0

[REVIEW] Robin Hood (2010)

MOVIE
ACTION & ADVENTURE
4 STARS from 5


"Rise and Rise Again, Until Lambs Become Lions"

NEVER GIVE UP!!!!

Director : Ridley Scott
Writers : Brian Helgeland (screenplay & story)

Cast : Russell Crowe (Robin Longstride), Cate Blanchett (Marion Loxley), Max von Sydow (Sir Walter Loxley), William Hurt (William Marshal), Mark Strong (Godfrey), Oscar Isaac (Prince John), Danny Huston (King Richard The Lionheart), Eileen Atkins (Eleanor of Aquitaine), Mark Addy (Friar Tuck),  Matthew Macfadyen (Sheriff of Nottingham), Scott Grimes (Will Scarlet), Alan Doyle (Allan A'Dayle), Douglas Hodge (Sir Robert Loxley)

Jangan salahin saya kalau saya sebenernya engga terlalu interested waktu pertama kali denger ROBIN bakal memanah hati saya, eh memanah Indonesia, semenjak tampilan doi di 3:10 to Yuma, ogah nonton doi lagi. Soalnya di tahun 2007 itu saya berhasil dibuatnya tidur selama film diputar sejak 30 menit pertama sampai 15 menit terakhir (seingetnya kira-kira gitu*). Ya, saking bored dibuat Crowe waktu itu. Banyak kecewa gara-gara saya mikir bakal WEH seenggaknya mirip Gladiator... namun entah mengapa ya, beda. Namun sekarang Crowe engga salah pas ngeluncurin panahnya lewat Robin Hood 2010. PAS! TEPAT SASARAN!

SO, here it is :
*awas, kayaknya ada spoiler dikit


Inggris, dimana perang salib ketiga telah usai dan King Richard The Lionheart akan kembali ke London, mengalami situasi panas di dalam kastil. Prince John, sang adik dari King Richard, benar-benar menyebalkan. Mulai dari mematahkan hati Isabelle, istrinya, karena dia tengah selingkuh dengan Eleanor ---dan itu disaksikan ibunya. Oh KEJAM! Padahal Eleanor adalah sepupu dari King Phillip dari Perancis. Yang sebetulnya si King Phillip itu adalah musuh dari Kerajaan Inggris. Sementara diluar sana, King Richard akan menyerbu dan menyerang Kastil milik King Phillip. Sungguh hubungan adik-kakak yang buruk, karena Prince John benar-benar dibutakan warisan dan tahta, dan sebetulnya dia ingin King Richard mati sebelum sampai ke London.

Terkabullah keinginan Prince John, King Richard yang bertempur diluar sana akhirnya mati terpanah. Sementara itu, Robin Longstride dibebaskan dari tahanannya oleh salah satu pegawai perang dan memulai strategi baru untuk petualangannya dan terbebas dari peperangan yang dipimpin King Richard. Namun di tengah perjalanannya, dia dan rombongannya menemukan penyerangan terhadap Sir Robert Loxley dan pasukan yang membawa mahkota King Richard yang telah mati. Belakangan diketahui, Godfrey akan melakukannya demi niatan busuknya itu, melihat kehancuran Kerajaan Inggris karena kematian King Richard yang hebat digantikan oleh Prince John yang sangat bisa dengan mudah diakali dan di liciki oleh Godfrey. Dimulailah keberuntungan Robin ini, karena dia berhasil membawa mahkota King Richard yang tidak berhasil direbut oleh Godfrey dan pedang milik Sir Robert Loxley yang dimintanya untuk di kembalikan kepada ayahnya di Nottingham. Namun sayangnya, panah robin meleset ketika memanah Godfrey. Namun mulai saat itu, Godfrey mengenali wajah robin dan berniat menghapuskan jejak kebusukannya dengan menghapus Robin.

