Emptiness
Surat #2 : Kamu yang Paling Istimewa untuk Keluargaku
Bandung-Pasteur, 15 Januari 2010
Di malam Minggu yang sepi dan anginnya sedikit berdesir
Aku masih ingat bagaimana pertama kali kamu datang di hidupku..
Aku masih ingat bagaimana saat itu kamu begitu kedinginan dan membutuhkan kehangatan untuk meyakinkanmu bawa kamu tidaklah sendiri..
Aku masih ingat bagaimana kamu saat itu begitu mungil dan lemah, sendiri dan tanpa rumah..
Apakah kamu masih ingat betapa aku mengkhawatirkanmu?
Saat itu bapak pulang dari Mesjid dengan sedikit kebasahan di beberapa bagian baju dan sarungnya. Tetapi ada yang berbeda, tangan bapak seperti membawa sesuatu yang rapuh, dan saat itu muka lugumu berkata “aku ingin susu” yang dikatakan lewat dua bola mata hijau melotot yang lucu. Mama nampak tidak terlalu setuju, bapak terlalu sering membawa kucing ke rumah yang entah darimana datangnya. Namun mama tidak memberikan penolakan ketika aku meminta untuk merawat kamu--si kucing yang entah kesekian kalinya kami temukan, di rumah kecil kami.
Bapak bercerita, kamu datang seorang diri dari arah mimbar mesjid dengan badan kedinginan. Tanpa pikir panjang langsung bapak bawa pulang ke rumah sempat terpikir untuk mencari orangtua atau majikanmu, tapi apalah arti hidup kucing, sekali buang, tiada yang ingat—kasarnya.
Beruntung ketika kamu datang, di rumah sedang tidak ada peliharaan lain. Sekeluarga mencurahkan perhatian untuk kamu. Kamu tidak pernah telat diberi susu. Aku ingat, kamu paling senang berlindung dibawah boneka kuda nil besar dan dengan bodohnya kamu menganggap dia ibumu. Kamu sering nѐtѐ padanya sampai-sampai aku harus mencuci si kuda nil beberapa kali setelah kamu tѐtѐi. Sering pula kamu tidur seperti bola bulu kecil di telapak tangan bapak, karena ukuranmuu tak lebih besar dari tangan bapak.
Di satu hari kamu tumbuh cukup pesat, dan tidak peduli dimana buang air. Mama marah, apakah kamu ingat waktu mama tidak berhenti mengomel? Kamu sih .. pipis kok sembarangan. Jadinya kamu dapet hukuman, tidur di kamar mandi belakang yang sudah tidak dipakai lagi kami mandi selama beberapa bulan dan semenjak itu kamu tidak boleh tidur di dalam rumah. Tetapi ternyata kamu menunjukkan satu bakat yang hebat, meskipun pada awalnya kami kesal sering mencium bau tidak sedap secara tiba-tiba, tetapi akhirnya mama bangga akan hal itu: kamu pipis dan buang air besar di kloset. Jadi intinya: kami anggota keluarga tinggal menyiramnya dengan air dan menyemprotkan sedikit cairan pewangi atau pun pembersih. Itu adalah satu prestasi kamu yang membanggakan, dan kami bangga akan hal itu :D
Makasih ya kamu engga pernah rewel makan, meskipun waktu aku dikasih Rocky---kucing persia hitam besar yang sempat memperkosamu, tapi kamu malah kabur dan engga mau tinggal di rumah sebelum si Rocky pergi. Padahal waktu Rocky datang kan hidup kamu juga enak, dapet makanan tambahan yang mahal-mahal sejenis whiskas dengan porsi dan penyajian yang tepat waktu terus kamu juga ikut disediain pasir biar kamu gak perlu pipis atau boker di toilet., apalagi tempat tidur punya Rocky itu loh yang warna ungu. Lucu banget kan? Dan aku tahu kamu waktu itu suka banget sama tempat tidurnya Rocky yang akhirnya jadi tempat tidur kamu. Tapi dasar kamu kucing yang punya harga diri ya, meskipun udah dimanjain tapi kalau masih punya harga diri ya tetep kamu engga bakalan mau masuk rumah kalau Rocky belum diusir. Waktu itu aku berat hati loh ngasihin Rocky ke orang lain. Tapi mau gimana lagi, meskipun kamu cuma kucing kampung yang tidak jelas asal usulnya, tetapi kami sekeluarga lebih sayang sama kamu. Kamu lebih bersih dan lebih punya tanggung jawab sebagai binatang peliharaan. Mmmm, meskipun sebenernya gara-gara biaya perawatan kamu juga lebih murah sih.. hehe.
Mama tidak pernah menunjukkan rasa cintanya buat kamu di depan anggota keluarga, tapi waktu kamu pergi selama dua bulan, kamu ingat? Mama nyariin kamu kemana-mana. Nyari sampe beberapa komplek sebelah. Sayangnya engga ada yang pernah liat kamu. Tapi suatu ketika, ternyata mama ngeliat kamu ada di rumah si Sugeng—temen SMP aku. Dan ternyata kamu di rawat sama adiknya Sugeng—murid TPAnya mama. Loh ternyata kamu hilang selama dua bulan itu ada di rumahnya dia yang masih satu komplek??? Kamu tahu, kasian mama udah nyariin kamu. Dan waktu itu, mama sempet berebut kamu sama mamanya Sugeng gara-gara maanya Sugeng yakin kamu itu bukan kucing aku, tai kucing yang dia temuin. Otomatis mama engga rela. Kucing dengan ciri-ciri badan putih semua kecuali buntut yang hitam dan satu bulatan hitam di kepala—di antara telinga itu cuma ada satu, dan itu kamu.
Aku senang akhirnya kamu bisa lepas dari jeratan mamanya si Sugeng dan kembali ke rumah. :)
Yang paling disayangkan adalah, foto-foto kamu ke format di komputer jadul yang dulu. Dan satu-satunya foto kamu yang dicetak, aku lupa nyimpennya dimana, takut kececer waktu pindahan kemaren. Mudah-mudahan foto kamu bisa ketemu ya. Aku kangen banget sama kamu, Votѐ.
