan normal, pandangan yang tegas dan tak menyilaukan. Tolong aku, Tuhan.

White Sugar on demand.

picture was taken from : here
2

For the Thing That Should Be..

I don't like to be a stranger among people that I don't know who they are. It makes me feel like I were a statue that couldn't do nothing. I'm too tired, but you just don't understand. It's not a problem if you weren't so quiet and motionless. That's why I got moveless on the situation.

I'm sorry baby for my sensitifity. Lets make it up tomorrow. Tonight, I just want to be like this. For a while.

White Sugar
0

Take Your Place

If I'm not trusted enough, It's better you don't tell your secret in front of people that you don't want to know about it. Would you mind to take your privat time in a place that you think it's enjoyable to be? Because it's really annoying and inconvient when we get so curious want to know about other's secret. Yes, be anxious to know but none wants to tell it, it's a real a damn dejected thing.

Get your own place if you don't want others know your specific secret conversation!

White Sugar
0

Untuk Kamu yang Belum Dikenali

Ada satu krisis dimana saya tidak tahu apakah kamu yang sedang bersama saya saat ini, hanya menjadikan pelarian semata atau tidak. Satu komentar jika itu benar terjadi, saya telah mengambil sebuah kesalahan. Bisa jadi saya akan membuat kamu benar-benar membuatmu berlari dari perasaanmu yang sebenarnya atau bisa saja saya membalas sesuai apa yang kamu lakukan pada saya, sakit hati. Bisa setara ataupun berlebih. 

Masa lalu hanya masa lalu. Saya juga memiliki hal itu, tapi kalau kamu terus menengok ke belakang, kapan kamu bisa maju dan mengejar harapan?

Saya sekarang mungkin benar-benar berada dalam satu dunia hampa yang tidak jelas keberadaannya.


White Sugar has double unclearly things.
0

Outcash dan Income dan Pentingnya Diary

Gini nih kalo ga terus2an daily nulis diary (yeah catetan harian kan?) . Jadi puyeng buat flashback and nentuin pengeluaran yg udaah keluar. Derita penerima duit bulanan emang gini. Belum juga masuk pertengahan bulan udah keleper2 bingung sambil bilang , "ih kenapa bisa segini lagi ya?"

terpaksa flasback secara rinci dari awal bulan sejak income dari babeh, ya 2minggu dan cukup terbantu dgn adanya catatan harian minggu kemaren. Eh pas diitung ko masih kurang dari seharusnya ! Dan ternyata di minggu ini pengeluaran memasuki masa Edan, haha. Dan tetep kebingungan gara2 ga ada catatan harian di minggu ini! Huah! Finally i found the matters, duit bulananku terpakai biaya beli buku ini itu. fotokopi ini itu yg ternyata kalo fotokopian itu ditumpuk bisa jadi buku baru lagi :D

lagi puyeng2 ngitung income dan outcash, tiba2 saya punya bapa dan ibu yg emang doyan ikut nimbrung saking perhatiannya mereka.
"jangan lupa catet uang dari bapa"
"iya bentar, lah bapa ga ngasih uang lagi. Apa yg perlu dicatet?"
"ya catet aja! Jgan sampe ntar lupa!"
"iya yg ada jg pia nyatet yg uang pia kepake, uang dari bapa mah yg buat buku belum ngasih lagi."
"yaudah kamu catet aja yg udah kamu keluarin! Kalo diingetin teh jangan nadanya kayak gitu. Orangtua mah pelan!"
"iya iya ih. Pia ma cuma lagi gamau diajak ngobrol."
*memalingkan muka kembali menuju binder dan kertas outcash*
tiba2 mama dateng dan berkata, "makanya kalo pengeluaran teh dicatet tiap hari, biar tau abis berapa, kedepannya butuh berapa, blablabla..."
"astagpiruloh mamah, ini pia lagi bikin nih nih daritadi teh bikin ini nih. Udah ah jangan dulu pada ganggu geura. Pusing nih."
dan babeh pun berkata, "kamu mah jutek jeung marah2. Ini teh perhatian!"

huaaaa i know it's about their careness for me but please give me time to take my time and enjoy my peaceful of regreting something that i use my money for . Huahuahua. Iya ngerasa salah sih. Abisnya gimana atuh. Padahal saya tuh udah lemah lembut dan gemulai menjawabnya, tapi babeh dan mamah berhasil memainkan emosi saya huahuahua maap saya salah. Tapi untungnya ga sia2 saya ngitung, ga ada yg kurang n lebih dalam catetan. Fix. Tinggal nunggu uang bulanan ini diganti .. Haha. Antara mau nabung and engga nih, kalo nabung ya rekening keisi tapi dompet kering... Kalo ga nabung? Ya dompet bakalan sama kering sih, soalnya uangnya pasti kepake. Hehe...

__Ahh dasar ada2 aja deh anak muda jman skarang. Perhitungan ih__

yampunnn bukannya perhitungan ya cinnn, tapi emang segala sesuatu yg kita keluarkan itu harus di manage dgn baik kan? Lagi belajar nih sayahhhh :D

eiya, cerita hari ini ahhh. Tadi subuh udah keleper2 aja males ngapa2in, tp jam7 udah harus di Al-Furqon buat pembukaan tutorial. Yay saya diantar my big daddy ke UPI (Baik hati sekali bukan dia?? :)) sementara saya di mesjid dan berdeg2an ria nyoba latsol buat test besis, babeh standby di pasteur. Oke, saatnya pulang dan ijin, padahal lg ada Ebith Bit A lagi materi. Ih meuni kasephhh geuningan! Dan saya pun terpaksa bilang kissbye ke kang ebith, hehe. Niat pulang cepet eh malah ngetem. Ya sutra tak mengapa. Eiya, trnyta pas udh ngirim sms k temen2 pada ngdoain n ngasih selamet, hihi makasihhh !

Nyampe pasteur OL bentar check email then pergi langsung ke ujung bandung! Yay! Di UIN testnya, jauh oge nyak! Eh eh tapi mampir dulu ke rumah buat ganti baju n bawa alat2 buat ntar. Ihh ternyata bapakku tak membawa kunci! Walah2. Ekeu udah telat nih dad ! Alhasil karena buru2 saya lgsung minjem aja ke teman dari TK saya, si alvin. Ehhh pas udah minjem papan dada tuh c mama malah ngsms, *kunci mama titipin di -tetot, sensor* . Jyah, ngenes juga sih. Haha tp biarlah, cape kalo balik lg ke rumah kan yah.