Parahnya si Robin, malah punya ide gila yang bikin dia berani mengaku sebagai Sir Robert Loxley. Padahal Sir Robert sudah mati ketika di serang Godfrey. Robin tetap mengantarkan mahkota King Richard kepada Ratu Inggris, dan mulai saat itulah, Prince John berubah menjadi King John dengan Eleanor di sampingnya. Robin dan rombongannya langsung mengaburkan diri dan membagi harta jarahan masing-masing. Setelah itu, Robin bertekad untuk mengembalikan pedang Sir Robert Loxley, padahal sebelumnya dia tidak betul-betul berniat untuk mengembalikannya. Namun, kata-kata "Rise and Rise Again, Until Lambs Become Lions" yang ada di pegangan pedang itu terasa sangat familiar baginya. Sampai pada saatnya dia sampai di Nottingham dan bertemu Marion serta Sir Walter Loxley, istri dan ayah Sir Robert dulunya, dia menemukan apa yang selama ini dia cari dan mencoba untuk memperjuangkan apa yang telah ditanamkan ayahnya pada dirinya secara tidak langsung lewat piagam kebebasan dan kesamaan hak untuk setiap warga Inggris.

Ya, Robin mencoba membantu warga Nottingham untuk melawan korupsi dan tirani yang dilakukan Sheriff Nottingham yang telah membuat rakyat Nottingham menderita dan kehilangan benih serta gandumnya. Dia mulai berkompromi dengan Friar Tuck si pastur gereja sekaligus pemilik "bisnis lebah", dan setelah itu, kebahagiaan mulai terpancar dalam diri Marion, ketika Robin berhasil menanam benih yang sebenarnya telah dia dapatkan di hutan Sherwood. Selanjutnya? Adalah usaha Robin memperjuangkan keadilan bagi rakyat Inggris dan berperang membantu King John untuk melawan pasukan King Phillip dari Perancis yang ternyata pasukan Perancis dibantu Godfrey yang telah mengkhianatinya.

Liat review di webnya 21 Cineplex sih kesannya lebih ke cerita Robin yang berjuang di Nottingham terus-terusan, eh pas saya nonton saya ngerasa ini film  nunjukkin cerita tentang bagaimana dia kembali ke tanah Inggris dan tanpa dia tau kalau dia dicari-cari buat dibunuh Godfrey dan ditambah usaha Godfrey yang ingin memecah-belah Inggris. Ya, semua itu untuk perang  Inggris melawan Perancis. Jangan  ngebandingin Robin di sini dengan robin sebagai pencuri kayak di Prince of Thieves. Dan ya, saya agak pusing dikit diawal cerita soalnya beda -beda dikit inti ceritanya sama yang ayah saya ceritain dan di cerita Robin lainnya. Hehe namanya juga cerita rakyat yang banyak versi ya. Yang pasti ceritanya kompleks dan keren, bervariasi dan engga monoton di satu titik. Konfliknya ini itu. AH suka, apalagi pas bagian Walter ngelawan Godfrey, padahal Walter buta. OH MY GOD. Apalagi perangnya.. OH SUKAAAAA!!!

Aktor ganteng yang lahir di Wellington ini, tampangnya tetep blend sama orang-orang british. Dan oh, sama kata salah satu temen saya, laki-laki itu kayak anggur, makin tua makin AWW. Oh Crowe, udah tua tapi gantengnya tetep deh!

Paling suka dialog,
Marion : "Darimana kau dapatkan benih itu?"
Robin : "Kalau ku beritahu, itu bukan rahasia."

Jangan sampe  merem dikit aja kalau pas perangnya lagi berlangsung, nah foto di poster itu jadi puncak IYES karena Robin bener-bener keren nunjukkin dirinya sebagai pemanah ulung!
0

[REVIEW] Iron Man 2

MOVIE
ACTION & ADVENTURE
3 1/2 STARS from 5


Director: Jon Favreau

Casts : Robert Downey Jr.(Tony Stark), Don Cheadle (Lt. Col. James 'Rhodey' Rhodes), Scarlett Johansson (Natalie Rushman), Gwyneth Paltrow (Pepper Potts), Sam Rockwell (Justin Hammer), Mickey Rourke (Ivan Vanko)

Oh Come On.. Akhirnya datang juga si manusia setrikaan ini! Yeah! IRON MAN 2. Dan lumayan beruntung juga sih dapet kesempatan nonton premiere di tanggal 30 April kemaren. Padahal ngedadak pulang kuliah yang sangat padat itu. Engga ada rencana buat nonton film ini, bahkan premierenya aja lupa tanggal berapa kalo ga dikasih tau temen. And yes, dari engga ada rencana nonton, dan ngedadak, dan mendapat jatah buat ngebantuin  menghabiskan voucher tiket XXI dari Kompas Muda yang validasinya abis tepat banget tanggal 30 April kemaren! haha!