Aku juga masih ingat kenapa kamu dikasih nama “Vote” (Dibaca: Votѐ bukan Vot). Dulu waktu keranjingan novel Harry Potter tiap hari bapak suka protes sama aku. Padahal waktu itu kan waktu masih awal-awal kelas dua SMP tapi aku doyannya baca si buku tebel itu sambil ditemenin kamu. Akhirnya bapak inisiatif buat ngasih nama “Potter”, tapi karena kebagusan jadi huruf R nya diilangin. Berhubung lagi heboh-hebohnya pemilihan umum, Ide “Potte” di ganti jadi “Vote” tetapi tidak merubah bentuk pengucapan. Ah ribet ya.. ya begitulah. Yang pasti, mulai dari pemilihan nama saja kamu sudah spesial.
Terimakasih Votѐ sudah menjadi salah satu angggota keluarga yang spesial untuk aku dan keluargaku. Sayangnya hidup kamu tidak lama. Setelah terus-menerus gagal memiliki keturunan mungkin akhirnya kamu pun menyerah. Mudah-mudahan di surga sana kamu punya banyak teman ya. Dan mudah-mudahan semuanya sayang sama kamu.
Maaf Votѐ, aku baru menyempatkan menulis surat ini untukmu. Bukan berarti beberapa tahun ini aku melupakanmu, tetapi mungkin inilah kesempatan yang datang dan tepat untuk mengenang kamu. Dimana pun kamu berada sekarang, meskipun kuburanmu sekarang dirusak dan dijadikan bangunan, walaupun kamu tak mampu merasakan apa-apa, yang pasti semoga doa dan lindungan Tuhan tetap menyertai kamu ya.
Baik-baik di sana, kucingku sayang. Jangan lupa habisin ikan sama susunya ya :)
Menangis, Keponakan dan Buku
Persahabatan emang jadi hal yang sensitif buat diketahui seberapa tinggi tingkat "rasa persabahatan" yang dimiliki. Karena gak semua orang bisa jadi sahabat yang "awet" dan bisa jadi benar-benar sahabat. Kalimat, "di saat senang maupun susah" bahkan mungkin cuma berlaku untuk sebagian orang aja.
Saya pun ngalamin kejadian dimana saya gak bener-bener percaya kalau yang namanya sahabat itu benar-benar ada. Toh banyak juga yang cuma inget saya kalau lagi butuhnya aja, kalau udah gak butuh ya gak di inget. Sakit emang, tapi rasa kehilangan dan seberapa besar rasa yang dimiliki untuk seseorang bakalan baru ketahuan kalau orang itu udah gak ada di samping kita.
Tapi untungnya, saya masih punya salah satu sahabat yang bener-bener sahabatan sama saya bukan karena mau manfaatin saya. Tapi tulus.
Di ulang tahun saya yang ke-20 ini ternyata ada satu sahabat yang mau sekedar berbagi cerita lewat notes di facebook. Dan saya juga terharu banget bacanya. Abis baca tulisannya dia yang udah saya posting sebelumnya, saya bener-bener menitikkan air mata dan dibuat mewek sama sahabat saya yang satu ini.
Makasih banyak buat Lika Lulu, sahabat saya yang tau saya kayak gimana. Jelek-bagusnya saya, dia udah tau semua. Makasih banyak ya.. ;)
Tapi abis mewek gitu, eh saya malah dibikin ketawa sama keponakan saya yang satu ini, Hilal.
Kelakuannya aneh-aneh aja. Jago bikin ketawa. Ngegemesinnnnnn :D
Doi paling betah kalo udah nongkrong di kamar saya, apalagi ngacak-ngacak boneka. tapi anehnya, kalo diem di kamar dia gak pernah rewel. Auranya mantap kali ya. Pas dia udah turun ke bawah dan udah gak lagi maen di kamar, saya malah ngerasa aneh gak ada yang nemenin ngetik. :D Tau-tau udah heboh dipanggil disuruh turun, ternyata ada pacar yang udah baiiiiiik banget mau bawain paket buku yang dikirim dari Aa Dan Sapar di Jakarta. Padahal ngambilnya jauh banget, di Kopo pula. Maaf ya pacaraku....
Alhamdulillah bukunya udah nyampe. Ditunggu ya Aa dansapar transfer-annya secepatnya. Ini dia bukunya :)
Saya suka banget baca, saya suka banget ngoleksi buku. Tapi, melihat kesibukan lain jenis dengan hobi yang satu inijadi muncul satu pertanyaan besar: KAPAN SAYA MEMBACA SEMUANYA? :D

Red Guava
♥
The Sweet Twenty?
Before this day, I can't imagine how the life would be if my steps stampede to the other numbers on my own. Semacam ketakutan saya gak bisa manja lagi, gak bisa kolokan lagi, dan sebangsanya. Kepala 2 jadi bahan pemikiran lagi dan tanggung jawab yang gede buat nanggung kedewasaan. Sampe-sampe bangun tidur saya bikin status :
"I don't like to be twenty and release my tens numbers. But now, soon or later, I should face the truth that in this numbers, I have to grow up. Happy Birthday, Pia. Get what you want to!"
at 6:36am
Well, banyak hal yang bernuansa galau di hari ini. Is it because of a flat birthday? Don't know...
**
05:33 Hari Selasa, seorang gadis. Tiba-tiba dia terbangun di umur 20 tahun, tidak menjalankan ritual perpindahan umur dan menghitung mundur. Lupa.
05:35 Hari Selasa,seorang gadis.Di tanggal 28 ini dia bersyukur kpd Tuhan,"Terimakasih Tuhan,Kau memberikan tidur nyenyak di hari Ulang tahunku.."
Yeah. Biasanya, ritual perpindahan umur setiap tahunnya dijalankan setiap malam dengan begadang dan tidur menjelang subuh. Tapi baru tahun ini saya bener-bener nyenyak tidur dari malem sampe bangun subuh. Wow, what a great night. Tapi fenomena yang terjadi dari tahun ke tahun sih tiap tahun makin dikit aja yang ngucapin lewat sms atau telpon. Apalagi yang ngasih surprise. Nothing. haha.. semuanya lebih banyak memanfaatkan fasilitas social-media--yang menurut saya tidak lebih istimewa untuk mengucapkan sesuatu "yang orang-orang sudah anggap istimewa". Hmm, biasanya dari malem sampe subuh sibuk balesin ucapan gara-gara handphone bunyi terus, tapi tahun ini engga. Toh handphonenya ternyata di-silent juga. Jadi ya, pagi ini saya bangun dengan khidmat dan nuansa kesegaran berbalut sedikit rasa sesak, tentang suatu perbandingan. Ah, stop.
06:07 A little bit dissapointed about something, but no problem. Hey, Cheersss! :*
06:09 "Serius ya, lo gak boleh kayak anak kecil lagi! Grow up, lady!" suara hati menggema di pikiran yang kosong.