Nyampe sana solat, pembukaan dan test. Jyayy ini tuh baru test region 1 dan ternyata banyak banget yg ikut! Dan yg bakal lolos dari tiap region cuma 10 orang! Hua.. Sejabar ini dibagi jadi 6 region, maka, seleksi ini akan terus berlangsun menjadi 60 besar-40 besar-30 besar dan 20 besar yg akhirnya dapet besisnya (kalo ga salah sih urutannya gtu). Ya Allahhh saya pengen dapet besisnya.. Biar dikasih leptop ... Ada yg udah janji mw ngasih kalo saya dapet besis hahaha curiga ga kan inget si kunir mah atas janjinya haha

eh eh matdasnya susyah bok! Dari 25 cuma bisa 6, dan itu udah pasti salah 1.Haha. Eh tapi b indo, sejarah, ekonmi n bahasa inggrisnya alhamdulillah ;)

dan pas pulang oh kecerobohanku dimulai, papandadanya ketinggalan di WC. Maap. Lupa .Hhuaaa... Dan bapa saya dengan entengnya berkata, "udah ga aneh, untung bukan hape."

eh udah malem yaaa . Ikan bobooo ! Akan kuperbaiki kecerebohanku dan esok hari bakal lebih teliti! -_- amin !
0

Apalagi Hari Ini..

Apalagi hari ini. yang ada cuma bete doang. yah, ke taman, setelah motokoi ini itu. dan berniat nyalin tugas yang disuruh kka kelas karena kemaren ikutan kajian Islam. sambil nunggu pada ngumpul akhirnya Pia dan si Za berniat ke kelas dulu. sebelum pada akhirnya mencari WC di lantai 1 dan kita pun nyasar sampai jurusan Seni. aduh maluuuu...

tapi ada yang lebih malu-maluinnya lagi nih, pas ke jurusan seni kan penuh sama foto-foto dan lukisan, bahkan ada patung yang pia rasa sebelumnya berbentuk seperti manusia yang lagi berbaring di lantai! BETE! kaget setengah mampus dah!

akhirnya waktu buat ngumpul di taman partere bareng ESA pun tiba. setelah ngobrol-ngobrol dan bingung tentang daftar kehadiran entar nih ya, bisa pulang juga. eh ada sesuatu nih yang ngeganjal. entah apa...

yaudah ah pulang aja....
2

Di antara Dua Dunia :(

butuh masukan T.T

p.s : KITA = saya

apa yang terjadi kalo kita bisa ngerasain yang namanya "ketika orang lain ngomongin kita, KITA MENGETAHUINYA tanpa ada yang ngasih tau ke kita seorang pun?"

ga enak. beneran. kalo boleh ngomong sumpah ga enak, pengen banget lah. tapi sayangnya kita ga boleh sumpah-sumpahan ya? ada kalanya kita ngerasa untung, bisa introspeksi diri dengan cara diam-diam, biar pas orang lain yang ngerasa kita punya kekurangan bisa seneng liat perubahan yang terjadi sama kita. tapi apa jadinya kalo kita emang ga salah tapi ada yang seenak udel ngomongin kita di belakang? atau mungkin di depan kita tanpa dia-yang-ngomongin-kita itu menyadarinya.

SEBEL.

sebel ya kalo di tuduh aneh-aneh. apalagi sampe kita dikasih inisial yang aneh-aneh. mungkin awalnya dia ga pengen ketauan sama kita, makanya dia tetep santei ngomongin kita dengan mengganti pake inisial. tapi alangkah ruginya ketika kamu ada di posisi bisa tahu apa yang orang lain bicarakan tentang kamu! kamu bakalan seneng ketika pembicaraan itu berarah positif, and ur face turns so bad when they talk about their negative thingking of u!

bingung kita tuh mesti bagaimana. kalo bilang, :"HEY GUE GA GITU LOH." berarti kita udah ketahuan kalo kita tau dia ngomongin kita dong? dan itu pasti bakalan bikin mereka ga enak hati. tersinggung mungkin? ahh.. tuh kan tuh kan. dalam situasi kita yang terpojok pun masih mikirin orang lain, dan apakah orang lain begitu memikirkan perasaan kita?

ketika kita berada di lingkungan baru semuanya kerasa begitu aneh, ya. yang ini kayak gini, yang itu kayak gitu. yang bahkan kita belum mengenal jauh tentang siapa dia, siapa mereka. kita mikir gini, dia mikir gitu, mereka mikir anu dan blablabla. pas kita mulai percaya sama dia, belum tentu dia percaya sama kita loh. makanya jangan asal percaya sama orang.

BUAT KITA, KEPERCAYAAN ITU HANYA BOLEH DIBAGI UNTUK KITA YANG SALING PERCAYA SATU SAMA LAIN. BUKAN HANYA SATU PIHAK SAJA.

mereka ga suka sama dia, mereka curhat sama kita. dan kita pun lagi mengalami masa transisi yg belum sepenuhnya ngenal orang lain. mungkin kita terbawa hanyut pikiran mereka dan berkata, iya dia aneh. tapi, ketika kita penasaran tentang dia, apakah benar seperti yang kita pikirkan? maka dari itu kita mencari tahu, dan ternyata, kita salah paham. dia tidak seperti yang mereka bicarakan dan kita pikirkan. dan dunianya juga cocok dengan kita. tapi ada masalah. ketika kita ternya mendengar dari dia bahwa dia ga suka mereka, kata dia, mereka itu aneh dan pembawaan bicaranya itu tinggi. mungkin terkesan blagu ya, ya kita pikir mereka emang seperti itu, tapi kita bilang : kita berteman dengan siapa saja ko. dan kita supel untuk bisa menyesuaikan diri dimana pun dan kapanpun bersama siapa pun.

kita bingung. kita berada di tengah-tengah dunia yang sepertinya ingin kita miliki. tetapi mengapa dia dan mereka begitu saling membenci dan tidak menyukai satu sama lain, hah? apa kalian tidak bisa menyesuaikan diri dengan keadaan bahwa kenyataannya kita itu bersama-sama?

ketika dia ataupun mereka membicarakan yang kita tidak mengerti -dan mungkin berbau privasi- di depan kita, apa yang akan kita rasakan? SEPERTI KAMBING BODOH YANG DIAJAK BERGEMBALA NAMUN TAK TAHU ARAH DAN TUJUANNYA BUKAN?? dan sekali lagi, bete juga sih bisa tau orang ngomongin kita. panasss!