Tony Stark yang terlena akan baju Iron Mannya itu terus menerus pamer di khalayak umum dan yakin bahwa engga bakalan ada yang bisa bikin seperti yang dia punya dengan kecanggihan teknologi Iron Mannya itu sampai 10-20 tahun ke depan. Tapi tanpa dia ketahui, di seberang benua sana ada Vanko yang baru saja meninggal dengan berkata, "seharusnya itu dirimu" sambil menunjuk layar televisi yang sedang sibuk memamerkan Tony Spark atas kekuatan Iron Mannya. Hal itu membuat anaknya, Ivan Vanko, bersikeras membuat sesuatu yang dahsyat buat menandingi Stark.

Stark yang dilanda pemaksaan badan militer Amerika supaya menyerahkan seperangkat Baju Iron Mannya itu kepada negara dengan label, "menjadi milik masyarakat demi keamanan nasional," tetap tidak membuat Stark menyerahkan Iron Mannya itu, karena dia yakin Dia udah jadi satu bersama Iron Man. Kehadiran Hammer memperparah suasana dengen mempermalukan Hammer di depan umum. Engga heran Hammer bersikeras untuk kembali mempermalukan Stark di depan umum.

Disamping ego Stark yang lagi memuncak dan kondisi masyarakat yang ikut merasakan euforia Iron Man, dia mengalami masalah kesehatan serius dengan mengalami keraunan darah, ya, tanpa dia beritahukan kepada Potts sang sekretaris yang dia angkat jadi CEO perusahaan Stark, padahal Stark lagi butuh kepemimpinan yang kuat. Nah, keliatan nih jiwa si Tony Stark lagi labil. Apalagi dengan datangnya Natalie sebagai sosok asisten Potts yang keren, cantik, seksi dan jago banget actionnya. Tapi hal itu diluar perkiraan saya, Tony engga macem-macem sama Natalie ini, dia tetap setia sama Potts. Oh....

AND YES, sosok yang keren dan brutal kini datang sebagai musuh Iron Man, Ivan Vanko dengan cambuk listrik tapi unsur kekuatannya tetep mirip Iron Man ini kurang greng waktu di tabrak pake mobil aja agak loyo, tapi YES perhatikan dia mencambuk mobil and BLAM terbelah! saya suka aksinya. Tapi IRONMANnya terlalu banyak gaya (-,-)"

Masalah alur, pasti pemirsa sekalian (yang kalo ngelewat ikut baca ini) udah lebih jago dari saya, dan mungkin lebih hapal. So, saya jadi bingung mau reviewnya gimana (jleg..). Yang pasti saya masih inget gimana Iron Man pertama,  2 tahun lalu berhasil menyita perhatian saya dengan segala aksesoris kesetrikaannya yang jauh dari kata setrika. Haha, saya sebelum nonton Iron Man, nyangkain Iron Man ini manusia setrikaan beneran loh. hehe. But when I saw the movie, "OH IT'S ABOUT SUPERCOOL HERO WHO WEARS AN IRON STUFF OF HIS BODY". yeh, besi, manusia besi.

Maka, saya nilai sih saya suka sama yang kedua ini. lebih cool, dan lebih AH IH UH ngeliat gadget-gadget yang ada d film ini. Sempat tersentak gimana Stark menggunakan kembali hardware buat bikin mengganti apa itu hmmm...Palladium di dadanya. Kalo kata saya sih konflik di IRON MAN yang ke dua ini lebih mirip Spiderman 3, adanya konflik batin dalam diri si super hero. Tapi sayangnya emang kurang gimana gitu sih ceritanya. TAPI SAYA SUKA AKSINYA!