06:15 It is dissappeared. Just like a soap bubble flies through the air. I call it happiness.
06:19 Hello, it's your 20 birthday, Pia! Make it fun! Don't be fished to make it mellow :D
Biasanya kalau ulang tahun pasti ada aja yang dilakuin dari pagi sampe malem, tentunya supaya hari "itu" kerasa istimewa. Tapi pagi ini saya cuma leha-leha sambil mainin handphone doang, baca-baca cerpen dan buku. Sedikit aneh..dan membosankan. Ah, saya harus berpaling dari kata "biasanya". Toh yang saya hadapin kan jaman sekarang ya. Tapi apa salah kalau ada perlakuan sedikit membandingkan dengan apa yang biasa kita lakukan? Saya rasa engga kan? Tapi mungkin gara-gara perbandingan itu lah muncul kekecewaan. Yang biasanya gini, kok gitu. Yang biasanya gitu, kok gini. Ya, begitu begini lah.
12:23 Same.. Just like the other ordinary day.. *sigh*
19:49 Aku lebih menyukai hari-hari yg seperti biasa saja, tanpa embel-embel bertambah umur atau apanpun itu. Karena tidak lebih mengecewakan :)
Nah anehnya saya lebih ngerasa JAUH LEBIH ISTIMEWA hari-hari biasa saya. lebih ceria dan menyenangkan. Beda sama hari yang orang lain anggap, yaitu Hari Kelahiran. justru ada semacam keinginan memaksa yang ingin menjadikan hari tersebut tampak istimewa. Ya, kalau tidak terpenuhi? Kecewa saja lah lagi. Tidak suka tidak suka tidak suka keadaan seperti itu. Tidak suka tidak suka dengan hal yang penuh kekecewaan :'(
20:04 Kemarin ya kemarin. Hari ini ya hari ini. Besok ya besok. Semuanya akan berbeda dan membekas, entah itu membahagiakan atau tidak..**
Di hari genap saya berumur 20 tahun ini, untungnya ada rapat internal Paramuda Crew di kantor. Jadi setidaknya saya gak diem konyol atau pun gak pingsan kebosanan, ya ada sesuatu yang dikerjakan lah. Terimakash banyak buat pacar yang nganterin dan sempet dateng lebih pagi juga sebelumnya buat ngasih coklat sama kadonya: Jari dipitain. Pitanya pita pink. Aneh-aneh aja.. -,-" Baru kali ini dikasih kado organ tubuh sama pacar. Tapi sayangnya gak bisa saya copot, pajang, dan makan.
Rapat pun berlangsung berisik dan pecah konsentrasi gara-gara makanan yang saya bawa. Bagai tikus menemukan lumbung padi, heboh bener deh :D tapi saya suka, alhamdulillah semua makanan yang saya bawa bisa habis. Pengen rasanya nraktir temen-temen, apalagi temen deket. udah ada rencana tapi apa daya saldo di ATM kembang kempis butuh oksigen tambahan. Ya, mungkin bisa nyusul ya, yang penting udah niat. :)
Sempet mampir ke Selasar sunaryo dan berdiskusi di sana. Tentang misi baru Paramuda dan bagaimana Crew harus menyikapinya. Kaget juga ternyata Papder mau resign, padahal anak-anak baru aja baru beberapa bulan ini kenal sama papder. Nah ini dia foto sebagian anak training bareng papder yang ada di tengah. Mudah-mudahan siapapun yang nanti jadi PD Paramuda selanjutnya, bisa baik dan bijaksana kayak papder :)

Abis discuss di Selasar Sunaryo, kita heading to Tukang Baso yang ada depan Fashion Pasta. Nuansa kekeluargaan dan seru bener-bener jadi hiburan yang bermakna buat saya di hari ini. sambil liat pemandangan city light dari Bukit dago pakar atas ini, keliatan Gunung Manglayang malu-malu tertutup kabut di seberang Bandung sebelah Timur. Ah bagus banget, sayang, mood sayanya yang lagi jelek. Huf.
Setelah mampir ke kantor bentar akhirnya saya pulang juga bareng @alfinaplf dan @iputrizkinanda ditemani rintik germis yang mengundang kegalauan. Si Iput sempet nanya, "pi, tweet lo kenapa? Kok nuansanya begitu?" saya cuma bisa senyum sambil bilang, "Ah gapapa, biasa." Haha :D
**
Hal yang paling mengharukan waktu pulang ke rumah ternyata udah ada mama yang nyiapin sesuatu buat saya. Udah ada Nasi kuning buatan mama plus kue imut. Keluarga saya bukan keluarga yang suka ngerayain sesuatu secara heboh dan mewah, tapi ya begitu, sederhana aja. Malah waktu dulu gak ada begini-begini. Mungkin karena ada kebiasaan baru yang ditularkan orang-orang terdekat waktu saya belum seumur sekarang, jadilah. Tapi ada yang menyedihkan :D waktu mama nanya, "Loh kok cuma sendiri? Mana Ihs...?" tapi sebelum mama beres ngomong saya udah motong duluan, "Cuma Pia sendiri kok mah." Supaya suasananya gak jadi gak enak, saya langsung nyerbu mama dengan statement-statement : "Ahhh mah makasih yah.." - "Aduh mama gak usah repot-repot,," - "kenapa sih Mah repot-repot..Maaf ngerepotin.. Makasih ya Mah.." dan akhirnya saya pun meniup lilin angka 20 dengan berat hati.
dan inilah si kakak kandung saya satu-satunya... yang --ergh.
Konyol juga waktu motong kue kecil pae pisau yang gede -,-"
And finally, the first cake, just for my Mom, who did it :)
Nih kakak saya yang konyol juga pengen ikut-ikutan, tapi terjadi kekisruhan. Aha... thanks buat teteh ipar saya yang mau jadi fotografernya, sayang doi gak mau berfoto gara-gara pake baju tidur :D
Karena bapak gamau suap-suapan kue, tapi dia mau juga nyuapin ..eh-nasi kuning -,-"
Dan.... ada orang yang tiba-tiba datang. Terima kasih. Saya jadi niup lilin dua kali ...