kalau memang kita tidak menyukai seseorang, carilah alasan yang sesuai, dan dekati orang itu untuk mencari tahu kebenarannya. apabila hipotesa tentang orang yang kita benci itu tidak tebukti, berarti kita telah salah menilai orang lain dan itu berarti KITA SAATNYA INTROSPEKSI.
0

Obat sakit gigi??

kejadian ini terjadi beberapa menit yang lalu. saat saya berjalan ke arah rumahnya Kinsya. Hari ini saya akan bertandang ketemu Pa babus orang percetakan buklet kemaren, untuk membicarakan sesuatu (halah). padahal teman-teman saya ikut pergi ke lembang bersama para calon pengurus OSIS yang baru --akan dilaksanakannya LKS-- tapi paling saya nyusul aja. soalnya saya sibuk sih (sebel gitu bahasanya, huek). kebetulan helm saya dibawa vinda minggu kemaren dan belum dikembalikan, sementara ini saya membutuhkannya. karena helm itu adalah helm kesayangan saya, sepanjang umur saya, selama saya hidup dan selama ini saya bla bla bla.... (geuleuh lebay). oke. singkatnya lalu saya melakukan sms terhadap vinda karena sebelumnya vinda berkata akan menitipkan helm saya di perpus atau di bibi pempek karena beliau tidak sempat memberikannya langsung pada saya . (formal amat mba nulisnya?) hahaha.

*pin, tadi kamu jadi nitipin helm dimana? udah pergi ke cikole??*

*di bibi kupattahu sayy . ini udah ni baru di caheum. hho. mpiw nitip beliin milna yg 6ribuan yg rasa original yaa besok. gw lagi sakit gigi gbs makan.. hhuhu*

*naek apa? truk? gaya ung,, hhe. ohhh oke.. eh, milna tu apa sih? obat sakit gigi?*


zzzz

*iiya dong gaya ddk d dpn. hha. milna biskuit baby saiang. ckck. o sip jgn lpa yaa bwt ngemil takut kelaparan. hho*

*ohh milna biskuit? kirain obat sakit gigi!*


------------------------

hahahhah. sungguh dongdong sekali saya! kirain ada milna merk obat sakit gigi (ngaco!).

ya kurang lebih begitulah isi percakapan antara saya dan pindut di sms barusan. CKCKCK.
0

apa susahnya jadi anak yang "baik"?

ahh, kayak judulnya aja nih tears.. nyari liriknya belom ketemu ajah, bete..=(. mana ujan lagi,, hha, but I like it. kalo ujan bawaannya bikin kalem. aneh! dari hasil test elemen pia elemennya malah air, padahal bener sih, menurut hari lahir katanya air, padahal bener..tapi kalo bener, ko kesannya pia jauh banget dari kata "tenang" ya? masih belum nemuin gimana caranya supaya bisa tenang.. =0

5pm.
tadi temennya babeh ada yg meninggal. Pa Nana. kasian bgt. inalillahi. padahal istrinya juga udah meninggal. dan anaknya cuma satu, satu tahun diatas pia, yampun.. ya Allah,, mana kuat pia kalo dikasih cobaan kayk dia. ga mau ga mau ga mau.. belom siap.. suka sedih kao kepikiran sama hal-hal yang berhubungan sama orang tua! tapi ga jarang juga nih --jengkel sama mereka-- apalagi kalo misalnya dipaksa ini itu padahal ga sesuai sama keinginan kita, untungnya orang tua yag pia milikin ga pemaksa --ya seenggaknya ga sering lah-- walaupun kadang mereka maksain apa yang ada di pikiran mereka, kayak akhir minggu-minggu ini (eh ato akhir2 minggu ini sih?).

heum. jujur, satu kalimat yang paling pia benci sekarang tuh malah sering banget ditanyain. :big bete: . yap, kuliah dimana ntar pi???

itu kalimat kalo dijawabnya tuh bisa ambigu maknanya. maksudnya ambigu?
kalo dijawab :
1. ya di institut ABC lah,,,itu kan yang paling bagus,,,wahh keren kan,,doain yah,,
2. duh gatau nih pusing, udah ketrima di instiut DEF sih, tapi pengen ke universitas GHI juga,,aduh, tapi ntar mau ikut test ke universitas blablabla sama universitas itu-ini..kata kamu mending gmna yah?

respon:
1. kepedean bgt kan? meskipun dilain sisi bagus berarti nandain pia optimis, tapi kalo masuknya lewat jalur keberuntungan (snmptn) ga yakin deh,,bukan berarti ga mau usaha,tapi karena persaingan yang makin ketat and soal yang dipersulit,, pasti makin kecil kemungkinan diterimanya apalagi kuota snmptn berkurang! =(! harus punya cadangan.. berarti :
2. ketika harus nentuin cadangan2 itu, biayanya juga ga sedikit, ga tega kalo harus nguras punya ortu, meskipun ortu dengan baik hati menawarkan segala jenis seleksi sama kita, ya kan? terus pas nentuin universitasnya, ah , terlalu banyk pikiran aneh2 di otak ini! huh,,

gimana sih caranya jadi orang yang optimis?

gimana sih caranya jadi orang yang bisa ngatasin masalah tanpa emosi? atau bahkan menganggap masalah itu bukanlah masalah?

gimana sih caranya jadi orang yang bisa ngilangin rasa trauma dan jadi orang yang normal yang ada di kehidupan bahagia seutuhnya?

*listening to : vierra - perih

"aku kan bertahan meski takkan mungkin
menerjang kisah-Nya walau perih,,walau perih.."

mudah-mudahan aja..
seandainya bisa ngebahagiain ortu all the way they take..
*ko ga nyambung sama judul? Hha. biar ah, lagi pusing!---
0

Si Gadis dan Percakapan Tukang Angkot

17.25 wib

langit telah menunjukkan tanda-tanda menuju senja. Gadis yg membawa tas berisi baju-bajunya itu tengah berada di dalam angkot cicaheum-ciroyom yang masih saja menunggu penumpangnya. Sepertinya supir angkot itu sudah lelah. Tapi dia masih saja meneruskan teriakannya. "royom.. Dago..Royom.. Dago.. Royom... Dago..Ciroyom..Ciroyom.." . Sedangkan di pinggir angkot itu ada sebuah angkot cicaheum-ledeng yg hampir penuh tetapi sama---masih berkutat dengan teriakannya---. Uhh, mending naek angkot yg sebelumnya deh, pikir gadis itu.