Dan ko lucu ya, pas film diputer saya malah mikir IRON MANnya itu si Ivan Vanko dan Baju IRON MAN di yang kedua ini di curi Tony Stark hahahaha! ngaco banget! Jujur loh say alupa yang mana tokoh utamanya and bukan! Abisnya Aksi Tony di awal film itu lebay abis pamer IRONMANnya, tapi pas saya inget-inget, tokoh utamanya itu STARK deh.. si perusahaan pemasok senjata waktu terjadi peperangan dulu di film pertama. Such a funny thing! haha...

Tapi pas liat pemainnya, eh, yang jadi HOLMES? (idih kemana aja gueee). ckckckck.

BUT I DO LIKE IRONMAN 2! SUKAAAA! 124 menit ga kerasa! KEREN DEH EFEK DAN TEKNOLOGINYA!

pengen  .

pengen teknologinya dan pengen kayak gini :



KYAAAAAAAAAAAA!!!!
2

[REVIEW] Solomon Kane

MOVIE
ACTION & ADVENTURE
3 STARS from 5


Director: Michael J. Bassett
Writers: Michael J. Bassett (screenplay) & Robert E. Howard (character)

Casts :
James Purefoy (Solomon Kane), Rachel Hurd-Wood (Meredith Crowthorn), Jason Flemyng (Malachi)

Di saat lagi suntuk berat ngedadak, saya melarikan diri buat ngeliat ini film. Dan lagi-lagi, sesuai kebiasaan saya, tanpa ngeliat review dan posternya, saya nerobos maen nonton aja ngedadak gara-gara ngeliat film ini yang maen tepat setelah saya pulang kuliah. Nampaknya berbau horor, pikiran saya pertama kali denger judulnya.

Hah? Horor?

Dan bukan sih, inti alur film ini adalah, seorang Solomon Kane yang dikutuk buat masuk neraka karena udah terlalu banyak ngebunuh orang. Tapi dia terus menghindar gamau dibawa ke neraka sama monster dari sana. Padahal dia udah ga ngerasa bersalah membunuh siapa saja yang menghalangi jalannya, dia berasa menjadi devil. Dan ga boleh ada yang lebih takut selain sama dirinya. Dia meloncat dari menara yang tinggi dan ternyata dia selamat sementara setahun tinggal di kuil pastur-pastur yang beneran nakutin. Sampai pada saatnya dia diusir oleh pastur itu karena hawa kegelapan mulai datang. Sempet gamau, tapi akhirnya Kane pergi juga, menjadi peziarah dalam arti berkelana.

Nah, dalam perjalanannya itulah dia ngeliat pemandangan yang engga oke, situasi di Inggris pada masa kegelapan dimana engga ada satu orang pun yang bisa ngelawan kekuatan penyihir! Dia sempet kena aksi penjarah, tapi akhirnya dia diselamatin suatu keluarga yang baik-baik dan mulai kena unsur gelap dari Kane. Terbabat habis itu keluarga oleh rombongan The Rider yang menjadi utusan Malachi si Penyihir yang berkuasa saat itu, yang tersisa hanya seorang Ibu dari keluarga itu dan seorang gadis yang diculik untuk dijadikan budak Malachi, yaitu Meredith.

Selanjutnya adalah usaha Kane menemukan Meredith dengan berbagai tantangan, dan ya, membunuh lagi-membunuh lagi. Kane yakin harus menyelamatkan Meredith karena ayahnya telah mengatakan kalau Kane berhasil menyelamatkan Meredith maka Kane akan diampuni dosanya dan terbebas dari neraka. So? itulah ceritanya. USAHA MENYELAMATKAN MEREDITH dengan menebas habis orang-orang yang berubah mirip zombie karena sihir Malachi.