It's my twenty, and I don't have to be sorry--or disappointed.
those cakes were great, smooth and delicious, So I can't finish my Dunkin' Donuts with melted chocolate inside the dough :D
**
Sampai pada akhirnya, saya terpejam dan terlelap dalam tidur yang nyenyak. Sayangnya batuk dan rasa sakit di rusuk kanan saya belum sembuh. Mudah-mudahan cepet sembuh :')
Dibalik semua kekecewaan dan kesedihan yang menghampiri, tapi saya bersyukur, sangat bersyukur. Karena masih bisa menikmati hidup yang indah. Karena masih diberi kesempatan oleh Yang Maha Kuasa untuk hidup. Terima kasih ya Allah :)
Bingung mau ngedoa apa sama Allah, karena saya yakin, Allah udah tau apa yang saya pengen dan saya ingin wujudkan. Saya tinggal berusaha sebaik mungkin dan meminta dimudahkan jalan dan petunjuk dari-Nya. Berdoa untuk yang terbaik, dan mudah-mudahan saya bisa mendapatkan apa yang saya inginkan. Semoga Allah ngasih kesehatan dan kesuksesan tiada akhir buat saya, serta kebahagiaan yang tak berujung. Semoga doa-doa untuk kebaikan saya dari semua orang yang mendoakan saya bisa terwujudkan. Amin.
**
P.S. untuk pacar yang tahun ini ada di ulang tahun saya, makasih banyak ya :)
Senyum dan salam untuk menjadi dewasa seutuhnya,

White Sugar
♥
Happy Birthday Mom :)
Ulang tahun.
Buat sebagian orang bisa jadi hal yang sangat dinanti-nanti untuk diselebrasi. Tapi untuk sebagian orang yang lain, bisa jadi tida-dinanti-nanti dan cuek aja lah... tapi buat sebagian orang yang lain, kalau ada kesempatan buat merayakan, kenapa tidak? Bedanya, buat keluarga saya gak pernah ada selebrasi besar-besaran. Syukuran juga udah cukup, katanya.
Dan hari ini, Mama ulang tahun yang ke 50.
Di tengah kesibukan yang udah gak bisa dikompromiin lagi, saya pengen banget nyempetin buat sekedar beli kue buat mama. Karena saya gak bisa kasih apa-apa buat mama, sementara yang lain mungkin bisa ngasih benda-benda mahal buat mama, tapi karena mama ga biasa suka dikasih-kasih barang pas ulang tahun, jadinya saya cuma bisa ngasih kue aja. Pengennya bikin sendiri, tapi mana sempat T___T
Tapi akhirnya setelah berkeliling toko kue bareng pacar, saya nemuin juga kue yang gak sengaja ditemuin. Selamat Ulang tahun Mama...

Semoga mama bisa mendapatkan apa yang mama inginkan, semoga selalu diberkahi kesehatan dan umur yang panjang.. Semoga selalu sayang sama saya. Makasih mama, makasih udah jadi mama yang paling hebat dan sabar buat pia,,, dan tentunya yang paling bawel. :D
**
Makasih juga buat pacar yang sabar banget mau direpotin sama saya.... :)

White Sugar
♥
The Appetite : A Passion

Aktivitas benar-benar berpengaruh terhadap pola makan. Bukan-bukan. Pikiran yang sangat mempengaruhi pola makan. Apa perlu saya makan otak saya (yang menyimpan berjuta pikiran saya) supaya saya bisa ingat jadwal makan? Eh, bukan. Supaya saya mau mengikuti jadwal makan, maksudnya.
Dari kecil sampe SMA saya engga pernah ketinggalan yang namanya sarapan. Mau itu telat, pasti sarapan. Engga sempet sarapan bukan berarti engga sempet disuapin mama. Tapi kalau emang engga sempet disuapin Mama, bawa bekal makanan ke sekolah pun jadi kebiasaan. Bisa dimakan langsung di kelas (tanpa ketauan guru, tentunya) ataupun waktu jam istirahat. Serba banyak jalan menuju Roma. Soalnya kalau engga makan pagi ngefek banget sama kondisi badan. Tapi entah kenapa semenjak masuk kuliah kok gampang banget ya engga sarapan, dan engga ngefek apa-apa.
Bahkan semenjak kuliah, lapar bisa ditahan. Satu hari satu kali makan bisa jadi kebiasaan. Tapi herannya, badan ngembang--- Aneh bukan. Padahal kegiatan berjibun, makan pun jarang, cukup jadi satu hal yang fenomenal #halah. Cuma, sekarang-sekarang udah mulai ga bisa ke-kontrol. Makan apapun jadi dan tidak toleransi terhadap perut. Engga makan nasi seharian bisa, tapi diganti sama yang jahat-jahat. Contohnya kemarin, saya lupa makan nasi. Tapi makan nugget-kentang goreng-baso malang-mie aceh dengan porsi super pedas. Sehari sebelumnya juga makan yang pedas-pedas. Sehari sebelumnya juga...sehari sebelumnya juga... ya... sedari dulu saya engga bisa stop sama yang namanya pedas, semacam udah jadi satu hal yang ngedarah daging gitu deh. :D
Efek? Sakit perut seharian. Guling-guling dan bolak-balik kamar mandi (yang tentunya bukan buat mandi :p ) Padahal saya udah tau resiko beginian, tapi kenapa masih tetep dilakuin ya? Apalagi dilakuin saat perut engga cukup menyerap makanan yang ada gizinya. Ah... mudah-mudahan aja tabiat buruk saya berubah gara-gara yang perhatiannya nambah, kayak yang satu ini. Si lelaki muka datar dengan sifat altruismenya (perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri/tindakan berkorban untuk menyejahterakan orang lain tanpa menghiraukan balasan sosial maupun materi bagi dirinya sendiri), alias si Pacar dengan kesediannya menjadi Dokter Nutrisi buat saya :D. Begini katanya:
1. Makan pagi ga wajib. Tapi klo mau, makan makanan yang mengandung protein saja.
2. Makan siang usahain yang mengandung karbohidrat. Klo setelah makan ada aktifitas, porsinya dikurangin.
3. Oh iya, makan siang hukumnya wajib.
4. Makan malem dianjurkan buah/jus aja. Tapi terserahlah, bebas. Asal jangan makan makanan berlemak. Soalnya mau tidur.
5. Jangan makan makanan yang terlalu pedes. Apalagi dipagi hari.
6. Jangan lupa makan yang berserat juga. Biar lancar..
7. Bagusnya puasa senen kamis. *ajak2 klo mau puasa*
8. Sering2 makan bareng urang. Biar romantis. #hehe
*hasil kutipan dari twitternya dia.