Masih berada di dalam angkutan kota itu. Sang supir yang berada persis terhalang satu anak muda di sebelah kanannya memanggil kawannya dan bertanya,
"kumaha maneh uy budak? Daptar ulang sabaraha smp teh?"
"500rebu, ah sakola teh ongkoh gratis tapi geuningan mayar keneh," jawab kawannya sambil meminum air teh cup.
"ah teuing budak urang ge da geuning rek asup smp komo leuwih mahal. Teu sakitu. Naha asa mararahal nya?" sang supir masih mengajak ngobrol sambil melihat ke arah calon penumpang yg ada di depan angkotnya
"ah teuing, apanan kamari ge urang ngadenge komo kuliah cenah mayarna gede pisan. Pan eta geuning penumpang nu kamari ge ka ITB lin? Ah da nu sakitu lobana asup ITB da nu jadi guru mah ngan 5." terlihat rekan supir yg berada di luar angkot itu melemparkan cup dari teh rasa buah itu kemana saja.
"mun carana kitu mah budak teh teu kudu sakola kitu? Meuni mangpuluhpuluh juta rek sakola teh."
"rieut ah, tapi da urang ge embung budak urang sarua jadi tukang angkot mah"
"heu-euh, baelah. Sakolakeun we heula,"


itulah percakapan tentang supir angkot yg akan menyekolahkan anak-anak mereka. Sang gadis tak habis pikir. Awalnya ia merasa kesal dengan keadaan yang menyelimuti kehidupan tukang angkot itu. Tetapi ia senang, karena kedua tukang angkot itu masih memperdulikan nasib pendidikan kedua anaknya. Apa jadinya kalau mereka tak peduli? Anaknya yg tak berdosa tak dapat menikmati kejamnya dunia pendidikan, guru killer dan tugas yg menumpuk (hehe). --Eh salah-- mereka tak dapat menikmati indahnya ilmu pengetahuan yg akan mereka raih. Ckckck

sementara kedua tangan gadis itu masih sibuk dengan handphonenya, tak terasa angkot sudah melaju. Langit sudah lebih gelap dari semula. Dan satu pemuda disampingnya, yg berada diantara gadis itu dan supir angkot, ikut sibuk melirikkan mata ke arah layar handphone si gadis. Mungkin dia ingin tau apa yg si gadis ketik di notes handphonenya, atau mungkin hanya sekedar penasaran mengapa si gadis terlalu sibuk sendiri a.K.A autis dan tidak berhenti membuat jarinya menari diantara keypad handphone yg berada di atas pahanya.

Oranye, warna langitnya sekarang. Oranye gelap. Dan tanpa sadar angkot berwarna hijau plat oranye itu sudah sampai di dipati ukur. Tiba-tiba Sang gadis menyadari, bahwa dia tak pernah naik angkot jurusan itu sendirian di saat hampir petang. Sendirian? Apa tidak salah? Ramai-ramai pun belum pernah. Semoga sang gadis sampai di tujuan.

oke teman-teman. Itulah sekilas perjalanan si gadis di sore hari. Tentunya kalian menyadari akan pentingnya arti sebuah pendidikan yg si gadis itu ingin sampaikan. Kita yg diberi kesempatan untuk mendapatkan ilmu terkadang malas untuk menjalaninya. Sedangkan yg lain? Untuk makan saja susah. Untuk sekolah apalagi. Mungkin cerita seperti ini sudah basi di dalam kehidupan kita, tetapi, bagi mereka yg merasa down dan tak termotivasi, masihkah ada alasan mengapa pendidikannya disiasiakan?

eh by the way, ongkos dari caheum ka RSHS teh berapa sih? 3ribu kurang ga?
0

"sport : bagian hidup?"

Ini nih yg bikin bête. Huh males abis deh. Padahal tadii pagi udah seneng bgt. Haha. Semangat untuk berolahraga. Bangun ya lumayan lah rada subuh. Trus ke sabuga, hmm. Deket. Sama uli n fahmi ketemu. Yah lari 9 keliling. Mission isn’t accomplished. Yah gpp lah. Kan ditambah sama senam. Aduh lumayan lah. Tapi sekarang belom makan. Ga laper. Keburu bête lagi gara-gara internet. Ugh! How can pia makin addict aja nih sama internet.

Dasar pia orangnya emang punya moto “try all things if u can do” heuh ini yang bikin rugi soalnya segala macem suka dicobain bahkan ngerugiin. Ahh. Bête. Kemaren aja nyobain yg 3 itu loh. Haha. Alhasil pia gagal dan malah keluar uang buat hal yang ga jelas. Mendingan buat nabung aja. Nih skarang juga. Udah pede pengen nyoba-nyoba pulsa gprs yang kata anak2 bisa dipake buat modem di kompi. *kompi pia sekarang udah bener tapi internetnya ga nyala soalnya si akang belom bayar m2nya* haha. Trus isi ulang lah kartuku ini ke si berlian agung dipanusa. Soalnya desi dan nofa *sang penjual pulsa* entah dimana. Ihh ternyata ber mahal ih. Tau gitu ke si desi aja.

Hahaha. Biarin lah. Ngebantuin si ber eh pas udah diisi ni pulsa ternyata bias connect ke internet tapi boyotnya ya oloh.. setelah 15 menitan online eh ko mati tiba2. Heu pas di check ko aneh pulsa gprsnya kagak ngurangin. Yang ngurangin malah pulsa regulernya yang baru diisi kemaren malem,, hahhaha! Parah ni pia. Ugh, blibet bgt dasar. Ketipu lagi. Ih bête. Skarang pulsa gprs *da murah* tapi ga bias dipake dan pulsa regular udah abis ngedadak.

Padahal pia Cuma sempet buka 2 pages doing. Haha. Konyol bgt ih nyebelin bgt. Udah lah pi. Hates internet ajah! Apa susahnya sih.. ya ampun deh. Baru bias nebeng ngenet di kompi ini ntar setengah bulan lagi *soalnya ntar baru isi yg m2nya* hahaha. Ke warnet ma ga pewe. Menipu aja kecepatannya. Ya boleh lah, tapi kompinya rata2 ga pewe. Ada kompi yg pada bagus eh kecepatannya. Trus vganya kayaknya, ugh lelet. Dasar-dasar! Susah bgt sih lepas dari internet. Ampe apapun diperbuat kayak gini. Yaampun.

Udah abis ga jelas mendang dikasiin ke anak yatim deh lumayan. Maap ya Allah. Pia udah ngemubazirin uang. Rajin solat, rajin ngaji bagus, tapi rajin ke warnet ga baik kan ya Allah. Ugh udah kebiasaan kalo di rumah ngenet lama, eh di warnet suka ga kerasa. Baru nyadar hamper tiap hari ngenet berjamjam sayang uang ya. Aduhhh. Nyesel. Sudahlah. Kata akang juga penyesalan tiada berguna. Meskipun ini jadi kesalahan tapi pia dapet pelajaran. Hhho. Oh iyah. Hape akang belom ketemu. Dimana ya? Mudah-mudahan aja ga ilang. Jangan deh. Kasian dia dilanda musibah mulu. Haduh ya Aloh. Ko jadi ga enak hati and tiba-tiba ga mood gini yah?