Settingnya sedikit ngingetin sama situasi gereja tua di tengah hutan di film The Omen. Dan setting lainnya itu gelap dan dingin, perang sana sini, tebas kepala sana sini dan tusuk badan sana sini. YAWWWW. tapi asik sih, diliatin banget soalnya. Harusnya ini film temanya menebas kepala orang. Suasana Inggris di masa kelam oke punya, settingnya keren, saya suka. Tapi dari segi cerita, errrr. kok aga miskin ya menurut saya. Lucu aja gitu ada makhluk dari neraka yang mau narik manusia terkutuk buat dibawa ke neraka hanya lewat cermin besar. Ah ya gitu deh, meskipun unsur cerita dan kenangan masa lalu Kane cukup jadi twister di bagian akhir film, tapi yang saya suka itu setting dan adegan-adegan tebas-tebasannya. meskipun agak berurai air mata sih pas adegan si Kane tau kalau ayahnya masih hidup dalam naungan Kastil Aoxmouth (ehm curgia salah ngetik, CMIIW) yang dikuasai Malachi.
0

[REVIEW] Alangkah Lucunya (Negeri Ini)

MOVIE
COMEDY
3 1/2 STARS from 5



Satu lagi datang, film yang saya liat di bioskop tanpa saya liat review orang-orang terlebih dahulu. Tanpa saya liat siapa aja pemainnya dan belum liat posternya. Gara-gara status temen saya di facebook yang bilang film ini bagus tanpa nyeritain dikit alurnya, saya jadi pengen nonton. Dan saya engga nyesel udah nonton film ini. THIS IS TOTALLY GOOD MOVIE, dalam arti, pesan-pesannya nyampe!

Pemain :
REZA RAHADIAN, DEDDY MIZWAR, SLAMET RAHARDJO, JAJA MIHARDJA, TIO PAKUSADEWO, ASRUL DAHLAN, RATU TIKA BRAVANI, RINA HASYIM, SAKURTA GINTING, SONIA.

Skenario : Musfar Yasin
Sutradara : Deddy Mizwar

Muluk yang udah S1 Manajemen tapi ga kerja-kerja, akhirnya berurusan sama yang namanya para pencopet jalanan. Di tengah obrolan para orangtua tentang arti pendidikan dan kesibukannya Muluk nyari kerja, tiba-tiba terbersit pikiran nyari duit dari nge-manage anak-anak jalanan itu karena para pencopet itu gamau jadi pengemis. 10% dari hasil para pencopet bakal jadi bagian Muluk, sementara ternyata pencopet-pencopet itu lihai sekali boooook! Dia ngajak temennya, si Samsul sang Sarjana Pendidikan dan Si Pipit yang ga punya kerjaan di rumahnya buat ikut ngajar dan memanage para pencopet itu. Samsul menanamkan moral Pancasila dan Pipit menanamkan Moral agama. Proses yang engga gampang itu sering kali mendapat masalah. Ya iyalah, ngajar dan memanage pencopet, dilakukan oleh seorang lulusan S1 Manajemen yang bilang sama orangtuanya ngurusin bidang SUMBER DAYA MANUSIA! ckck. naas. saking susahnya nyari kerja!

Tiba saatnya Pak Makbul ayah Muluk, Haji Rahmat ayah Pipit, dan Haji Sarbini calon mertua Muluk ingin melihat tempat kerja anak-anak mereka. Dan mulailah konflik yang cukup serius, mereka makan dari uang haram dan itu mengerikan.

Parahnya, saya suka sama film ini, kena unsur moralnya, cubitan dan sentilan sana-sini yang "Indonesia banget". Unsur pendidikan, pengangguran, pekerjaan, kemiskinan, korupsi, ah menjadi satu. Akting para anak jalanan itu pun oke punya, natural banget. Bener kok kalo ada orang bilang film ini sekali lagi mengantarkan kita ke kenyataan sekitar kita yang pahit.

PENDIDIKAN itu penting. Karena berpendidikan, maka kita tahu bahwa pendidikan itu tidak penting.