Ya.. dulu yang ngingetin cuma orangtua. Mungkin mereka udah kewalahan sama anaknya yang bandel dan ngeyel ini. Mudah-mudahan pola makan ini membaik dan bisa makan makanan yang bergizi lagi.
Ah, apa mungking nafsu makan seringkali menghilang gara-gara udah jarang makan masakan mama? :'(
Red Guava sedang lapar.
pict from deviantart.com
Musibah itu Ada

Masih hangat rasanya berita musibah tabrakan kereta minggu kemarin, bahkan sampai terjadi dua kecelakaan. Rasanya deg-degan banget nunggu pacar yang mau pulang dari Jawa Timur pake kereta. Mama sampai bilang jangan lupa ngingetin terus baca doa supaya terlindung dari macem-macem kejadian yang engga diharapkan. Saat itu, saya cuma bisa berdoa si pacar selamat pulang pergi seutuhnya.
Terkadang, sesuatu hal yang engga pernah kita bayangin sebelumnya, ternyata bisa terjadi pada kita suatu hari nanti. Terkadang, hal-hal yang sering kita bayangin, ternyata benar-benar terjadi. Terkadang, kita memang harus hati-hati terhadap apa yang kita bayangkan.
Saya engga pernah membayangkan, orang yang ada di sekitar saya bakalan ngalamin hal yang kepikiran sebelumnya. Di tahan dalam jangka waktu yang belum jelas. Musibah yang sering saya lihat di televisi, kena tuduh nabrak orang sampai mati.
Pagi tadi bapak saya ngabarin kalau paman saya kena musibah itu dalam perjalanan pulang dari Cianjur ke Bandung. Di daerah Cijambe-Ujungberung, dalam keadaan mengendarai mobil berkecepatan rendah, tiba-tiba ada orang tertabrak mobilnya. Kaca pecah. Dan di situlah kegunaan saksi mata sangat diperlukan.
Ada seorang saksi yang liat kalau ternyata ada satu motor yang ngebut banget dan nabrak korban tersebut. Si korban terlempar ke mobil paman saya. Tapi SUNGGUH BAJINGAN ketika si pengendara motor itu melarikan diri, ya, tragedi tabrak lari. Dan menimpakan efeknya ke Paman saya. Unfortunately korban tidak mampu bertahan hidup. Innalillahi.
Sebelum berangkat ke Cianjur, ada tanda-tanda yang bikin aneh. Mulai dari karburator yang memanas sampe berasap dan di jalan TOL mobilnya mogok. Paman saya yang satu itu engga pernah ngebut-ngebut, orangnya nyantai banget. Apalagi dalam keadaan mobil yang tidak bisa diperkirakan.
Musibah, atau cobaan emang engga bisa diperkirakan. Mudah-mudahan Allah ngasih kekuatan buat keluarga korban dan kekuatan juga buat keluarga Paman khususnya, keluarga saya juga.
Saya selalu berharap Allah melindungi saya dan keluarga saya serta orang-orang sekitar saya terlindungi dari musibah dan cobaan yang berat. Amin.
:)
White Sugar
Picture was taken from
Perjalanan Tentang Suatu Pilihan
Inget besis bikin inget pula pengalaman tahun kemaren, yak. Segala sesuatu tentang masuk kuliah.
Kembali ke satu tahun yang lalu, dimana saya masih pake badge SMA dan seragam putih abu. Masukin formulir-formulir buat PMDK. Saya bukan passionate, tapi saya engga punya banyak keinginan buat kuliah di luar Bandung, sounds so selfish, but yahh… mungkin terlalu cinta sama kota kelahiran saya ini. Kalaupun di Bandung, saya cuma pengen kuliah di 2 Perguruan Tinggi. ITB atau UPI. Bertentangan memang, jauh pula. Entah kenapa saya hanya tertarik mengambil Biologi sebagai hal yang akan dipelajari lebih lanjut, atau Bahasa Inggris. Masuk Jurusan IPA di SMA engga bikin saya jadi cinta Kimia ataupun Fisika. Padahal nilai engga jelek juga. Mungkin eksak memang bukan hal yang pas buat saya… Dengan sayang sekali, Teknik Industri IT Telkom yang saya dapatkan bermodal raport dan sertifikat-sertifikat itu (PMDK) dilepas setelah saya istikharah, padahal saya juga pengen ngambil jurusan itu. Tapi mau apalagi, feeling mengatakan “kamu engga bakal terlalu cocok di sana,” dan ya ada buktinya, salah satu sahabat saya yang ngambil jurusan itu cukup membuktikan kepada saya betapa kurang cocoknya saya kalau jadi mengambil jurusan itu. Lumayan engga terlalu nyesel.
Kesempatan kuliah di luar pun datang, Malaysia. Padahal saat itu lagi panas-panasnya (lagi) hubungannya dengan Indonesia. Semula saya engga kepikiran buat nyoba, soalnya ini kan di luar. Tapi lama-lama saya jadi niat dan berdoa supaya dapet ini kesempatan. Dengan jaminan yang sangat menggiurkan, berarti saya tidak perlu menyusahkan orang tua. Bea study, tempat tinggal, buku, laptop, tiket pesawat, uang saku, semua di tanggung. They said it’s about IDR 150 million per year. Rangkaian seleksi dan karantina pun tiba. Optimis jarang-jarang datang pada diri saya. Dengan ketertarikan pada bio-technology dan food-technology, saya pengen dapet besis ini. Interview dan semua sesi lancar. Padahal biasanya saya engga pede kalau harus konsisten ngomong English. Saya tinggal berdoa dan menunggu pengumuman itu tiba sebulan kemudian. Tapi ada satu hal yang masih mengganjal, mama masih engga ngerestuin saya ngambil besis ini kalau dapet, bahkan buat ikutan seleksinya aja saya engga di restui. Masih inget gimana saya nulis di 2 lembar kertas curhatan saya buat mama tentang alasan saya harus ikut kesempatan ini. Saya kasih ke mama, dan mungkin mama masih engga bisa sejalan satu pikiran sama saya. Alasan mama cukup banyak, namun yang paling membuat sesak adalah “Kamu itu anak cewe, bungsu, dari 2 bersaudara. Kalau ada apa-apa….” So, why Mom?