Tapi skarang udah mendingan. Si akang beli hape baru lagi. Hahah dengan jenis dan tipe yg sama! Heu.. dasar. Kangen banget sma babeh. Tadi smsan. Hihihi. Mama,, kangennn. Ngantuk nih. Tapi pengen ngetik notes. Udah lama ga ngetik sih, jadi kangen hehe.
2

What A BAD DAY!!!Cerita HP gw ilang lagi ='((

I hate this day. I hate a lot. I’ve lost my cellphone!! My lovely cellphone exactly. Cz I’ve got it with all my money. Sucks!! HOW CAN!!

Bermula dari hari ini yang berhawa tidak enak. Pia bangun pagi(*eh subuh) dengan bersiap solat Tahajud, abis Tahajud nunggu Subuh. Abis subuh… ehhh ketiduran~~. Trus pia bangun jam 6:03 am. What!! Hha.. itu juga gorden udah kebuka dan pia terbangun gara-gara suara si mama dan c babeh yang bangunin pia. (sungguh mereka sayang aku, hhiks). Bercepatlah pia bersiap untuk ke sekolah. Dan akhirnya pia kesekolah dengan waktu yang pas2an. (*berangkat dari rumah jam 06:45) hahhaha

Nyampe sekolah situasi aman. Hmm… tumben bgt hari ini pia pengen bgt maenin hape. Aneh bgt lah. Dari pagi juga. Trus orang-orang pada nanya, “pi kamu kenapa?? Ko nggak kayak biasanya??” hmm, pia jawab pia baik-baik ajah, lagih nggak mood mungkin ya. Hmm. Belajar berlangsung.. hari jumat kerasa cepet banget. Aneh lah. Beda sama senin, I hate Monday a lot. Hha. But maybe now I’m the opposite. I hate Friday. There is no “Friday I’m in love” in my dictionary. Hmm. Math, history, chemistry, education of religion akhirnya pia lewatin juga. Ngehotspot di kelas dengan berembuk bersama kawan.. sambil donlot lagu yang lagih in. hha (see mtvasia.com ajah) hhe.. bersiap mengajak temen-temen cz mau ke ITB, ya, ka nada open house. Hmm..

Akhirnya stelah jam 1 lebih (setengah dua hampir jam dua tepatnya) pia, lia dan risa berangkat. Yap kita Cuma betiga cz yg lain ada yg udah duluan dan ada yg g ikut dan ada yg besok. Hmm. Yawdah no prob. Menggeje bertiga. Abis ituh naek angkot stroberry bertiga (pertama kalinya niha risol bareng kamu) hha… and u know what… ditengah jalan ada orang aneh. Angkot stroberry saat itu kosong. Cuma kita be3, ada bapa2 naek seorang, trus dia duduk pinggir lia tapi depan pia. Sedangkan risa ada dipinggir pia. Kebayangkan?? Dan pia melihat sekilas si bapa2 itu menggerakkan tangannya *pada sesuatu yang ada dibawah perut!! Ya suahlah pia katakan sajah!! Bapa2 tersebut memegang peni*nya kedepan dan belakang!! Ihhh jiji bgt lah… entah dia tutupin pake apa, yg pasti c risa dan lia awalnya nggak sadar setelah pia maju ke deket supir angkot dan c bapa2 itu ngeliatin pia (ih sumpah serem abis!!) mpe pia mau turun dan dengan tiisnya pas pia ngsms Lia c Lia membacakan isi smsnya “eh itu orang yang di depan…” dan buru buru pia potong c lia dgn tiba2 tertawa (emng g nyambung tapi mau gimana lagih!!!) ah susah dijelasin situasinya saat iut yg pasti mereka bedua langsung tau keanehannya. Dan untungnya c bapa2 itu turun.. dan kita selamat…..

Lalu terjadi perbincangan heboh…”ih geuleuh pisan yang tadi…” , “iyah ih apaan sih..??” , “ ngapain sih bapa2 yang tadi…??”, “ menjijikan pisann”, itu mah exhibition” , “untung ga muncrat2 ih…”,” yukssss!!” , “ iyah untung ga kaya yg dialamin temen pia yg dulu malah pernah lebih parah ada yg mpe muncrat2..” ihhh untungnya itunya g keliatan, tapi gerakannya itu lohhhh MENJIJIKAN!! pisan lah. Jiji bgt. Serem abis, ga kan pernah mau naek angkot sendirian lagi!!!! Cz pia pernah juga diangkot waktu kelas satu sama chanong, lae, yuli, ada yg exhibit juga lah!! Malah parah!! That’s the 1st time I saw man’s own!! Ih jiji!!!... *yang ini ceritanya di angkot juga dan untungnya itu orang g betingkah macam2… dan dia lalu menutupi itunya dengan tas!! Yucksss!! Geuleuhhh… (aneh bgt ada orang yg bangga nunjukin iutnya, tapi menurut penelitian emang ada kelainannya yg kayak gituhhh!! Tetep ajah jiji kalo kalian yg pernah ngeliat ato ngalamin dket orang ato ketemu orang kayak gituhhh…

Abis itu turun dan ke ITB, sebelum masuk beli kawanku yg terbaru cz ada c DAVID ARCHULETA C KASEP TEA!! Heu!! berkeliling2 ria dan bertamasya di OH ITB. Huff, panas dan cape, tapi lumayan banyak pemandangan menarik,, hhiihihihi.. tapi ga lama. Udah gituh langsung cari makan, and then kita makan yg murah tapi lumayan ajah, di blackro., abis makan ke salman dulu cz lia n risol pengen pipis. Yawdah pia tungguin…