Nyentil banget kan? apalagi buat saya seorang mahasiswa Jurusan Pendidikan di salah satu Universitas Pendidikan yang nantinya bakal jadi Sarjana Pendidikan. Mudah-mudahan nasib saya ga kan kayak si Samsul yang pengangguran dan ngerasa pendidikannya ga berguna. amit-amit *ketok meja
0

[REVIEW] Menebus Impian

MOVIE
DRAMA
2 1/2 STARS from 5



Starring : Fedi Nuril, Acha Septriasa, Ayu Diah Pasha
Director : Hanung Bramantyo

Jangan salahin saya ga liat poster film ini sebelum nonton. Jangan salahin saya nonton film ini pun gara-gara updates twitternya @FediNuril . Dan ya, jangan salahin saya penasaran sama film ini gara-gara Ya itu, FEDI NURILNYA ITU! pas liat sutradara, eh? Mas Hanung? Yo wis lah....

Padahal pas tau ada Acha ikut maen jadi lawan utama Si Fedi Nuril ini kurang rela sih. Ya, liat aja akting Acha di beberapa filmnya sebelum film ini. Tapi ya positif thinking aja deh, dan saya gatau jalan cerita apaan yang disajikan di film ini. serba ngedadak deh waktu itu. Akhirnya 21 April 2010 bersama kedua sahabat saya, saya nonton film ini.

Film dibuka dengan tampilan jadul masa lalunya Sekar (Ayu Diah) yang pengen banget punya istana, sampe-sampe bikin ibunya dimarahin majikannya sang bandar tembikar karena Sekar terus-terusan main tanah liat yang ada di situ. Tiba-tiba setting beralih ke jaman modern dimana Sekar sudah memiliki Nur (Acha) si anak manisnya yang menyimpan rahasia belum kuliah gara-gara uang kuliahnya naik. Sementara Sekar, ibunya, bersikeras menyuruh Nur untuk kuliah.

Tinggal dilingkungan padat penduduk di Jakarta, Sekar dan Nur berbisnis Laundry. Sampai tiba saatnya Sekar sakit gara-gara keseringan nyuci tanpa mesin cuci mereka karena rusak, Nur mulai mencari cara membantu ibunya tanpa ibunya atau kalau dia tidak kuliah demi mencari uang. Bertemulah dia dengan Dian (Fedi Nuril) tapi keadaan tidak membantu, karena Dian terus-terusan bawa embel-embel MLMnya itu. Dapet uang banyak, kaya, hanya dengan investasi 2 juta. Nur tidak tergoyahkan, dia malah mencoba bekerja di pub malam. Tetapi pada akhirnya, pertemuan-pertemuannya dengan Dian membuat dia yakin untuk ikut terjun dalam dunia bisnis Dian. Tentunya dnegan usaha yang keras dan perjuangan yang tidak sedikit. Sampai pada saatnya ibunya benar-benar jatuh sakit dan harus dioperasi, rentenir jadi tujuan terakhirnya dan da mulai pasrah dengan usahanya itu.

Ngeliat film ini berasa kenal banget, ya, isi ceritanya ramah banget di telinga hehe. Dan MENEBUS IMPIAN ternyata gimana caranya si Nur bisa mewujudkan semua impiannya mulai dari mesin cuci, lulus kuliah dan impian terbesar ibunya. Kalo banyak orang males negliat film ini gara-gara ada unsur MLMnya, yaaa ambil sisi positifnya saja lah, yang penting gimana usaha yang kuat buat ngewujudin keinginan. AND YES, meskipun ceritanya mudah ditebak, tapi tetep aja agak mewek-mewek gitu sih kalo udah urusan sama yang namanya kasih sayang sama orangtua khususnya ibu...

Ah ya jadi ingat pengalaman saya yang pernah terjun dalam dunia bisnis itu hihi tapi ga diterusin ya dengan alasan tertentu wehehehe. Sayang sekali saya tak bisa menjadi seperti Nur yang kuat banget nempuh godaan. Abis godaannya banyak banget sih.

Untuk ukuran akting, Acha di sini lumayan ga nyebelin, aktingnya bisa  blended sama Fedi. Ah senangnyaaaa si AA ganteng ini tidak terjatuhkan aktingnya oleh Mba Acha.

Overall, lumayan lah buat ngisi waktu. Kalo Hanungnya sendiri bilang ga dagang MLM, tapi ya, unsurnya jelas banget loh mas di sini.. wehehe.
Back to Top