Sangat disayangkan dan sangat bikin sesek, entah terlalu over-confident atau apalah itu. Saya engga dapet, padahal tim interview dari Malay itu udah bikin hati saya optimis. They said, “you are the one that we are looking for this scholarship, and we think that you could be responsible.” Saya masih inget banget kata-katanya, dengan rok kotak-kotak dan kemeja yang saya pakai, di depan saya mereka berkata bahwa mereka menyukai profile saya, dengan aktifnya saya di berbagai kegiatan semenjak elementary school sampai High School saya masih terus aktif. Gimana engga bikin optimis? Berarti pelajaran selanjutnya adalah, jika banyak orang orang memujimu, jangan terlena.
Dari 31 finalis, yang harusnya dapet besis itu ada 5 orang. Tapi keputusan akhirnya hanya ada 4 orang yang dapet. Peraturan awal yang kalau saya tidak salah ingat sih kalau nilai UN tidak mencukupi ya besis itu gagal dan bisa dialihkan ke finalis berikutnya yang punya chance buat dapetin juga. Tetapi di keberangkatan pertama itu cuma 3 orang yang pergi duluan, dan 1 orang terakhir, bakalan pergi beberapa bulan kemudian dikarenakan nilai UNnya tidak mencukupi standar yang mereka harapkan. Sangat naas, karena nilai UN saya alhamdulillah melebihi standar yang mereka minta namun mereka terlalu rugi engga milih saya buat dapetin beasiswa itu.. hehe. Oh inilah pelajaran….. hhiks . But that’s my view about the scholarship committee’s rules yang aneh. On the other hand, saya seneng bisa punya temen-temen baru yang keren, yang pinter-pinter dari beragam kota. Dan saya seneng mereka dapetin scholarship itu. Andai saya bisa bergabung dengan mereka, akan lebih melengkapi kebahagiaan saya.
Mungkin takdir saya emang apa yang mama bilang, mama just want me to be a teacher. But I didn’t think the same way. Sementara itu mama menyarankan saya buat ikutan ujian masuk Universitas Pendidikan Indonesia, saya mengikutinya. Saya ambil Bahasa, karena saya engga kepikiran buat ambil MIPA di sini. Padahal saya optimis bisa tembus apa yang mama pengen di SNMPTN, sekalian saya berjuang buat dapetin bangku Teknik Ke-biologian ITB yang masih pengen saya kejar walaupun kemungkinannya kecil. So, there I got, keterima di English Education. Mama pengen saya ngambil English Education yang udah jelas menerima saya daripada chance SNMPTN yang belum tentu saya dapetin. SNMPTN tiba-tiba menguap begitu saja, karena di peraturan tertulis, kalau udah daftar ulang di UPI, uang sekitar 20jeti lebih dikit itu engga bisa dikembaliin. Shiizzz. Impian saya udah terkubur lagi. Engga mungkin saya buang duit orangtua saya yang engga sedikit itu. Saya belum menjadi orang kaya.
Betapa bencinya saya sama peraturan. Peraturan ternyata bisa dilanggar, dan kalau saat itu saya tahu pelanggaran peraturan itu cukup legal, saya juga mau ngelakuinnya. Ternyata, teman-teman saya yang pada udah resmi menjadi mahasiswa UPI –yang ternyata ikutan SNMPTN dan mereka dapet jurusan yang mereka dapet di SNMPTN, bisa ngambil duit daftar ulang mereka kembali, ya meskipun engga mudah prosesnya dan harus bolak balik ini itu terus berurusan panjang. Tapi apa sih yang engga dilakuin buat hal itu kalau emang kenyataan masuk lewat SNMPTN jauh lebih murah dibanding Ujian Masuk Mandiri yang diadakan per-perguruan tinggi?
“Engga boleh ada kata menyesal,” itu yang sering diucapin Kakak saya. Saya coba tanam kata-kata itu diotak dan hati saya. Dan saya rasa takdir itu engga akan pergi kemana. Then I get my passion back here, to be my proffession. Beragam mata kuliah yang saya ikuti membuat saya jatuh cinta sama jurusan yang satu ini, English Education. Mungkin karena emang pilihan saya dari dulu juga kalau bukan Biologi, ya ini. Saya pengen jadi seperti guru B. Inggris SMA saya, yang keren, berhasil menginspirasi saya dan berhasil bikin saya mau berjuang mendapatkan profesi ini.
Masa depan terbaik mungkin bukan apa yang beriringan dengan nafsu, tetapi apa yang kita jalani. Kalau ngejalaninnya pake hati, saya yakin bisa optimal dan membahagiakan. Saya sudah rasakan sendiri buktinya. Saya bisa cinta sama hal yang semula saya tidak minati. Semoga di sini, awal baik dari masa depan saya yang bisa terukir dengan indah
GGG.
P.S. : Gambar dari sini.
The 1st Belo-Lovely Nephew
Memperkenalkan. Keponakan saya yang tanggal 20 Juni 2010 nanti genap 8 bulan. Ah engga kerasa banget deh ini hidup udah jalan gitu aja, yang semula ni anak masih di dalam kandungan kakak ipar, dan voilla, sekarang udah aktif banget, udah mulai bisa ini itu, dan ya, bayi, apa sih yang engga lucu dari mereka?
Pertanyaan susulan pun dateng, "Kapan Pia..?" yampun, I'm 19 and now I'm not ready dong, but wait for the next 3 or 4 years later (halah amin) tentunya dengan status menikah ---dengan pasangan yang pas. Pas semuanya.
Entah cuma perasaan saya doang apa gimana, akhir-akhir ini banyak banget hal-hal berbau pernikahan, dan bayi. Termasuk hal-hal berbau perkawinan, ya, kawin, yang udah jadi hal lumrah nampaknya buat sebagian orang di-publish, ditonton orang banyak, tenar. Ngenes. Ah tapi bukan itu sih yang mau diomongin sekarang. Saya cuma lagi mau pamer keponakan saya yang lagi lucu-lucunya aja. hehe.