Akhirnya kita pulang juga setelah berjalan dulu ke boromiusssss, trus naek, pas di angkot ngakak lah ketawa,, ada anak cowo masih SMP yang berbincang dengan temennya, :
“eh, Monday, Tuesday, yesterday nya??”
“lain ih, Monday, Tuesday, Wednesday, Friday, baru yesterday”
“maneh mah belegug, nya Monday, Tuesday, Thursday, yesterday lahh!”
“naha kan aya tujuh ih nama hari teh, “
“eh urang nyaho da, Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday karek yesterday, geus eta mah Sunday..”
“tah bener”
Trus ada temen cewe mereka 1 orang berkata “yesterday mah kemarin ih, tomorrow besok..”
Hahhah ga kuat lah pia n c lia n c risol ngakak ngedengerin mereka pada ngobrol, hahahah. Betapa anehnya mereka, pengen bgt bilang ke mereka, “Saturday de,” hahahha. Tapi da malu, angkot penuh saat itu, hahahah.
dari siang dari sekolah – selama di itb – selama makan – perasaan pia nggak lepas dari henpon.. tapi pia nggak inget lagih sejak kapan pia nggak pegang henpon,,, pas pulang ajah pia ingetnya pegang majalah doang. Hmmm. Pas mau turun, pia nyari HP, dan OMG!! There’s no my henpun in my bag!! Tapi pia piker ada di tas jadi kalem, eh ternyata…

pas turun dari a ngkot, trus pas pia nyampe rumah pia meriksa.. “there’s really really no cellphone in my bag. And I’m so sad.

HAPE GUE ILANGGGGGGGGGGGGG!!!!!

Dan sialnya lagih tadi siang baru foto2, trus blom sempet di transfer, trus pia baruisi pulsa, trus di hape itu ada 2 sim card, dan terisi pulsa, dan banyak numb penting, dan banyak password dari sekian akun pia!! Shit!! (BOLEH YA NGOMONG KASAR SEKALIII)

Hhiks. Flashback, langsung nlp teteh , minta teteh ke blackro buat nanyain HP pia, trus ke salman,, tapi nggak mungkin ke tukang angkot,,, hhiks. Dan terus di tlp dan tidak aktif, dan pia Cuma bisa pasrah dan online. Langsung menghilangkan kepedihan di depan kompi tersayang,, hhiks.

Pertamanya biasa ajah, nggak terlalu sedih, tapi nangis pas mama n babeh ngulang2 kesalahan pia, udah ngilangin apa ajah ya??? MP4, HAPE, Flashdisk, simcard penting, HAPE lagih,,, hhiks… dan semua itu hasil dari tabungan Pia,,, what the… =((…

Pia belom bisa ngerelain sms dari temen2 pia, dari mantan (*heu, jujur ajah deh), kenangan smp mpe sma, hhiks, ucapan birthday, ucapan selamat, ahhh sial.. kenapa mesti ilang pas pia belum transfer semua ituuu… hhiks.

Tapi pia Cuma bias nerima, mungkin Allah pengen nunjukin yang terbaik buat pia, mungkin pia jgn sering maen HP, biar lebih konsen belajar, mungkin juga Allah bakalan ngasih yang lebih baik buat pia, ato mungkinkah hape pia kembali?? Hhiks (*pengennya….)

I’m listening to Mocca Dear diary… hhiks.
And then… Bad day … S I A L…!! hhiks. Maapin pia ya Allah kalo Pia ada salah.. jangan kelualang lagih, ga mau,, cukup sudah..

*tapi pia masih beruntung, dari pada pia harus kehilangan benda lain yg lebih berharga, seperti keluarga dan sahabat2 pia.. =))

Kuatkan aku ya Allah….
2

sunday nite

Do you know what I’m doing right now??
Yeagh of course when I write this diary,,*
I’m crying..



I have no ambition. Suck this life that doesn’t even give me another chance or time,,
what the hell this life, I am weak, I have no ambition,, just accept all that come to me? no, I wont ..
I have no ambition.. is that true..??
For sure I have. But time doesn’t give me chance to make it true.
This is the effect being me.
Being the person who doesn’t realize that fight every parent’s want is hard to do.
The reason that I hate this life, I must realize that I have no ambition,,
I have no ambition..
I have no ambition,,

Currently listening to : DEALOVA – by Once

Suck. Lagu ini makin bikin gue pengen nangis. Everything that I need was gone..
“rindu bisa menyakiti tubuh” itu kata Daniel Sahuleka..
Damn regret. Ahh. Pengen ngomong yang enggak-enggak tapi susah, nggak boleh,,

Listening to : How Do I Live..

Nggak bisa berenti nangis. Come on, what time is it? 9:10 pm. Not too late at nite, but tomorrow I must go to school earlier.. pia udah males gini diceramahin, apa mereka nggak punya sesuatu yang mesti diceramahin selain yang bisa bikin pia nangis ? come on,, pia itu udah gede, udah cukup waktu buat nentuin apa yang pia mau, apa yang pia minati. Sekarang udah clear. I have no chance to take my dream on that sky. Being blue, so lonely I think, I’m quite. Wont take another chat. Just talkless.

Listening to : Savoir Aimer

Ini lagu agak bisa bikin pia tenang. Mulai calm down,, agak rileks. Hmm. This is not so me. Yeah. Duh jadi geje gini. Jadi bingung ngaler ngidul. Pengen curhat tapi bingung. Huff.. darimana mulainya? Yap. Darimana datangnya masalah itu.

Pertanyaan yang sangat membuat pia bingung. Darimana datangnya masalah itu? Dari dalam diri pia sendiri. Mungkin. Karena terkadang khayal dan mimpi Nampak sulit untuk digapai. Bukan Nampak, really close to impossible. Tapi cita-cita?? Siapa sih yang nggak punya cita-cita?? Pia pikir Cuma orang bodoh yang nggak punya cita-cita dan orang bodoh pula yang membiarkan cita-cita dirinya dibiarkan begitu saja menghilang di hembuskan kibasan tangan orang lain, baik itu musuh, teman bahkan keluarga sendiri.

Sekarang pia ada di posisi ini. Posisi orang setengah bodoh.. (adakah?) Pia punya cita-cita tapi pia mulai membiarkan cita-cita itu dihapus orang lain. Pia tidak bisa memaksakan keinginan. Mengapa begitu mudah orang lain mewujudkan keinginan mereka sedang pia tidak?

Damn. It’s heaven yes.
Kadang pia senang untuk menangis. Walaupun menangis adalah hal yang menjijikan. Membuang air mata. Walaupun terkadang kita butuh waktu untuk membuang tetesan itu. Tapi sekali lagi, mengapa? Mengapa air mata itu datang disaat yang tidak tepat? Disaat keeping-keping bahagia mulai menyeret pia bersama mereka. Tetapi sekali lagi mengapa? Mengapa tetesan bahagia ini sekejap berubah menjadi kesedihan? Kesedihan karena sesuatu yang kuanggap adalah yang paling aku kenal, yang paling aku tahu bahwa mereka mengerti aku, ternyata salah. Sakit, sedih, dalam.

Mungkin ini memang jalan takdirku, Pasha ungu pernah bernyanyi dalam liriknya. Sekejap terhimpit dalam kata itu. Kalau memang kita tidak bisa merubah takdir, tapi apakah kita tidak bisa merubahnya lebih baik? Membuat sesuai susunan apa yang kita punya. Bukan sekedar mengaplikasikan apa yang kita dapat selama ini? Haru biru merah hijau ungu hadir, kini ku tunggu kuning kan datang. Membawa kesegaran berjuta hampa di mimpiku. Erat. Indah memukau.

Listening to : Ballade Pour Adelaine

And 5 minutes later.

Listening to : BO BICE – the real thing.
*kayaknya pia harus membiasakan menerima kenyataan. Meskipun ini adalah saat yang paling dilemma. Ternyata nggak ada seorang pun yang mau ngertiin pia. So thx. It’s so nice.
0

The Blue December



Bulan ini bakalan penuh dengan hujan. Mungkin hanya perkiraan. tapi pia pikir hujan itu akan benar-benar datang. Entah hujan yg benar-benar turun dari langit atau hanya sekedar hujan yang turun dari air mata. Hmmm... sulit untuk diucapkan. tapi meskipun hujan yang terjadi gara-gara kondensasi itu lebih banyak, namun sesungguhnya lebih sulit mengatasi hujan kecil yang turun dari pelupuk mata kita....

hari ini.. hari pertama di bulan Desember. Hujan udah dateng ajah tanpa diundang. menang sama sih seperti hari-hari sebelumnya. tapi entah mengapa terasa berbeda. dan entah pula karena apa. hanya karena tidak mau memikirkan suatu masalah, diri ini menjadi sangat kaku untuk terbuka.

Sulit memang untuk menyakinkan hati. terkadang lebih mudah bagi diri ini untuk meyakinkan orang lain dengan kata-kata ajaib dari mulut ini daripada meyakinkan hati ini dengan pikiran dan perasaan yang dimiliki. bukan karenan beratnya hidup, tapi mungkin karena nalaran hati siapa yang tau.

sungguh banyak orang yang berbahagia pada hari ini. tak luput diri ini ikut merasakan sepercik kebahagiaan itu. walau pedih memang merasuk, karena tak bisa bahagia sebahagia mereka. nasib ini sedang berada dibawah roda kincir air, mungkin. terbasahi oleh air dah menunggu kincir ini diputar kembali ke atas dan bisa merasakn sejuknya udara lagih. ohh... inginnya.

tak ada rasa kecewa bisa berada dalam hari ini. tak merasa kecewa bisa ikut serta berhaluan bersama tetesan ini. tapi terkadang pilu memang sulit dicerna ketika melihat orang-orang terdekat kita mendapatkan udara itu. tak usah munafik atau memikirkan kata gengsi, diri ini tak malu untuk mengakui " aku inginkan kesegarn itu juga"

namun mungkin saatnya belum datang. aku harus cukup sabar menghadapi air yg terus membasahai. walaupun begitu, tapi tetesan-tetesan hujan tetap menjadi hal yang paling aku sukai. it seems romantic =). and it felt calm my mind.

[ pia ]
2

YM : I'm Online

pia masang stat :
"kalo orang yang kamu sayang nggak sayang sama kamu, please jangan maksain keadaan. pasti ada yg lebih baik buat kamu"