Hilal namanya, udah ngerti sama alat elektronik. Maunya pegang keyboard komputer mulu, dikasih keyboard yang engga nyolok kabelnya kagak mau. Maunya sama handphone Bubu & Babapnya (Ibu & ayahnya) yang touchscreen and update, giliran dikasih hape saya kagak mau dia.. sial. Apalagi sikasih handphone mainan yang udah dibeli---yang suka ngeluarin suara "May I help You??", pertama dia suka, sering dipencet tu tombolnya, eh lama-lama dia ngerti itu cuma mainan. Aneh sama bayi jaman sekarang. Dulu saya gimana ya? setau saya dulu orangtua saya belum punya yang namanya handphone, ah gadget bener-bener terbatas. Tapi beruntunglah sekarang saya engga gaptek, apa kabar dengan saudara-saudara di jaman yang lebih dulu ya? :(
Dia udah ngerti, gimana caranya jailin saya. Tapi anehnya dia engga suka nangis, dari dulu. Palingan cuma ngerengek jebleh doang, selebihnya gampang diatur. Engga manja, dan montok. Sehat deh. Mirip saya jaman dulu gitu (Halah..) Tapi yang saya sayangkan, dia suka tega, kalau pas saya gendong, suka ngasih "hadiah" yang bau-bau itu. Pernah sampe belepotan di baju saya, karena popoknya lepas
Orangtua saya sayang banget sama cucunya itu, ya melebihi saya mungkin. Dari mulai baru lahir sampai sekarang mereka ngebantuin ngurusin cucunya, ngejagain. Tanpa baby sitter. Padahal sepenceritaan mama saya dulu, bapak saya engga sampe segitunya ngasuh saya. Tapi saya tetep sayang sama keponakan saya yang pertama ini. Selalu bisa jadi hiburan ngeliat perkembangannya mulai dari bisanya ngerengek doang sampe senyum-senyum dan bilang "BAP-BAP" -- "GA GA GA..."---- "BU BU BU...".
Sepenelitian saya, berdasarkan teori dan fakta dari orangtua jaman dulu serta jaman sekarang, terdapat satu hal yang aneh. Jaman dulu, bayi-bayi cenderung bilang "M...MM..M.." duluan daripada "P...P..PPP.." tapi sekarang lebih banyak ditemuin bayi-bayi bisa bilang "BB....B...B.." duluan.
Satu hal lain yang aneh dari diri keponakan saya ini, yaitu : DOI SUKA SAMA KABEL. daripada balon, atau boneka, atau maenan bayi, dia lebih tertarik sama kabel--dan ya, barang-barang elektronik lainnya. Apa mungkin gara2 kakek sama ayahnya doyan listrik? AH entahlah. Tapi kalaupun emang entarnya ni bayi bakalan suka elektronik, siapa tau dia masuk ITB (sesuai yang bapak saya pengen...) mungkin elektro. Who knows... Can't wait to see his future.
Bapak : "Hilal ko suka kabel? Nanti mau masuk elektro ya??"
Hilal : "bo bobobobo.."
Bapak : "Kalau Hilal suka teknik mungkin nanti bisa ke ITB, anak Abi engga ada yang jadi kuliah di sana.."
HUEKKKKK. Miris. Jadi inget setahun yang lalu saat-saat milih jurusan buat kuliah :(..
GGG
with his Dad--My Brother.
In His Pool. Thanks Hilal, Aunty jadi bisa nebeng mandi bola... wehehehhehe
[REVIEW] Shrek Forever After
Director: Mike Mitchell
Writers: Josh Klausner & Darren Lemke
Cast : Mike Myers (Shrek), Eddie Murphy (Donkey), Cameron Diaz (Princess Fiona), Antonio Banderas (Puss in Boots), Walt Dohrn (Rumpelstiltskin/Priest/Krekraw Ogre)
Oger yang satu ini berhasil menarik saya supaya datang ke studio XXI dan menonton di salah satu ratusan kursi merah yang ada di dalam bioskopnya. Padahal saya engga nonton Shrek 2 dan 3. But I do, like it, sejak awal penampilannya menyelamatkan Fiona. Ah, kali ini dia terjerembab di kehidupan yang membosankan dan itu-itu saja.
Rutinitas Keluarga Shrek yang berulang terus-menerus setiap harinya seperti itu membuat dia engga tahan. Dia kangen suasana dulu kala ketika dia ditakuti dan ya, masih ganas. Padahal dia punya segala yang dia mau, kehidupan yang bahagia dengan keluarga kecilnya, dan sahabat-sahabat baiknya. Tapi tragedi di ulang tahun anaknya yang pertama telah menjadikannya menjadi a mad-shrek dan di saat yang tepat, muncul si Rumpelstiltskin yang akan berbuat licik. Padahal Rumpelstiltskin ini udah merencanakan jauh-jauh karena dendamnya akan kehadiran Shrek yang telah membawa kebahagiaan di Far Far Away.
Seandainya saja Shrek engga ada dan engga pernah lahir, mungkin dia hidup bahagia, pikir Rumpelstiltskin. Dengan semangat 45 dan tipu muslihat serta akting jempolannya, Shrek berhasil ditipu buat nandatanganin kontrak "SEHARI MENJADI OGER" ditukar dengan "SEHARI DI DALAM HIDUPMU YANG TIDAK KAU INGAT" . Shrek engga peduli si Rumpelstiltskin itu ngambil hari apa, yang pasti dia pengen balik lagi jadi Oger yang ditakutin semua orang, dalam satu hari.
Petualangan Shrek dimulai, tanpa Fiona dan teman-teman yang mengenalnya, Namun bencana datang ketika dia menyadari bahwa Fiona diincar sebagai buronan pemimpin oger, dan Rumpelstiltskin telah menjadi Raja di Far Far Away yang sangat buruk kondisinya. Shrek yang akhirnya bisa membuat Donkey percaya bahwa ini karena perjanjian magicnya dengan Rumpelstiltskin, maka Donkey mau membantu Shrek. Yak, dengan menggagalkan perjanjian itu.
Cerita lama, perjanjian hanya bisa dibatalkan dengan ciuman dari cinta sejati. Yak, Fiona harus ditemukan secepat mungkin. Maka Shrek berjuang untuk mendapatkan hati Fiona---yang benar-benar sudah tidak mengenalnya lagi dan susah untuk didekati.
Ceritanya emang gampang ditebak, ala film semua umur ya. Jadi jangan protes. Tapi Bener, I enjoyed every single scene of this movie. FUN AND TOUCHING. Apalagi adegan Si Puss in Boots. ADUH LUCU BANGET!!! Tapi jujur deh, scene penutup dari film ini ga bisa ketebak. Aha kalau diceritain jadi spoiler dong. Yang pasti saya ngerasa jadi anak kecil lagi yang suka banget sama animasi yang tambah keren ini, apalagi ada 3Dnya. makin canggih dan penutup yang engga sedikitpun mengecewakan buat cerita yang satu ini. Meskipun Rumpelstiltskin jadi tokoh jahat, tapi saya suka! AHAAA PALING KEREN DIA! udah pinter, licik, tapi konsisten dan engga putus asa.