denindut: woho
denindut: stat pia buat sapa nihh
mpiw_piyo: buat ***** namanya
mpiw_piyo: masa dia maksa maksa gtuh
mpiw_piyo: dia g ol ym c
mpiw_piyo: tapi da kesel we
denindut: wow
mpiw_piyo: soalnya tadi dia nlp lama bgt padhl py lg g mood
denindut: maksa gimana
denindut: wahahah
denindut: udah aja cuekin pia
mpiw_piyo: iah emang
mpiw_piyo: tapi dia teh ngomongnya kayak ginih coba dud,
denindut: hohoho
denindut: gmana
mpiw_piyo: " * tuh gimana ya, nggak bisa ngelupain perasaan * segampang yg pia kira, * tuh baru kayak gini sama kamu. tapi gara-gara waktu itu * nembak kmu, kmu jadi ngjauh sama *, * mau minta maav, * lagi bingung, * butuh support."
mpiw_piyo: dia tuh ngulang ngulang terus kata-kata ituh
mpiw_piyo: lagi bngung lah, lagih banyak msalah lah, lagih butuh support,
denindut: wahahaha
denindut: it teh cowo pengen diperhatiin
mpiw_piyo: padahal dari sekian bulan yang lalu baru sekarang dy nlp py, baru juga ngobrol
denindut: ya itumah skarang smua gmana pia aja
mpiw_piyo: kayak ngasih beban k pia
mpiw_piyo: dia pgen py yg jadi "sesuatu " buat dia.
mpiw_piyo: py g bs
mpiw_piyo: py nganggap dia ato yg lain sama, kaya temen,
denindut: hohoho
denindut: ya skarang mah pinter2 pia aja nyelesein masalah ma iki
mpiw_piyo: tapi dia nyangkanya aneh.
denindut: ya gag salah juga sih si iki suka ma pia
denindut: da setiap orang mah pasti suka ma seseorang
mpiw_piyo: bayangin atuh dud, jadian ajah nggak, dia protektifnya minta ampun, ngomongnya kayak yang udah jadian ajah, kayak yang dputusin sama pia
denindut: pinter2 pia aja ngatasinya
mpiw_piyo: padahal pia nggak ngapa2in.
mpiw_piyo: sgala sesuatu dianggap masalah. pegen dibahas.
mpiw_piyo: padahal py mah pengennya let it flow.
mpiw_piyo: gara-gara dia ngajak maen py emng lagih sibuk dia nyangkanya pia lagih ngejauhin dia.
mpiw_piyo: padahal apa?? padahal pia emang lagih sibuk. dianyah ajah kegeeran pia kayak yang ngjauhin dia.
denindut: hheh
denindut: itulah perasaan sensitif seorang pria
mpiw_piyo: iah si dia emang g salah suka sama pia, pia juga seneng ada yg suka sama pia. tapi caranya ituh dud, nuduh pia macem-macem. ini lah itu lah. aneh kan?? jadian ajah nggak. lagian pia udah bilang sama dia kalo pia nganggap dia sama kayak yg lain. tapi dia gamau. maksa pia terus. malah itu yg bikin cewe ilfeel.
mpiw_piyo: huhuhu
mpiw_piyo: ada lagi dud,
mpiw_piyo: dia ngerasa dia jadi orang yg paling menderita di dunia, kayak udah disakitin bgt sma pi. padahal pia nggak nglakuin apa apa. dari dulu pia nganggap biasa ajah. padahal dia teh cowo. pia ajah yg pernah ngerasain lebih lebih lah daripada dia pia bisa kuat
denindut: iya sihhh
denindut: sgala sesuatu yang dibuat dengan paksaan pasti ga baek
mpiw_piyo: soalnya " hal yg kita dapatkan tida harus selalu sama kayak apa yg kita harapkan"
mpiw_piyo: pia juga mikir gituh waktu dulu .waktu pia disakitin mantan pia.
mpiw_piyo: dulu pia masih sayang bgt sama dia. gila ajah. knal dari kelas 1 smp.jadian 2 tahun kurang sminggu, sakit bgt kan?? tapi dia yang knal sama pia baru beberapa bulan yg lalu udah mikir pia segalanya aduh lebay bgt deh... kayak g ada cewe lain d dunia... makanya sekarng juga pia ngapainmikirin mantan. ngapain mikirin orang yg g syg sm kita.
mpiw_piyo: huhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhuhhuhu
mpiw_piyo: aduh maav dud jadi curhat ginih
mpiw_piyo: abis g kuat ngehadepin orang kayak gituh
denindut: pia yang sabar aja yaaaaaa
denindut: hahahhaa
denindut: pia
denindut: cowo gitu teh type co yang kpengen bgt diperhatiin
mpiw_piyo: huhuhu
denindut: dia pasti ngelakuin cara apa aja yang penting menarik perhatian
mpiw_piyo: tapio pia g suka sama cowo cengeng dud,
mpiw_piyo: kalo dia ajah cengeng, gimana ngupahan pia kalo pia cengeng??
mpiw_piyo: huhuhu
denindut: huhuhuhu
mpiw_piyo: ada ide g??
denindut: gpp pua
denindut: pia
denindut: kmu kan dah dianggap adek ma ndud
mpiw_piyo: da emang bener, pia mah bukannya ngejauhin dia, da emang g ada perlu, jadi ngapain macem2. ntar disangka suka. huhuhu
denindut: jadi tnang aja
denindut: sok mau curhat mah
denindut: hmmmmm
denindut: skarang pia berharap gag ma dia?
mpiw_piyo: g dud,
denindut: hoohoho
mpiw_piyo: pia nyamain dia kayak temen-temen pia yg lain...
denindut: kalo pi gag berharap ma dia
denindut: sok pia ngomong ma dia
denindut: iya pia terangin ke dia
denindut: da kalo didiemin ma kmu juga pasti gag ada hasil apa2
mpiw_piyo: pia udahngomong, kamujgn berharap sama pia, ppia minta maav sam kmu kalo bkin kamu punya harapan lebih, pia udah ngomong gituh. udah ngomong, mungkin ada lagi yg lebih baik dari pia.
mpiw_piyo: udah dud, pia udahngomong gituh.
mpiw_piyo: huhuhu
denindut: tah kitu
denindut: bagus2
denindut: meeren dia mikir
mpiw_piyo: initnya mah pia berusaha nolak yg kedua kalinya tanpa nyakitin dia, meskipun pia tau itu pasti bikin sakit hatinya. tapi da gimana atuh. masa dia nggak ngerti ngerti
mpiw_piyo: abis ituh dia teh ngomong kalo dia ngerti
mpiw_piyo: ehhh
mpiw_piyo: udah gituh dia masih ngbahas lagih. kan kesel...
denindut: hahhah
mpiw_piyo: hhiks
denindut: enya eta teh kekeh kudu nerima cinta dia kamu teh
denindut: udah sokk nolak secara halus aja
mpiw_piyo: udahh
mpiw_piyo: huvv
mpiw_piyo: aneh dasar budag
mpiw_piyo: hahhah
denindut: hguheuhe
denindut: jah
denindut: emang gag seangakatan ma kmu
mpiw_piyo: seangkatan
mpiw_piyo: tapi asa enakeun bilang budag
mpiw_piyo: eheh
denindut: jah
denindut: berarti dud manggil kmu juga
denindut: budak
denindut: heuheuhuehe
denindut: dasar budak awewe
mpiw_piyo: hahahha
mpiw_piyo: udah aga plong abis curhat sama ndud
mpiw_piyo: thx iaaaaaaaaa
denindut: huhuheuhee
denindut: sama22
mpiw_piyo: kalo ada masukan langsung kasi tau y dud...
mpiw_piyo: coba ajah dia ngerti, kalo dia pengen deket sm py harus bsikap sewajarnya. ia g??


hhuhuhu.... apa pia salah?? knapa c dia?? kalo pia emang suka sama orang lain gimna?? masa dia mau maksa gituh?? g kan??
asalnya yg pia mau biasa ajah malah ilfeel sama orang kayak gituh, jadi cowo kok bikin lemah depan cewe, y ilfeel lah. ngelindungin diri sendiri ajah nggak mampu. apalgih orang lain. y kan??

sebenernya ceritanya panjang. tapi jadi geje ah. udah keburu kesel.
pia nggak suka sam orang yg gampang semangat. gmana mau semangatin pia kalo dianya ajah susah buat semngat. iah g??huhu

pia malah lebih respek k temen-temen yg biasa ajah sama pia daripada dia yg bikin drinya lemah depan pia, bukannya bikin pia kasian. malah ilfeel. mudah-mudahan g ada cowo lagih yang ngeliatin kalo dia lemah bgt. mengakui kekurangan ituh bagus, tapi kalo nggak berdaya ituh lain lagih ceritanya. huh.
0

malam habis malam

bergerak dia menuju urat nadiku
nada-nada kehausan akan makna
makna rasa sesungguhnya
tak ingin menjadi dia
yang melakukan hal nista
mendera membasuh asa
menarik mencaci nestapa
ahhh.........

sudahkah ini akhir dari segalanya??
tak pernah kurasa nyata begitu semu
berawal dalam tahta , berdesir mengalir perih

berdegup bintang memandang
desahan sepotong nafas terengah memaksa
mecuat menggelembung
ingin meraih kerlipannya yang menusuk jiwa

ragu tetap terjaga
akan besok yang kecil mungkin datangnya
malam habis
malam datang

gelap kini terasa. selalu sepi menerjang arah
akankah besok matahari menjemputku?
membawaku ke hangatnya dia yang bergejolak.
membawa segenap dorongan yang terhentak.

_______Pia Zakiyah______________
waiting the light
Back to Top