Ada adegan dimana saya berhasil mengeluarkan air mata tanpa sengaja, ketika Shrek bilang "It was you that rescued me...." OH DAMN :D. Dan keselnya lagi pas dia bilang "I didn't know what I had...ya sampai aku kehilangan." Bener-bener bisa bikin kita mau bersyukur atas hidup yang kita dapet, bukannya engga nerima kenyataan. Tapi yaaaa, tetep ngakak waktu Shrek bilang "I didn't know we can do that!" yang ternyata Fiona bilang kalimat yang sama waktu Shrek hadir kembali dalam dunia nyata. Banyak dialog dan adegan lucu lainnya yang sayang banget buat dilewatin :)
WHAT A GREAT MESSAGE... kita harus selalu bersyukur atas apa yang kita punya :)
P.S : pict from http://fbsonic.files.wordpress.com
Mereka Tidak Malu Lagi : MBA
Usia muda dan ya, pantes lah kalau dibilang labil, atau hmm---ababil. Pikirannya bisa engga sinkron dan kurang dewasa. Melakukan sesuatu tanpa pikir panjang dan belum tentu berani ngambil resiko. Oh, apakah cerminan anak muda jaman sekarang itu emang harus gitu ya?
SEDIH. SESEK.
OH TIDAK!
PLEASE!
Entah kenapa saya yang ngerasa dunia ini akan baik-baik aja seterusnya selama saya hidup, ternyata tidak. Saya ternyata ketemu juga sama fenomena-fenomena tingkah laku manusia yang cuma saya tahu sebelumnya di sinetron-sinetron atau film-film. Saya kira lingkungan yang orang lain bicarakan ---berbahaya-- itu engga bakalan saya temuin. But then... I finally found it. Sedikit demi sedikit "bahaya" dari lingkungan itu sendiri bisa saya temuin indikasinya. Semula saya mengira hal itu adalah hal yang WAW, tapi saya sekarang sih bener-bener ngira hal itu emang hal yang WAW.
Pergaulan bebas jadi salah satu contohnya. Ya, kalau mama dan ayah saya bawel "kamu kalau kemana-mana hati-hati. orangtua khawatir." atau "Jaga diri, jangan sampai ada apa-apa." atau "Kamu harus bisa jaga kepercayaan orangtua. Dan kami percaya." semua itu engga bisa diremehin. Terkadang sebagai anak muda yang emang lagi beranjak dewasa, kita bisanya cuma bilang "Yaudah tenang aja Mah, Pah." Padahal kita seharusnya bisa nyimpen kepercayaan orangtua kita baik-baik.
Saya kaget banget denger kabar kalau ada gadis yang mau nikah, dan eh---dia hamil. ah? Jadi duluan mana tuh? Ternyata MBA.
Yang bikin herannya, kenapa orang-orang yang melakukan hal seperti itu udah engga punya rasa malu buat diceritakan kepada sekitarnya? Padahal dengan seperti itu secara engga langsung bisa aja memancing tindakan lain dari sekitarnya untuk melakukan hal yang sama. Beruntung kalau misalnya lingkungan tersebut bisa menjaga diri dan tidak ikut terjerumus ke pergaulan bebas itu. tapi kalau ikut terjerumus, lah yo wis ndak tahu lah aku....
Semenjak ada pengakuan dari salah satu yang mengalami hal itu, jadi muncul dan banyak yang ngaku juga. OH GOD, is it the name of life? Saya bener-bener polos. Rasanya udah engga ada lagi kata "aib" atau "rasa malu" terhadap hal-hal yang masih dianggap tabu di negara timur ini. Naas. Kemana rasa malu orang-orang ya? Perilaku dan norma-norma akan hancur kalau tidak ada lagi rasa malu, yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya itu adalah akal dan rasa malu----sesuai dengan apa yang guru saya bilang.
Tapi ya kalau udah terjadi mau gimana lagi, itu salah satu komentarnya. Dan ya, kalau udah tekdung, harusnya mereka berani ngambil resiko buat menjaga kandungannya. Jangan sampai tuh diaborsi. Udah dosa ditambah dosa. Haduh-haduh. "Entar kalau anak ini lahir ga akan gw urus ah, biar sama orang lain aja. Gw belum siap." itu salah satu contoh komentar calon ibu yang masih muda. yang belum menikah. Lah, kalau belum siap jangan dong ngelakuin yang engga-engga dan bahaya. Harusnya kalau udah berani ngelakuin yang kayak gitu, berarti berani juga buat nanggung resikonya kan?
Kayak kita makan yang pedes, berani kepedesan.
Muter-muter Mall, siap cape.
Tapi hidup bukan cuma sekitar kepedesan atau kecapean doang. Ya kan???
Tiap kasus punya beda cerita. Ada yang gara-gara suka sama suka, dipaksa, diperkosa, ataupun kecelakaan beneran. Ya, postingan ini sih mungkin berlaku buat sudut pandang yang suka sama suka ya. Hello, that's your privacy and you don't have to spread your privat news to others, isn't it? Apalagi tanpa ada perasaan bersalah dan malu waktu nyeritainnya. AMPUN.... kecuali ya dikau mau berbagi pengalaman buruk dan membagi pengalaman itu supaya orang lain belajar dari hal yang udah menimpa dikau supaya engga kejadian sama orang lain. Ya, lebih baik gitu lah... Mudah-mudahan kasus yang bikin pernikahan menjadi tak bermakna itu cepat berkurang dan banyak yang tobat.
Tapi ya kita juga engga bisa seenaknya ngejugde mereka yang melakukan hal itu ya? OH NO.. ini bukan masalah judge-men-jugde... tapi ini masalah tentang kita harus lebih berhati-hati lagi dengan pergaulan dan menjaga diri kita. Semoga kita bisa ngambil hikmahnya dari salah satu problematika di atas. Apa mungkin bakalan beda keadaannya kalau orang terdekat kita yang ngalamin? engga tahulah. Ya mungkin kaget, dan pasti ya sedih. Mudah-mudahan dikasih yang terbaik. Kita ya berdoa aja dikasih terang abis gelap.
Alhamdulillah orangtua ngasih kepercayaannya sama kita, dan semoga kita bisa terus ngejaga kepercayaan orang tua itu sampai waktu yang dihalalkan itu tiba. Dan semoga kita masih ada dilindungan Tuhan yang Maha Kuasa, ya karena tanpa kita sadari---atau kita sadari, setan itu dimana-mana :S
SAVE SEX BEFORE MARRIED and NO DRUGS! MENIKAH before, KAWIN after. AMIN!
GGG
written by

